1 Mei 2026

Kunjungi SPPG Kalikajar Wonosobo, Menko Pangan Soroti Peran Gizi untuk Masa Depan Anak

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Menteri Koordinator Bidang Pangan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan melakukan kunjungan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalikajar yang berlokasi di Jalan Wonosobo–Purworejo No. 27, Gandok, Kalikajar, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Dalam kunjungan tersebut, Menko Pangan Dr. H.C. H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M. menyampaikan pentingnya pemenuhan gizi sebagai kunci membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. Ia mencontohkan negara lain yang tidak memiliki sumber daya alam melimpah, namun mampu menjadi negara maju karena kualitas manusianya.

“Singapura gak punya sawah ya, tetangga kita tuh, ga punya pohon kelapa mereka, ga memelihara kambing, ga ada, tapi karena orangnya pintar-pintar dia jadi negara berpendapatan tertinggi sedunia,” ujar Zulkifli Hasan.

Menurutnya, kecerdasan manusia sangat bergantung pada asupan gizi sejak dini, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak. Ia menegaskan bahwa kekurangan gizi dapat berdampak serius seperti stunting yang akan memengaruhi masa depan anak.

“Kenapa orang nya pintar-pintar? Naaa kalau orangnya pintar itu tergantung asupan-asupan, tergantung yang dimakan. Apalagi kalau ibu-ibu hamil, penting sekali asupan yang bergizi, kalau tidak diberi asupan nanti bisa stunting,” katanya.

Zulkifli Hasan juga menjelaskan bahwa hasil dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak bisa dilihat secara instan.

“Nanti ini akan kelihatan 5 tahun sampai 10 tahun lagi, gak bisa hari ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto memiliki harapan besar agar program tersebut mampu mencetak generasi Indonesia yang sehat dan cerdas.

“Jadi Presiden Prabowo ingin, agar anak-anak Indonesia pintar-pintar, gizi nya bagus badannya sehat otaknya cerdas, sehingga kita bisa menjadi bangsa yang maju,” ucapnya.

Lebih lanjut, Zulkifli Hasan menyebutkan bahwa program MBG akan menjangkau hingga 82,9 juta penerima.

“Yang akan diberi makan total nanti sampai Juni 82,9 juta, untuk semuanya,” katanya, seraya menjelaskan dampak ekonomi yang akan dirasakan desa-desa sekitar SPPG. Ia menegaskan bahwa SPPG harus bersinergi dengan koperasi desa dan UMKM setempat.

“Sehingga desa disekitar sini ekonominya tumbuh, gak boleh kerja sama dengan took-toko yang gede,” tegasnya.

Selain aspek gizi, ia juga menekankan pentingnya kebersihan dan kesehatan SPPG.

“SPPG ini juga harus sehat, ada sertifikat SLHS, selain gizi juga harus sehat, harus higienis,” ujarnya.

Zulkifli Hasan mengaku puas dengan kondisi SPPG Kalikajar.

Sementara itu, Mitra SPPG Kalikajar, Sumardiyo, menyampaikan kesiapan SPPG di Kabupaten Wonosobo dalam mendukung program MBG.

“Kalau Kabupaten Wonosobo Insya Allah di tahun 2026 ini sudah tercukupi untuk SPPG, pelayanan kepada anak-anak sekolah setingkat Kabupaten Wonosobo,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa di Kecamatan Wonosobo saja telah berdiri 19 SPPG. Sumardiyo berharap SPPG Kalikajar dapat menjadi percontohan ke depan. Terkait pengawasan, ia menegaskan bahwa evaluasi dilakukan secara rutin.

“Saya selaku mitra dan yayasan selalu mengawasi, nanti tiap bulan meeting untuk evaluasi antara SPPG bersama ahli gizi dan akutansi,” katanya.

Menurutnya, pengawasan ketat sangat penting karena program ini menyangkut anak-anak. Sumardiyo juga menjelaskan mekanisme evaluasi lapangan yang dilakukan setelah makanan didistribusikan ke sekolah-sekolah.

“Nanti bertanya dengan kepala sekolah atau guru di sekolah yang dituju apa yang menjadi kekurangannya,” ujarnya.

Hasil pengawasan tersebut, lanjutnya, akan menjadi bahan evaluasi bersama. Dengan adanya kunjungan ini, pemerintah berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di SPPG Kalikajar dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi pemenuhan gizi ibu hamil, balita, dan pelajar, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitarnya. (Aris)