19 Juli 2024

Protes Kebrutalan Israel Bakar Pengungsi Rafah Meluas ke Meksiko 

KoranRakyat.co.id — Aktivis protes kebrutalan Israel semakin meluas di berbagai  penjuru dunia atas aksi tentara Israel yang melancarkan serangan hingga membakar para pengungsi di Rafah, Jalur Gaza. Peserta aksi demo di  Meksiko melakukan  pembakaran di halaman Kedutaan Israel, Protes atas kebrutalan Israel membakar pengungsi Rafah.

Dilansir TRIBUNNEWS.COM, aksi tentara Israel yang mengebom Rafah hingga menyebabkan anak-anak termutilasi dan terbakar memantik kemarahan warga di seluruh dunia.

Di Meksiko, sekelompok aktivis berdemonstrasi dengan cara yang tidak biasa.

Biasanya demonstrasi dilakukan cukup dengan meneriakkan pesan, namun demonstrasi Israel kali ini dilakukan dengan cara membakar halaman Kedutaan Israel di Kota Mexico City.

Bahkan, para demonstran berniat membakar kedutaan Israel di Mexico City.

Namun aksinya dihalangi petugas kepolisian. Sehingga akses para demonstran hanya sampai halaman gedung kedutaan Israel.

Polisi bentrok dengan pengunjuk rasa di acara ‘Aksi untuk Rafah’ di ibu kota Meksiko

Para aktivis pada hari Selasa membakar Kedutaan Besar Israel di Meksiko selama demonstrasi menentang operasi militer Israel di kota Rafah, Gaza selatan.

Pengunjuk rasa melemparkan bom molotov ke arah gedung kedutaan Israel yang dihalangi oleh barikade pasukan keamanan di lingkungan Lomas de Chapultepec, Mexico City.

Sekitar 200 orang berpartisipasi dalam demonstrasi “Aksi Mendesak untuk Rafah”, puluhan di antaranya berusaha untuk mendobrak penghalang tersebut, menurut AFP.

Video yang diunggah ke media sosial menunjukkan kebakaran berkobar di luar kompleks kedutaan.

Ada laporan yang belum diverifikasi mengenai beberapa orang yang terluka dalam kekacauan tersebut.

Kerusuhan terjadi setelah Meksiko mengajukan deklarasi intervensi dalam kasus “genosida” Afrika Selatan terhadap Israel yang melakukan genosida dan pelanggaran hukum internasional ke Mahkamah Internasional.

ICJ, badan peradilan utama Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang berlokasi di Den Haag, mengeluarkan keputusan pada hari Jumat bahwa negara Israel harus “segera menghentikan serangan militernya dan tindakan lainnya di wilayah Rafah di mana korbannya para pengungsi Palestina.

Kondisi kehidupan para pengungsi Palestina di Gaza mengalami kehancuran fisik secara keseluruhan atau sebagian.

Pada hari Minggu, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan IDF akan terus melancarkan serangannya di Rafah dengan alasan untuk menghancurkan kelompok Hamas. Namun yang mereka serang adalah pengungsi Palestina, korbannya sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan.

Butuh Aksi Mendesak untuk Rafah

Para pengunjuk rasa berupaya membakar kedutaan Israel di Meksiko atas pembantaian di Rafah.

Pengunjuk rasa pro-Palestina berpartisipasi dalam “Tindakan mendesak untuk Rafah” dan menyuarakan kemarahan mereka di kedutaan pendudukan Israel, yang dibakar oleh pengunjuk rasa dengan menggunakan bom molotov.

Para pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah polisi anti huru hara sebagai pembalasan atas tindakan keras mereka terhadap protes tersebut dengan menghalangi jalan mereka menuju kompleks dan menembakkan gas air mata kepada mereka.

Bentrokan dengan penegak hukum terjadi ketika sekelompok demonstran berusaha membongkar penghalang yang menghalangi akses mereka ke Gedung Kedutaan Israel.

Meksiko, pada hari Selasa, mengajukan deklarasi intervensi dalam kasus Afrika Selatan yang menuduh Israel melakukan “genosida” di Gaza dalam sidang di Mahkamah Internasional.

Protes serupa juga terjadi di seluruh dunia setelah serangan Israel pada Minggu malam terhadap kamp pengungsi di Rafah, yang dianggap sebagai zona aman, yang menewaskan sedikitnya 50 orang.

Tidak Ada Korban Jiwa

Polisi menghalangi aksi para aktivis kedutaan Israel dibakar

Sebanyak 18 petugas polisi Meksiko terluka akibat bom molotov yang dilemparkan ke Kedutaan Israel di Mexico City.

Aktivis anti-Israel mengklaim bahwa polisi menggunakan gas air mata, mengoperasikan alat pemadam kebakaran dan melemparkan batu ke arah para pengunjuk rasa.

Delapan belas petugas Polisi Kota Meksiko terluka oleh bom molotov dan benda-benda yang dilemparkan oleh aktivis anti-Israel ke Kedutaan Israel di sana.

Para aktivis protes sebagai tanggapan terhadap operasi militer IDF yang sedang berlangsung menyasar pengungsi di Rafah.

Enam belas petugas dilaporkan dibawa ke rumah sakit karena luka bakar dan cedera lainnya, dan dua lainnya dirawat di tempat kejadian.

Beberapa kebakaran terjadi di area kedutaan , dan lima terminal bus, beberapa tempat usaha, satu kendaraan polisi, dan bangku taman rusak.

Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan bahwa “tidak ada korban jiwa tetapi kerusakan kecil terjadi di sekitar kedutaan.”

Polisi Meksiko mengatakan para pengunjuk rasa bentrok dengan polisi yang memasang garis polisi.

Aktivis anti-Israel mengklaim bahwa polisi penjaga kedutaan Israel di sana menggunakan gas air mata, mengoperasikan alat pemadam kebakaran dan melemparkan batu ke arah para pengunjuk rasa.

“Kami menegaskan kembali solidaritas kami dengan rakyat Palestina dan semua orang yang berdemonstrasi mendukung perjuangan mereka,” kata Comité de Solidaridad con Palestina GDL di Instagram pada hari Rabu.

“Kami tidak akan berhenti berbicara menentang ketidakadilan dan penindasan, baik di sini maupun di mana pun di dunia.” (*/Sar)