1 Mei 2026

Tinjau Langsung Lokasi Banjir OKU Timur, Gubernur Herman Deru Salurkan Sembako dan Janjikan Benih Padi  

OKU Timur|KoranRakyat.co.id  — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir ditunjukkan Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru dengan meninjau langsung Desa Raman Jaya, Kecamatan Belitang II, Kabupaten OKU Timur, Jumat (9/1/2025).

ist

Dalam kunjungan kerja tersebut, Gubernur Herman Deru didampingi Anggota DPD RI dr. Hj. Ratu Tenny Leriva HD, serta Bupati OKU Timur H. Lanosin, S.T.

Gubernur menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak sebagai upaya meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi musibah banjir.

Herman Deru menyampaikan bahwa penanganan bencana harus mengutamakan keselamatan jiwa.

ist

“Hal paling penting adalah memastikan tidak ada korban jiwa. Alhamdulillah sampai saat ini warga dalam kondisi aman,” ucapnya.

Ia juga mengecek kondisi infrastruktur serta meminta seluruh pihak tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air.

“Kepala desa dan semua unsur terkait harus terus berkoordinasi dan siaga penuh,” tegasnya.

Selain itu, Herman Deru mengajak masyarakat menjaga semangat gotong royong dan optimisme agar dapat segera bangkit setelah banjir surut.

ist

Gubernur turut menaruh perhatian terhadap dampak banjir pada sektor pertanian. Ia memastikan Pemprov Sumsel akan membantu petani dengan menyediakan benih padi pasca banjir.

“Begitu air surut, kita harus bergerak cepat. Bantuan benih padi akan kita siapkan setelah pendataan,” ujarnya.

Camat Belitang II, Suyadi, menyebutkan delapan desa terdampak banjir dengan 871 rumah dan 692 hektare lahan pertanian terendam.

ist

Sementara Camat Belitang Mulia, Sigit HY, melaporkan lima desa terdampak dengan 126 rumah dan 243 hektare lahan pertanian terendam.

Kepala Desa Raman Jaya, Barnawi, menjelaskan banjir disebabkan curah hujan tinggi yang mengakibatkan sungai meluap.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait telah menyiapkan posko penanganan banjir dan dapur umum untuk membantu kebutuhan warga hingga kondisi kembali normal. (*)