31 Mei 2026

MATAHATI Paling Layak Dipilih, karena Tak Ada Masalah Hukum

CATATAN : Drs H Iklim Cahya, MM (Wartawan/Pemerhati Politik dan Sosial).

PILKADA Sumsel hanya menyisakan waktu dalam hitungan hari menuju tanggal pencoblosan 27 November 2024. Para calon telah bergerak dengan caranya masing-masing. Ada yang gencar menemui masyarakat, namun ada yang hanya menunggu saat diundang, termasuk memanfaatkan waktu kondangan. Tujuannya sama untuk menang, walau dengan paket hemat sekalipun.

Masyarakat pemilih pun punya pertimbangan masing-masing dalam menentukan pilihannya. Ada yang berdasarkan pengenalan dan kedekatan terhadap figur calon, ada yang karena faktor hubungan kedaerahan dan kesukuan/etnis. Ada pula karena hubungan partai/organisasi, bisa juga karena faktor jasa, faktor program kampanye, dan faktor-faktor lainnya.

Tingkat pendidikan dan ekonomi masyarakat juga bisa membedakan pilihan seseorang. Tentu yang berpendidikan dan ber ekonomi baik, akan lebih rasional, termasuk mempertimbangkan dari sisi faktor hukum dan sosial si calon. Karena kedua faktor tersebut akan membebani calon bila nanti dia terpilih. Apalagi kalau menyangkut atau terkait masalah hukum, bisa-bisa si calon walau menang akan berhenti di tengah jalan. Karena itu masyarakat harus jeli dalam melihat masalah ini, supaya nanti tidak kecele.

Saat ini pun masing-masing calon mengklaim, peluang keterpilihannya tinggi. Dan itu sering dijadikan “senjata” untuk mempengaruhi opini publik. Padahal tukang survei terkadang adalah bagian dari tim sukses atau tim konsultan politiknya. Kerja-kerja seperti ini kalau masyarakat terpelajar sudah mengetahuinya, sehingga tidak akan terkecoh. Tapi opini ini tentu diharapkan bisa mempengaruhi pemilih awam, padahal pemilih awam kurang akses terhadap berita-berita media. Termasuk juga tidak begitu peduli dengan baleho dan spanduk yang disebar, pemaparan program melalui slide, atau promosi-promosi di media sosial. Yang paling berpengaruh kepada pemilih awam, yakni si calon datang langsung ke mereka, apalagi kalau dibarengi dengan oleh-oleh.

Namun tentulah calon yang cerdas dan sungguh-sungguh untuk memenangkan kontestasi, akan menggunakan sarana yang ada tersebut secara maksimal, supaya dikenal dan orang tertarik untuk memilihnya.

Namun terlepas dari semua itu, para pemilih ada baiknya dalam menentukan pilihannya, memperhatikan hal-hal berikut ;

1. Karier dan pengalaman si calon dalam bidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan. Tentu yang lebih baik calon yang pernah berpengalaman di dunia legislatif dan eksekutif, karena akan terasa lebih lengkap dan lebih memahami tentang kerja-kerja sebagai wakil rakyat dan sebagai unsur pemerintah. Pemahaman akan kerja kedua lembaga ini, akan memudahkan dalam menggolkan sebuah program yang diinginkan.

2. Perhatikan keluarga si calon, harmonis atau tidak, terutama terkait anak dan istrinya. Dan akan lebih baik kalau keluarganya tersebut sudah mandiri semua, sehingga tidak jadi beban lagi. Sehingga calon tersebut akan fokus pada kerja-kerja memimpin masyarakat, guna mencapai kemaslahatan masyarakat yang dipimpinnya tersebut.

3. Memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah pusat, khususnya dengan Presiden sebagai penentu utama kebijakan negara. Dengan hubungan yang baik maka mudah berkomunikasi, termasuk berkomunikasi secara langsung.

4. Perhatikan Program-program yang ditawarkan dalam kampanye , merupakan program yang pro rakyat terutama terkait dengan pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur termasuk merespon aspirasi pemekaran daerah yang memang sudah layak untuk dimekarkan.

5. Si calon tidak ada potensi kasus hukum dan sosial, yang nanti bila si calon terpilih justru membebani, dan juga membuat masyarakat kecewa. Apalagi kalau kasus hukum tersebut, membuat yang bersangkutan betul-betul terkena pidana yang mengakibatkan harus berhenti dari jabatannya.

Dari beberapa kriteria di atas, saya yakin para pembaca sudah bisa menilai dan membuat kesimpulan siapa sebenarnya yang memang layak dipilih untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel pada Pilkada tanggal 27 November 2024 tersebut.

Sebaiknya masyarakat membuka mata dengan lebar, dan gunakan hati dengan bijak. Karena kalau sudah menggunakan mata dan hati, dalam menentukan pilihan, in syaa Allah tidak akan salah.

Dari sejumlah kriteria di atas, terlihat pasangan calon Matahati (Mawardi Yahya – RA Anita Noeringhati), paling memenuhi kriteria sehingga paling layak untuk dipilih. Apalagi keduanya tidak ada tersangkut masalah hukum. (*)