25 Mei 2026

Di Sidang Umum PBB, Prabowo Sentil Dunia: Saat Kita Duduk Diam Jutaan Orang Menangis di Gaza!

KoranRakyat.co.id  —-Saat menyampaikan pidato pada Sidang Umum PBB, Prabowo Subianto menggoncangkan panggung internasional dan menyentil dunia dengan bahwa “Saat Kita Duduk Diam Jutaan Orang Menangis di Gaza.”

Dilansir Inilah.com Presiden RI Prabowo Subianto kembali menggebrak panggung internasional. Dalam pidato emosionalnya di Sidang Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, AS, Selasa (23/9/2025), Prabowo menyoroti krisis kemanusiaan di Gaza, Palestina, yang kian parah.

Ia menegaskan, dunia tidak boleh berpaling dari tragedi tersebut, sebab jutaan orang kini menghadapi bahaya nyata di depan mata komunitas internasional.

Dengan nada penuh keprihatinan, Prabowo melontarkan pertanyaan tajam yang seolah menampar hati nurani para pemimpin dunia. “Saat ini juga, orang-orang tak bersalah menangis meminta pertolongan, menangis ingin diselamatkan. Siapa yang akan menyelamatkan mereka? Siapa yang akan menyelamatkan orang-orang tak bersalah? Siapa yang akan menyelamatkan orang tua dan perempuan? Jutaan orang menghadapi bahaya saat kita duduk di sini,” ujarnya, kalimat yang menusuk dan sarat makna.

Solusi Dua Negara, Kunci Perdamaian Sejati

Suasana Sidang majelis Umum PBB di New York, AS. (Foto: Inilah.com/AFP)

Prabowo tak hanya menyoroti penderitaan, tetapi juga menawarkan solusi. Ia kembali menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap solusi dua negara (two-state solution) sebagai satu-satunya jalan keluar. Menurutnya, perdamaian sejati hanya akan terwujud jika hak Palestina untuk merdeka diakui, dan pada saat yang sama, keamanan Israel juga dijamin.

“Kita harus memiliki Palestina yang merdeka, tetapi kita juga harus, kita juga harus mengakui, kita juga harus menghormati, dan kita juga harus menjamin keselamatan dan keamanan Israel,” kata Prabowo.

“Hanya dengan begitu kita bisa memiliki perdamaian sejati, perdamaian yang nyata, tanpa kebencian dan tanpa kecurigaan. Satu-satunya solusi adalah solusi dua negara,” tegasnya, menunjukkan bahwa perdamaian harus dibangun di atas fondasi keadilan dan saling pengakuan.

PBB: Pilar Keadilan untuk Semua

Dalam kesempatan ini, Prabowo juga mengingatkan pentingnya peran PBB sebagai pilar utama dalam menjaga tatanan internasional yang adil. Ia menegaskan, perdamaian, kemakmuran, dan kemajuan tidak boleh hanya menjadi hak segelintir bangsa, tetapi hak semua umat manusia.

“Dengan PBB yang kuat, kita bisa membangun dunia di mana yang lemah tidak menderita karena keterpaksaan, tetapi hidup dalam keadilan yang layak mereka dapatkan,” jelasnya, menyerukan reformasi dan penguatan peran PBB.

Prabowo juga mengajak para pemimpin dunia untuk menjadikan mimpi perdamaian sebagai visi bersama. “Apakah ini sebuah mimpi? Mungkin, tetapi ini adalah mimpi indah yang harus kita perjuangkan bersama. Mari kita bekerja menuju tujuan mulia ini. Mari kita lanjutkan perjalanan harapan umat manusia,” pungkasnya.

Pesan ini menggarisbawahi komitmen Indonesia untuk menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. (*)