30 April 2026

Warning Prabowo Terhadap Kinerja Para Menteri Kabinet  Merah Putih Yang Berkinerja Buruk

KoranRakyat.co.id —- Presiden RI Prabowo Subianto mewarning para Menteri Kabinet  Merah Putih yang kinerja Buruk.

Diwartakan  Inilah.com bahwa  Pengakuan Presiden Prabowo Subianto yang punya kebiasaan memberi tiga peringatan sebelum mencopot menteri tak bisa dianggap main-main.

Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno meyakini, penyataan tersebut merupakan ultimatum presiden yang tak mau lagi menoleransi kinerja buruk jajaran kabinet.

“Itu peringatan terakhir ke menteri untuk bekerja secara serius dan bekerja dengan benar sesuai harapan presiden. Apalagi pemerintahan sudah genap satu tahun, maka tak ada toleransi lagi bagi menteri yang performanya tak sesuai harapan,” kata Adi, Minggu (19/10/2025).

Dia meyakini, ultimatum ini merupakan peringatan terakhir bagi seluruh menteri, utamanya para pejabat kabinet yang dinilai kontroversial oleh publik.

“Kali ini presiden sepertinya tak akan kasih ampun menteri yang kerjanya tak beres. Rakyat mendukung presiden ganti menteri yang kerjanya tak becus,” tegas Adi.

Sementara, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago, melihat langkah ini sebagai upaya Prabowo memenuhi janji kampanye.

“Presiden tentu tidak mau terbebani, artinya punya menteri yang tanggung jawab untuk menjawab janji kampanye beliau,” ujar Pangi.

Pangi menekankan, evaluasi harus berbasis kinerja murni, bukan pembagian kekuasaan politik. Ia mendorong agar reshuffle kabinet benar-benar dilakukan dengan alat ukur yang jelas.

“Jadi dalam konteks satu tahun ini harus dilakukan reshuffle berbasis kinerja dengan alat ukur yang terukur juga,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menyatakan dirinya selalu siap menghadapi dinamika politik pasca-reshuffle kabinet. Sekalipun nantinya bakal dibenci oleh mantan menteri yang digantinya, dianggapnya sebagai konsekuensi yang wajar.

“Saya tidak peduli kalau dibenci oleh mantan menteri yang saya ganti. Itu risiko jabatan, yang penting saya bekerja untuk rakyat,” kata Prabowo, Sabtu (18/10/2025).

Prabowo membeberkan proses yang dilaluinya sebelum memutuskan untuk melakukan pergantian menteri. Ia mengklaim telah memberikan kesempatan hingga tiga kali peringatan sebelum mengambil tindakan tegas.

“Kalau ada satu-dua (menteri) nakal, saya peringati. Satu kali peringatan masih nakal, dua kali peringatan, tiga kali apa boleh buat, reshuffle. Harus diganti, karena demi negara, bangsa, dan rakyat, tidak boleh ada rasa kasihan. Yang kasihan itu rakyat Indonesia,” tutur Prabowo.

Tak hanya soal reshuffle, Prabowo juga mengungkap bahwa dirinya telah menerima berbagai peringatan. Ia diwanti-wanti harus waspada terhadap pihak-pihak, terutama koruptor, yang mungkin menggunakan kekayaannya untuk membiayai aksi unjuk rasa.

Reshuffle Usai 3 Kali Diperingati

Presiden Prabowo Subianto menegur para menteri hingga dua kali, jika masih bandel, menteri tersebut kena reshuffle pada teguran ketiga. Ketika disinggung soal kebiasaan ini, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengaku dirinya termasuk yang sering ditegur.

Akan tetapi, teguran yang ia maksud adalah menyapa setiap kali dirinya dipanggil Prabowo.

“Ya saya setiap dipanggil pasti ditegur. Ditegur sapa, ditegur sayang, ditegur perintah, ya kan tegur kan semuanya kan? Dan Bapak Presiden kan orangnya sangat terbuka, jadi pasti mungkin kamu juga kalau tiap hari ikut rapat pasti ditegur,” ucap dia usai menghadiri rapat terbatas (ratas) dengan Prabowo di di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Minggu (19/10/2025).

Soal siapa sosok yang dimaksud Prabowo, Bahlil enggan berkomentar lebih jauh. “Saya belum tahu itu. Itu yang tahu itu hanya Bapak Presiden. Ya, kita sesama bus kota jangan saling mendahului, ya,” kata Bahlil.

Bahlil lebih tertarik berbicara soal rapat yang sering digelar di akhir pekan yang sudah jadi rutinitas.  Dia menyebut Prabowo memang tidak mengenal tanggal merah ketika menjalankan tugasnya sebagi pemimpin negara.

Sebagai seorang menteri yang bertugas membantu presiden, Bahlil pun tidak bisa menolak ketika dirinya dipanggil. Ia mengaku harus siap ketika sewaktu-waktu diminta Prabowo untuk rapat bersama.

“Jadi sebagai pembantu Bapak Presiden, harus selalu siap setiap saat. Harus siap untuk menyiapkan materi baik diminta maupun tidak diminta. Jadi ketika diminta seperti hari ini, ya kita harus melaporkan semuanya,” tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan dirinya selalu siap menghadapi dinamika politik pasca-reshuffle kabinet. Sekalipun nantinya bakal dibenci oleh mantan menteri yang digantinya, dia anggap sebagai konsekuensi yang wajar.

“Saya tidak peduli kalau dibenci oleh mantan menteri yang saya ganti. Itu risiko jabatan, yang penting saya bekerja untuk rakyat,” kata Prabowo, Sabtu (18/10/2025).

Prabowo membeberkan proses yang dilaluinya sebelum memutuskan untuk melakukan pergantian menteri. Ia mengklaim telah memberikan kesempatan hingga tiga kali peringatan sebelum mengambil tindakan tegas.

“Kalau ada satu-dua (menteri) nakal, saya peringati. Satu kali peringatan masih nakal, dua kali peringatan, tiga kali apa boleh buat, reshuffle. Harus diganti, karena demi negara, bangsa, dan rakyat, tidak boleh ada rasa kasihan. Yang kasihan itu rakyat Indonesia,” tutur Prabowo.

Tak hanya soal reshuffle, Prabowo juga mengungkap bahwa dirinya telah menerima berbagai peringatan. Ia diwanti-wanti harus waspada terhadap pihak-pihak, terutama koruptor, yang mungkin menggunakan kekayaannya untuk membiayai aksi unjuk rasa. (*)