17 Maret 2026

Temuan Wabup Ogan Ilir Ardani, Ada Siswa SMP Kelas 3 Tidak Bisa Membaca

KoranRakyat.co.id —-Kondisi dunia pendidikan di Indonesia masih menampilkan wajah yang sangat tidak menggembirakan sesuai dengan harapan, baik dari segi kualitas maupun prosesnya dalam pembelajaran. Di tengah berpacu dengan kemajuan tehnologi, ternyata masih saja ada temuan siswa kelas 3 atau kelas 9 belum baca tulis.

Seperti diwartakan Sripoku.com Wakil Bupati Ogan Ilir H. Ardani mengungkapkan masih ada pelajar SMP di Ogan Ilir yang belum bisa membaca.

Ardani menceritakan, pernah suatu waktu dia berkunjung ke salah satu SMP negeri di Ogan Ilir.

Betapa terkejutnya Wabup Ardani saat mengetahui ada sejumlah siswa kelas 3 SMP yang belum bisa membaca.

“Ada lima siswa SMP negeri kelas 3 tidak bisa baca. Saya bilang ‘coba baca ini’. Dijawab, tidak bisa baca,” kata Ardani saat memberikan arahan pada pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemkab Ogan Ilir, Jumat (26/9/2025).

Ardani pun menyorot kinerja guru di SMP tersebut.

“Saya tanya kepala sekolahnya, apa tindakan untuk kelima anak ini? Tidak ada, diam saja,” ungkap Ardani.

“Mestinya ambil tindakan, kasih kelas khusus untuk siswa-siswa tersebut. Setelah jam pelajaran, setengah jam saja bolehlah untuk belajar baca tulis,” ujar Ardani yang mengaku masih tak percaya dengan hal tersebut.

Kepada pejabat yang hadir, Ardani menekankan agar memiliki integritas.

Jabatan yang dimiliki harus digunakan untuk melayani masyarakat, jangan hanya pasif dan tak menjalankan tanggung jawab.

Sehingga tidak terjadi ada anak tidak bisa membaca akibat kurangnya tindakan guru seperti yang diceritakan Ardani.

“Itu maksud saya, tanamkan integritas dalam jabatan itu. Jangan kita biarkan saja, jangan hanya menunggu gaji dan tunjangan. Amanah yang diberikan harus dijalankan semaksimal mungkin jabatan itu,” pesan Ardani. (*)