27 April 2026

Pada Kayu Gelondongan asal Sumbar yang Terdampar di Lampung Ditemukan  Label Kemenhut

Lampung|KoranRakyat.co.id — Label Kementerian Kehutanan ditemukan di kayu terdampar di Lampung ditemukan pada 4.800 kubik kayu berbagai jenis asal Sumatera Barat (Sumbar) yang terdampar di Pantai Tanjung Setia, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

Dilansir detiknews.com terdapat label barcode bertuliskan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) pada kayu-kayu tersebut. Diketahui label berwarna kuning ditemukan di beberapa batang kayu. Selain bertuliskan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, terdapat juga nama perusahaan dilabel tersebut bernama PT Minas Pagai Lumber.

Kemudian dibawa barcode yang terdapat pada label tersebut, ada logo SVLK Indonesia dimana SVLK adalah kepanjangan dari Sistem Verifikasi Legalitas Kayu.
Pihak kepolisian saat inu masih melakukan proses penyelidikan terhadap kayu-kayu tersebut dengan melakukan pemeriksaan terhadap Anak Buah Kapal (ABK).
“Ya, kita sedang kerjasama dengan pihak Kementerian Kehutanan ya, untuk mengecek dokumen-dokumen yang mereka miliki, disampaikan kepada kita. Apakah itu betul teregistrasi di sana atau tidak,” kata Kapolda Lampung, Irjen Helfi Assegaf, Senin (8/12/2025).
Kapolda juga meminta semua pihak untuk bersabar hingga proses penyelidikan yang dilakukan oleh Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung selesai. “Nanti hasilnya akan kita sampaikan kepada rekan-rekan sekalian. Mohon waktunya,” ujarnya.
Untuk diketahui, terdampar 4.800 kayu berbagai jenis karena kapal tongkang milik PT Bintang Ronmas Jakarta kandas pada 6 November 2025 lalu.
Kayu tersebut dibawa dari wilayah Sumatera Barat untuk dikirimkan ke Pulau Jawa.

Kapal Angkut Ribuan Batang Kayu Kandas di Lampung


Foto: Tangkap layar video penampakan kayu dari kapal kandas (Dok. detiknews.com /Tangkap Layar)Sebelumnya diberitakan satu unit kapal tongkang bermuatan 4.800 kayu asal Sumatera Barat kandas di perairan Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Kapal tersebut milik PT Bintang Ronmas Jakarta.

Dalam video yang beredar tampak kondisi kapal bernama Ron Mas 69 dalam keadaan kosong. Hanya terlihat alat berat serta kayu-kayu gelondongan yang berada di atas kapal. Selain berada di atas kapal, kayu-kayu itu juga berada di pinggiran pantai dengan berbagai jenis. Ternyata, kap tersebut kandas sejak satu bulan lalu.
Kabidhumas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap Anak Buah Kapal (ABK). Menurutnya, dari hasil pemeriksaan kapal tersebut terdampar setelah terjadi cuaca buruk.
Yuni bilang, kapal yang kandas pada 6 November 2025 lalu berasal dari Sumatera Barat milik PT Bintang Ronmas Jakarta.
“Kapal itu dari tanggal 6 November 2025 lalu sudah di sana. Kapal itu bermuatan kayu sebanyak 4.800 batang dengan jenis kayu meranti merah, kayu keruing dan kayu meranti putih milik PT Bintang Ronmas Jakarta,” katanya, Kamis (4/12/2025).
“Kemudian penyebabnya dari hasil keterangan ABK bahwa kondisi cuaca buruk yang membuat kapal tersebut kandas di pinggir pantai tersebut,” sambungnya.
Yun menjelaskan penyelidikan yang dilakukan Polres Pesisir Barat dan Dipolair Polda Lampung masih terus berjalan.
“Semua masih dalam proses penyelidikan, informasi perkembangan akan kami sampaikan,” tandasnya. (*)