8 Maret 2026

Pemkab Wonosobo Jadikan Tarawih Keliling Sarana Serap Aspirasi dan Perkuat Sinergi Pembangunan

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Program Tarawih Keliling (Tarling) yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Wonosobo menjadi salah satu agenda rutin setiap bulan Ramadhan. Meski demikian, kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan juga dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi langsung antara pemerintah dan masyarakat untuk menyerap aspirasi serta memperkuat kolaborasi pembangunan.

Hal itu disampaikan Bupati Afif Nurhidayat saat membuka Tarling perdana di Masjid Jami’ Wonosobo, Kamis (19/2/2026). Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Ramadhan merupakan momentum strategis untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.

“Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga wahana menempa diri, memperkuat integritas, keteguhan prinsip, serta menumbuhkan nilai-nilai positif yang tercermin dalam sikap dan tindakan sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga mengajak para takmir masjid di wilayah Wonosobo agar memakmurkan masjid melalui berbagai kegiatan, baik ibadah wajib maupun aktivitas produktif yang berdampak bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kalau masjid sudah makmur, insyaallah bisa ikut menghidupi masyarakat di sekitarnya. Mari bersama-sama melanjutkan pembangunan daerah dengan semangat Ramadhan untuk mewujudkan Wonosobo yang berdaya saing, maju, dan sejahtera,” tegasnya.

Menurut Bupati, pelaksanaan Tarling selalu menghadirkan kesan tersendiri karena menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog langsung dengan warga.

“Rasanya selalu berbeda ketika bisa bertemu, berjabat tangan, dan berbincang langsung selepas tarawih. Doa-doa masyarakat adalah energi terbesar bagi kami untuk terus bekerja lebih baik. Mohon doa dan dukungannya, semoga Wonosobo selalu dalam lindungan-Nya,” tuturnya.

Ia turut mengimbau seluruh elemen masyarakat menjaga suasana tetap aman dan damai selama Ramadhan. Para ulama dan tokoh agama diharapkan terus menyampaikan pesan yang menyejukkan serta menghindari provokasi yang berpotensi memecah persatuan.

“Dengan menjaga ukhuwah islamiyah, kita bisa menciptakan kondisi Wonosobo yang semakin kondusif. Mari bersama-sama memastikan ibadah Ramadhan berjalan aman dan lancar, hingga rangkaian kegiatan menjelang maupun sesudah Lebaran dapat berlangsung tertib,” tambahnya.

Selain itu, ia menginstruksikan perangkat daerah menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing selama Ramadhan hingga Idulfitri. Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM diminta menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, sementara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan memastikan keamanan destinasi wisata serta kesiapan festival balon udara menjelang Lebaran. Antisipasi kelancaran lalu lintas ditangani Dinas Perkimhub, sedangkan penertiban petasan berbahaya dilakukan Satpol PP bersama Polres.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Wonosobo, Harjanto, menjelaskan bahwa Tarling tahun ini dijadwalkan berlangsung di 15 masjid yang tersebar di 15 kecamatan hingga 12 Maret 2026.

“Forkopimda dan OPD dibagi menjadi empat tim, dengan tim utama dipimpin langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati. Selain menyampaikan informasi pembangunan, dalam Tarling ini juga akan diserahkan sejumlah bantuan sosial kepada masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan yang melibatkan unsur Forkopimda serta berbagai instansi daerah tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat. Pemerintah daerah menilai semangat kebersamaan di bulan suci dapat menjadi fondasi terciptanya lingkungan harmonis, penuh kepedulian, sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan bagi seluruh warga. (Wonosobohebat/Aris)