7 Desember 2025

Perkuat Peran Mahasiswa Internasional dan Budaya Lokal, UIN Raden Fatah Gelar Grafitaci 2025  

KoranRakyat.co.id —Guna memperkuat peran serta mahasiswa Internasional dan budaya lokal, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Gelar kegiatan Glocal – Global and Local: Raden Fatah University Festival on Academic and Culture Internationalization (Grafitaci) 2025.

Mengutip laman radenfatah.ac.id, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang kembali menegaskan komitmennya menuju kampus berkelas dunia melalui penyelenggaraan Grafitaci 2025 (Glocal – Global and Local: Raden Fatah University Festival on Academic and Culture Internationalization), sebuah festival tahunan yang memadukan kekuatan akademik dan budaya dalam bingkai internasionalisasi.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 9- 11 September 2025, di Auditorum Rektorat Kampus Jakabaring UIN Raden Fatah Palembang. Grafitaci ini menjadi panggung strategis bagi pertukaran budaya serta kolaborasi lintas negara, khususnya bagi mahasiswa asing yang menempuh studi di UIN Raden Fatah Palembang.

Mewakili Rektor, Dr. Syahril Jamil, M.Ag., Wakil Rektor III UIN Raden Fatah Palembang menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta, khususnya mahasiswa asing yang hadir secara daring dan luring. Ia juga menekankan pentingnya menjadikan Grafitaci sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai inklusivitas dan toleransi, serta sebagai bagian dari branding internasional kampus.

NET/uinrf

“Mari kita aktif menggunakan media sosial dan kanal komunikasi global untuk menyebarkan kebaikan, membumikan nilai-nilai keberagaman, dan mengarusutamakan keislaman yang damai dan toleransi,” ujarnya, Selasa (9/09/25).

Syahril Jamil juga menekankan bahwa kegiatan seperti Grafitaci ini harus dijadikan sebagai momentum untuk menyiapkan pemimpin-pemimpin global masa depan yang lahir dari Palembang dan membawa semangat toleransi, keilmuan, serta keislaman yang rahmatan lil ‘alamin ke dunia internasional. Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika dan mahasiswa asing untuk terus memperkuat sinergi, berjejaring, dan menciptakan kolaborasi yang membawa manfaat bagi kemanusiaan.

“Mahasiswa asing bukan sekadar tamu, mereka adalah bagian dari keluarga besar kampus ini. Mari kita tumbuh bersama, saling belajar, dan bersama-sama mengharumkan nama UIN Raden Fatah Palembang di mata dunia,” pungkasnya.

Wakil Rektor III juga berharap dengan penyelenggaraan Grafitaci 2025 ini UIN Raden Fatah Palembang tidak hanya menunjukkan kesiapan dalam aspek akademik dan manajerial, tetapi juga dalam mengembangkan ruang-ruang perjumpaan global yang inklusif. Grafitaci telah menjadi simbol keseriusan kampus dalam menjalankan mandat internasionalisasi berbasis budaya lokal, serta menjadi salah satu model pengembangan perguruan tinggi Islam yang relevan, progresif, dan terbuka terhadap dunia.

Sementara itu, Kepala Pusat Layanan Internasional (PLI), Susi Herti Afriani, Ph.D., menyampaikan bahwa Grafitaci tahun ini menjadi sangat istimewa karena telah secara resmi terdaftar dan mendapatkan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), menjadikannya sebagai brand internasional resmi milik UIN Raden Fatah Palembang. Hal ini sekaligus mengukuhkan Grafitaci sebagai agenda tahunan internasional yang dirancang tidak hanya untuk memperluas jejaring akademik global, tetapi juga untuk memperkuat peran kampus dalam diplomasi budaya.

Lebih lanjut, Susi Herti melaporkan bahwa Grafitaci diikuti oleh lebih dari 100 peserta dari berbagai institusi, termasuk mahasiswa asing dari sepuluh negara: Sudan, Mesir, Pakistan, Tunisia, Libya, Yaman, Gambia, Nigeria, Malaysia, dan Thailand.

Susi Herti juga menyampaikan bahwa para mahasiswa asing yang hadir turut aktif dalam berbagai kegiatan seperti seminar internasional, kompetisi debat Bahasa Indonesia, pertunjukan seni budaya, hingga kunjungan edukatif ke berbagai ikon budaya dan sejarah di Palembang, seperti Masjid Cheng Ho, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, dan Benteng Kuto Besak.

“Kehadiran mereka tidak hanya memperkaya atmosfer internasional kampus, tetapi juga menjadi bukti bahwa UIN Raden Fatah telah menjadi rumah kedua bagi generasi global yang datang belajar, berbagi, dan tumbuh bersama,” ungkapnya.

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah pembicara dari dalam dan luar negeri, termasuk Dr. Kasno Pamungkas dari Universitas Padjadjaran, Ahmed Elbassyouny dari Mesir, Danika Claassen selaku native speaker, serta Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh delegasi dari berbagai perguruan tinggi mitra, seperti UIN Salatiga, UIN Ponorogo, UIN Medan, UIN Jambi, UIII, IAIN Bangka Belitung, IAIN Curup, Universitas Sriwijaya, Universitas Muhammadiyah Palembang, dan Universitas Bina Darma. (*)