1 Mei 2026

Diduga Dampak Kebijakan Gubernur Jabar, SMA Muhammadiyah 1 Depok Hanya Dapat 4 Murid Baru

KoranRakyat.co.id — Diduga sebagai dampak kebijakan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM) yang menetapkan satu rumble 50 siswa , SMA Muhammadiyah 1 Depok  — salah satu sekolah swasta terdapak hanya dapat 4 murid baru tahun ajaran 2025-2026.

Mengutip Kompas.com, SMA Muhammadiyah 1 Depok, Jawa Barat hanya mendapat empat murid baru pada tahun ajaran 2025/2026.

Wakil Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 1 Depok Muhammad Zakaria menduga menurun drastisnya pendaftar di sekolahnya karena imbas kebijakan yang dibuat Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi (KDM).

Adapun kebijakan yang dimaksud adalah memperbolehkan satu kelas terdiri dari rombongan belajar (Rombel) 50 siswa. “Mohon maaf Kang Dedi selaku Gubernur Jawa Barat, kebijakan bapak di sekolah negeri satu rombel 50 siswa menyebabkan seluruh sekolah swasta yang ada di Jawa Barat, terutama kami, mengalami pengurangan murid,” kata Zakaria dikutip dari Kompas.com, Rabu (23/7/2025).

Kebijakan 1 rombel 50 siswa bisa dikaji ulang

suasana belajar di  SMA M 1 DEPOK

Zakaria berharap, kebijakan ini bisa dikaji ulang dengan melibatkan sekolah swasta sebelum ditetapkan secara final.

“(Kebijakannya) di negeri dulu, ya sudah (mungkin) karena swasta mahal, enggak mampu, artinya jarak deket (tapi) enggak bisa sekolah karena kuota terbatas,” ujarnya.

“(Jadi harapannya) sehingga anak-anak bisa sekolah di negeri. Tapi tolong diperhatikan di sekolah swasta juga,” lanjut dia. Sementara itu, perwakilan SMA 1 Muhammadiyah Depok lainnya yakni Fikria Irsyad, menuturkan, jumlah murid baru tahun ini menurun drastis.

Padahal, kata Fikri, daya tampung sekolah mencapai 20–24 murid per rombel.

“Dari tahun ke tahun sih pasti 20-an murid tuh ada. Satu rombel itu pasti kalau untuk SMA,” tutur Fikria.

Fikria melanjutkan, awalnya SMA Muhammadiyah 1 Depok menerima sebanyak lima murid baru, namun sampai saat ini yang hadir hanya empat siswa.

Ia juga menduga, penurunan jumlah murid ini merupakan dampak dari kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang menaikkan jumlah siswa dalam satu rombongan belajar di sekolah negeri.

“Ya bisa dibilang sih (kena imbas), tergantung juga sih. Tadi saya bilang kalau di internal itu kita (sebetulnya) enggak ada bedanya (buat jadi penyebab murid menurun), jadi mungkin ya efeknya dari eksternalnya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, perubahan aturan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA negeri di Jawa Barat kini menetapkan kapasitas satu rombel menjadi 50 siswa, dari sebelumnya 36 hingga 40 siswa. (*)