26 Mei 2026

Sinergi Pemkab Wonosobo dan Baznas Bantu Korban Kebakaran di Watumalang dan Garung

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Pemerintah Kabupaten Wonosobo berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Wonosobo menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak musibah kebakaran rumah di Desa Banyukembar, Kecamatan Watumalang, serta Desa Siwuran, Kecamatan Garung, pada Selasa (13/1/2026). Penyaluran bantuan tersebut menjadi wujud kepedulian sekaligus respons cepat pemerintah daerah dalam membantu warga yang mengalami bencana.

Sebelum bantuan dari Baznas disalurkan, Pemkab Wonosobo melalui Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah lebih dahulu memberikan bantuan tanggap darurat. Dukungan juga datang dari masyarakat Desa Banyukembar yang secara swadaya menggalang dana melalui semangat gotong royong. Selain itu, bantuan lanjutan direncanakan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang bersumber dari Dana Desa.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat saat meninjau langsung lokasi kebakaran di Dusun Krangean, Desa Banyukembar, menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa warganya. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan berat hingga rumah beserta isinya tidak dapat diselamatkan.

“Kita tidak pernah tahu musibah kapan datang. Di Banyukembar ini satu rumah habis terbakar, termasuk seluruh isinya, tidak ada yang bisa diselamatkan. Bahkan bagian belakang rumah juga terdampak cukup parah,” ungkap Afif.

Selain peristiwa kebakaran di Banyukembar, musibah serupa juga terjadi di Dusun Bakalan, Desa Siwuran, Kecamatan Garung. Kebakaran tersebut mengakibatkan kerusakan parah dan turut menimbulkan dampak psikologis bagi korban, terutama anak-anak yang kehilangan perlengkapan sekolah mereka.

“Korban kebakaran ini tidak hanya butuh pemulihan fisik, tetapi juga pemulihan mental. Apalagi ada anak sekolah yang bajunya ikut terbakar. Perlu pendampingan agar anak-anak bisa kembali beraktivitas dan bersekolah seperti biasa,” tambahnya.

Bupati Afif juga memberikan apresiasi atas langkah cepat yang dilakukan oleh pemerintah desa bersama masyarakat yang segera bergerak melakukan gotong royong pascakejadian.

“Saya mengapresiasi Pak Camat dan para Kepala Desa yang langsung mengorganisir warga untuk gotongroyong. Ada yang menyumbangkan tenaga, pikiran, bahkan harta. Alhamdulillah, perbaikan rumah sudah mulai dilakukan, atap sudah terpasang, tinggal penyempurnaan,” ujarnya.

Ke depan, Bupati mendorong peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dengan memanfaatkan kembali kearifan lokal, salah satunya melalui pengaktifan tradisi kentongan sebagai sistem peringatan dini di lingkungan permukiman.

“Dulu, setiap rumah memiliki kentongan sebagai alat penanda jika terjadi kondisi darurat, baik kebakaran maupun kejadian lainnya. Tradisi ini sangat sederhana, tetapi efektif untuk membangun kewaspadaan dan kebersamaan warga,” ujar Bupati Afif.

Menurutnya, meskipun saat ini masyarakat telah menggunakan pengeras suara masjid atau sirine, keberadaan kentongan masih relevan sebagai pelengkap sistem peringatan dini, khususnya di wilayah permukiman padat dan pedesaan. Penguatan sistem berbasis kearifan lokal tersebut dinilai dapat mempercepat respons warga terhadap bencana sekaligus menumbuhkan kembali semangat gotong royong.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Wonosobo H. Priyo Purwanto menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan hasil pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari para muzaki.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga yang terkena musibah tidak merasa sendiri. Zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan para muzaki melalui Baznas Kabupaten Wonosobo kami salurkan tepat sasaran untuk membantu sesama,” jelasnya.

Dalam penyaluran tersebut, Baznas memberikan bantuan sebesar Rp10 juta kepada Kaswono, warga Dusun Krangean Wetan RT 04 RW 03, Desa Banyukembar. Rumah Kaswono terbakar akibat sisa bara tungku kayu setelah proses produksi tempe. Selain itu, bantuan rehabilitasi sebesar Rp5 juta juga diserahkan kepada Sutrisno, warga Dusun Bakalan, Desa Siwuran, Kecamatan Garung, yang rumahnya mengalami kebakaran akibat korsleting listrik.

Salah satu warga penerima bantuan menyampaikan rasa syukur serta terima kasih atas perhatian yang telah diberikan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Baznas Kabupaten Wonosobo dan para muzaki atas bantuan yang telah diberikan. Bantuan ini sangat membantu kami untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan setelah musibah kebakaran,” ujarnya.

Melalui penyaluran bantuan ini, Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama Baznas berharap solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat semakin kuat. Sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, dan masyarakat diharapkan terus terjaga demi memberikan perlindungan serta meningkatkan kesejahteraan seluruh warga Wonosobo.