28 April 2026

Aplikasi SIALAM Jadi Terobosan Digital Perhutanan Sosial, Herman Deru  Dorong Transparansi dan Ketahanan Iklim

Palembang|Koran|Rakyat.co.id –– Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru meluncurkan aplikasi SIALAM sebagai terobosan digital dalam pengelolaan perhutanan sosial yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada ketahanan iklim.

ist

Peluncuran berlangsung dalam kegiatan Inovasi Perhutanan Sosial Menuju Ketahanan Iklim di Grand Atyasa Convention Center, Selasa (9/12) sore.

Gubernur menekankan bahwa kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat tata kelola sumber daya alam yang adil dan berkelanjutan.

Menurutnya, menjaga hutan bukan hanya soal pelestarian lingkungan, tetapi juga tentang memastikan keberlangsungan hidup generasi masa depan.

ist

Ia menilai bahwa komitmen bersama menjadi kunci utama dalam memastikan hutan tetap lestari di tengah tekanan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

Herman Deru juga mengajak masyarakat agar tidak hanya melihat hutan sebagai sumber ekonomi, tetapi sebagai sistem ekologi yang menopang kehidupan.

Sementara itu, Direktur CIFOR–ICRAF Indonesia, Andree Ekadinata, menyampaikan bahwa SIALAM dikembangkan untuk mempermudah pemantauan, pengambilan keputusan, serta meningkatkan transparansi pengelolaan perhutanan sosial.

ist

Aplikasi ini telah melalui proses pelatihan bagi para pemangku kepentingan dan kini memasuki tahap pemanfaatan secara luas oleh masyarakat.

SIALAM merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Sumsel melalui Dinas Kehutanan dengan CIFOR–ICRAF Indonesia sebagai wujud sinergi pemerintah dan lembaga internasional.

Kepala Dinas Kehutanan Sumsel, Dra. H. Koimuddin, menjelaskan bahwa perhutanan sosial telah terbukti mampu meningkatkan pendapatan masyarakat melalui berbagai usaha produktif.

Mulai dari pengembangan madu, kopi, rotan, karet, hasil hutan bukan kayu, hingga agroforestri dan ekowisata menjadi potensi besar yang dapat dikembangkan.

Dengan dukungan sistem digital, masyarakat kini memiliki akses informasi yang lebih cepat, akurat, dan transparan dalam pengurusan izin.

Pemerintah juga mengajak kalangan dunia usaha, khususnya perusahaan perkebunan dan pengelola hutan, untuk bersinergi mencetak wirausaha muda kehutanan yang produktif.

Peluncuran SIALAM diharapkan menjadi titik awal penguatan ekonomi masyarakat, kelestarian hutan, dan ketahanan iklim yang terintegrasi di Sumatera Selatan. (*)