Penguatan Ekspor-Impor Produk Halal Dibahas Indonesia-AS

KoranRakyat.co.id — Produk Halal Indonesia memasuki langkah penguatan berskala internasional yang dikaitkan dengan Ekspor-Impor dibahas jadi bahan kajian dan pembahasan antara Indonesia-Amerika Selatan (AS)
Dikutip Kompas.com, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) memperkuat kerja sama produk halal dengan Kementerian Pertanian Amerika Serikat (USDA) dan Asosiasi Ekspor Daging Sapi AS (USMEF).
Pertemuan seperti dilansir Kompas.com, berlangsung di Washington DC, Amerika Serikat. Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menyampaikan, pertemuan ini membahas langkah konkret untuk memperkuat kerja sama bilateral, khususnya dalam ekspor dan impor produk halal, termasuk pemenuhan standar dan sertifikasi halal untuk daging dan produk turunannya.

“Kami ingin memastikan setiap produk yang masuk ke Indonesia, terutama dari sektor pangan, termasuk daging dan olahannya, telah memenuhi ketentuan halal sesuai regulasi nasional dan standar halal global,” ujar Haikal dalam keterangan tertulis, Senin (26/5/2025), seperti dilansir Antara.
Menurut Haikal, penguatan kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen Indonesia membangun ekosistem halal global yang terpercaya, transparan, dan saling menguntungkan.
Ia menegaskan, pemerintah juga siap mendukung pelaku usaha AS agar memahami dan menyesuaikan diri dengan standar halal domestik maupun internasional.
BPJPH dalam pertemuan ini didampingi Atase Pertanian dan Atase Perdagangan KBRI Washington DC, serta perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
USDA dan USMEF menyatakan komitmen mendukung harmonisasi standar halal global. Keduanya juga membuka kerja sama teknis dengan lembaga halal di AS.
Baca juga: Menakar Potensi BPKH Menjadi Sovereign Halal Fund
Haikal menambahkan, USDA dan USMEF menyambut baik peluang ekspor produk halal ke Indonesia.
Pasar Indonesia dinilai besar dan terus berkembang.
“Pertemuan ini menjadi bagian penting dari agenda besar Indonesia mewujudkan halal Indonesia untuk masyarakat dunia. Ini juga memperkuat peran Indonesia sebagai pusat industri halal global, serta konektivitas halal lintas negara,” ucap Haikal. (*)
