30 April 2026

Kualitasnya Diragukan, Proyek Jalan Usaha Tani di Desa Tanjung Jati Jadi Gunjingan

OKU SELATAN | Koranrakyat.co.id – Pembangunan semenisasi jalan desa (jalan usaha tani) yang bersumber dari Dana Desa tahun 2024 di Desa Tanjung Jati Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, kini jadi gunjingan dan sorotan warga. Pasalnya, belum tiga bulan dibangun jalan tersebut sudah mengalami kerusakan di sana sini.

Hasil pantauan lapangan wartawan koranrkayat.co.id, terlihat badan jalan yang membelah persawahan masyarakat tersebut, banyak yang sudah mengelupas serta batu batu koral putih yang digunakan nampak hancur.

Kemudian di ujung jalan tersebut terdapat prasasti proyek dari batu pualam yan gbertuliskan yang dicor mendatar membenam di badan jalan bertuliskan Kegiatan: Jalan Usaha Tani dengan Volume 90 x 1,5 x 0.15 meter. Sumber dana : DD/APBN T.A. 2024 dan Pembangunan dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat. Pada prasasti nama proyek tersebut tertera tandatangan kepada Desa Tanjung Jati, Triawan Eka Putra.

Beberapa warga pemilik sawah di lokasi jalan desa ini, mengatakan proyek ini terkesan dikerjakan asal jadi dan selesai, karena terbukti sudah hancur dan mengelupas meski belum berusia tiga bulan. Kepada media ini seorang petani juga mengatakan bahwa jalan tersebut dibangun menggunakan semen bercampur batu putih, dan batu tersebut biasa disebut warga setempat ‘batu apung’.

Beginilah kondisi fisik pekerjaan jalan desa Tanjung Jati Warkuk Ranau Selatan, OKU Selatan yang disorot warga, karena kualitasnya diragukan dan cepat rusak. (f/riyan)

”Karena fakta material  pembangunan jalan yang seperti inilah, maka warga meragukan kualitas dari pekerjaan tersebut. Dan itu terbukti belum lama sudah rusak. Terus terang masyarakat banyak yang kecewa karena jalan tersebut nampak tak berkualitas sama sekali,” ujar seorang warga Desa Tanjung Jati, yang minta namanya dirahasiakan.

Petani ini juga menambahkan, material pembangunan jalan tersebut seharusnya menggunakan split, sebagaimana proyek-proyek semeninsasi jalan desa di banyak tempat.

Menanggapi hal tersebut Koranrakyat.co.id mencoba mengkonfirmasikan ihkwal ini kepada Kepala Desa Tanjung Jati, Triawan Eka Putra. Namun yang bersangkutan tidak bisa ditemui hingga sekarang. Kontak WA yang disertai dengan mengirim foto-foto proyek, juga sudah dilakukan, namun belum ada balasan, meskipun WA tersebut sebenarnya sudah centang 2 biru, yang artinya sudah dibaca.

Karena upaya konfirmasi tidak ditanggapi, Koranrakyat.co.id, kemudian menghubungi Camat Warkuk Ranau Selatan, Abdul Haris SKM MM. Konfirmasi juga dilakukan lewat kontak Whatapps disertai pengiriman foto-foto proyek jalan desa yang disorot warga tersebut.

Abdul Haris, sebelu menjawab pertanyaan mengenai kerusakan yang terjadi pada proyek jalan desa tersebut, justru bertanya kapan foto itu? Bahkan menurutnya jalan tersebut sudah diperbaiki sudah diaspal. ”Foto itu sudah lama ada sama saya,” ujarnya menjawab WA tanpa menjelaskan kapan pengaspalan dilakukan.

Sebab, koranrakyat.co.id, yang turun langsung melihat lokasi, mengabadikan atau memotret kondisi proyek tersebut pada pertengahan Desember 2024 lalu. Jika benar, proyek itu sudah diperbaki dengan cara diaspal, darimana sumber dananya dan kapan dilakukan? Camat Abdul Haris enggan memberikan jawaban. (yan)