26 Mei 2026

Mengenal Flow2Max® dari PGE, Inovasi Cerdas Anak Bangsa untuk Pengembangan Panas Bumi Indonesia

Jakarta| KoranRakyat.co.id  –– PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) mempertegas posisinya sebagai inovator utama di industri panas bumi Indonesia melalui pengembangan Flow2Max®. Teknologi ini memungkinkan pengukuran aliran fluida panas bumi secara real-time, yang dikembangkan PGE sebagai inovasi untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi downtime, dan memperkuat keberlanjutan pengelolaan reservoir. Kehadiran Flow2Max® menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kapabilitas teknis Indonesia di industri panas bumi dunia.

Flow2Max® hadir sebagai teknologi pengukuran dua fase (two-phase flow meter) yang memungkinkan operator memantau aliran fluida secara real-time, sehingga PGE dapat mengevaluasi kinerja serta memprediksi produktivitas sumur produksi dengan lebih akurat. Penerapan Flow2Max® juga memperkuat manajemen dan optimalisasi reservoir di setiap lapangan panas bumi, termasuk membantu mendeteksi dini potensi masalah teknis pada sumur.

Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani menegaskan bahwa pengembangan teknologi dan inovasi ini berangkat dari keyakinan PGE bahwa energi panas bumi memiliki potensi besar untuk menjadi sumber energi yang andal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

ist“Bukan sekadar teknologi yang mendukung produktivitas operasi panas bumi, Flow2Max® juga merupakan wujud kontribusi inovatif PGE bagi bangsa. Dikembangkan oleh perwira kami, inovasi berkelanjutan ini menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan cadangan melalui pemantauan kondisi reservoir yang lebih ketat dan akurat. Kami bangga karena manfaat Flow2Max® tidak hanya dirasakan oleh PGE, tetapi juga memberikan dampak positif bagi industri panas bumi nasional maupun global. Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan para perwira, mitra swasta, dan pemerintah, PGE optimis untuk mewujudkan visi kami sebagai world class green energy company yang mendorong pembangunan energi bersih dan berkelanjutan,” ujarnya.

Inovasi ini dikembangkan dari riset studi doktoral oleh Manager Production and Operation Excellence PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Mohamad Husni Mubarok, Ph.D. saat menempuh pendidikan di University of Auckland.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Edwil Suzandi menekankan bahwa Flow2Max® tidak hanya merupakan inovasi teknologi, namun juga sarana memperkuat ekosistem industri panas bumi nasional.

“Flow2Max® menjadi bukti bahwa Indonesia mampu melahirkan teknologi panas bumi kelas dunia. Didukung enam paten yang diperoleh di Indonesia, Amerika Serikat, Selandia Baru, Islandia, Filipina, dan Turki, inovasi anak bangsa ini menunjukkan daya saing global. Selain itu, saat ini Flow2Max® telah terpasang pada lima sumur produksi di PGE Area Lahendong setelah melalui tahap purwarupa dan rangkaian uji kinerja. Selanjutnya, kami menargetkan teknologi ini dapat diimplementasikan di seluruh area operasi dalam tiga tahun ke depan,” jelas Edwil Suzandi.

ist

Flow2Max® bekerja dengan memasang orifice plate berdesain khusus pada pipa dua fase untuk menciptakan gangguan terukur pada aliran fluida. Data yang dihasilkan kemudian diproses oleh flow computer menggunakan algoritma eksklusif PGE, yaitu Mubarok Correlation. Informasi tersebut selanjutnya dikirim secara aman melalui fiber optic, jaringan nirkabel (LoRa), dan sistem Internet of Things (IoT) ke ruang kontrol serta dashboard berbasis web. Dengan fitur seperti real-time measurement, secure & encrypted transmission, widest measurement range, dan easy installation, Flow2Max® memberikan kemudahan integrasi di berbagai aset operasional.

Teknologi strategis yang sejalan dengan komitmen transisi energi nasional

Flow2Max® menegaskan posisi PGE sebagai pemimpin inovasi panas bumi di Indonesia sekaligus motor penggerak peningkatan produksi energi bersih. Teknologi ini turut memperkuat langkah PGE dalam menciptakan sumber pendapatan baru melalui komersialisasi teknologi serta pengembangan ekosistem manufaktur dan jasa pengembangan panas bumi.

Upaya ini sejalan dengan agenda transformasi bauran energi nasional dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), yang menargetkan porsi pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) mencapai 76% pada periode 2025-2034. Dari target tersebut, panas bumi diproyeksikan memberikan kontribusi sebesar 5,2 GW.

Pengembangan Flow2Max® dilakukan melalui sinergi dengan Ecolab International Indonesia (Ecolab) yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada 15 Agustus 2024. Hasil kolaborasi ini akan diperkenalkan ke publik secara resmi pada Selasa, 2 Desember 2025. Ke depan, Flow2Max® juga berpotensi diadaptasi ke sektor minyak dan gas, membuka peluang komersialisasi yang lebih luas.

Dijelaskan juga bahwa PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) merupakan bagian dari Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang eksplorasi, eksploitasi, dan produksi panas bumi. Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang sebesar 1.932 MW, terbagi atas 727 MW yang dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE dan 1.205 MW dikelola dengan skema Kontrak Operasi Bersama. Kapasitas terpasang panas bumi di wilayah kerja PGE berkontribusi sekitar 70% dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, dengan potensi pengurangan emisi CO2 sebesar sekitar 10 juta ton CO2 per tahun.

Sebagai world class green energy company, PGE ingin menciptakan nilai dengan memaksimalkan pengelolaan end-to-end potensi panas bumi beserta produk turunannya serta berpartisipasi dalam agenda dekarbonasi nasional dan global untuk menunjang Indonesia net zero emission 2060. PGE memiliki kredensial ESG yang sangat baik dengan 18 penghargaan PROPER Emas sejak 2011 sampai 2025 dalam penghargaan kepatuhan lingkungan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Peringkat & Keterlibatan ESG. (*)