Herman Deru Dorong Etos Kerja Petani dan Perlindungan Lahan Sawah Demi Swasembada Pangan Sumsel

Banyuasin|KoranRakyat.co.id —Upaya mewujudkan swasembada pangan terus menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru menegaskan bahwa kunci keberhasilan swasembada pangan terletak pada etos kerja petani dan Stakeholder untuk tetap komitmen menjaga lahan pertanian.
Pesan tersebut disampaikannya saat meresmikan Masjid Jami Amaliyah Desa Pulau Harapan, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Jumat (9/1/2026).

Dalam sambutannya, Herman Deru menceritakan bahwa Sumsel bersama Kabupaten Banyuasin baru saja menerima penghargaan swasembada pangan dari Presiden RI Prabowo Subianto. Penghargaan tersebut, menurutnya, menjadi pemicu semangat untuk bekerja lebih keras.
Ia menilai, secara teknis Sumsel memiliki modal besar untuk menjadi lumbung pangan nasional. Sistem irigasi dan pola tanam padi di Sumsel dinilai tidak jauh berbeda dengan wilayah pertanian maju di Pulau Jawa.

Namun demikian, Herman Deru menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh sarana, melainkan oleh kedisiplinan dan etos kerja para pelaku pertanian.
“Menanam padi pasti tumbuh rumput. Tapi kalau kita tanam rumput, tidak akan tumbuh padi. Artinya, hasil tergantung bagaimana kita merawatnya,” ujarnya memberikan ilustrasi.
Ia optimistis, dengan etos kerja yang baik dan pengelolaan sawah yang optimal, produktivitas pertanian di Sumsel akan terus meningkat dan mampu mengantarkan daerah ini menjadi yang terdepan dalam swasembada beras.

Gubernur juga menyoroti ancaman alih fungsi lahan pertanian. Ia mengingatkan agar lahan sawah tidak dengan mudah dialihkan menjadi kawasan permukiman.
Menurutnya, jika alih fungsi lahan tidak dapat dihindari, maka harus ada kewajiban menyediakan lahan pengganti dengan rasio yang lebih besar.
“Satu hektar sawah jadi rumah, harus diganti dua hektar sawah. Ini penting untuk menjaga ketahanan pangan,” tegasnya.
Selain sektor pertanian, Herman Deru turut mengapresiasi perkembangan sektor peternakan di Kabupaten Banyuasin, khususnya produksi telur ayam yang telah memenuhi standar ekspor.
Ia menyampaikan bahwa Pemprov Sumsel dan Pemkab Banyuasin kini tengah berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar telur produksi Banyuasin dapat diekspor, sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan peternak. (*)
