17 Mei 2026

Hamas Setujui Proposal Gencatan Senjata Hasil Mediasi AS, Israel Masih Bombardir  Rafah

Gaza,KoranRakyat.co.id–  Pihak  Militer Israel masih saja mengintensifkan pengeboman di Rafah pada Senin malam, 6 Mei 2024, meski sebelumnya  Hamas telah menyetujui proposal gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS).

Kota kecil yang menjadi rumah bagi 1,5 juta pengungsi Palestina saat ini masih saja diserang dengan serangan udara dan tembakan artileri, menurut outlet berita Palestina. Beberapa orang dilaporkan tewas dan terluka.

Seorang jurnalis Palestina  seperti dilansir VIVA.co.id  melaporkan adanya suara di langit malam dan penduduk setempat melaporkan puluhan drone pengintai terbang di atasnya.

Kantor berita Wafa dan media Mesir melaporkan kendaraan militer Israel maju menuju persimpangan Rafah sisi Palestina dengan Mesir, serta persimpangan Karem Shalom dengan Israel.

 

  Serangan udara militer Israel ke kota Rafah, Palestina.  VIVA Militer/aljazeera.com

Melansir dari Middle East Eye, Selasa, 7 Mei 2024, militer Israel mengumumkan bahwa pihaknya melakukan serangan yang ditargetkan terhadap Hamas di Rafah timur.

Serangan militer di Rafah terjadi setelah Hamas mengumumkan menerima proposal gencatan senjata dari Qatar dan Mesir.

Proposal tersebut mencakup tiga tahap, dengan tahap pertama yang menyerukan penarikan penuh pasukan Israel dari koridor Netzarim dan pemulangan warga Palestina yang terlantar ke rumah mereka.

Fase kedua mencakup pengumuman penghentian operasi militer secara permanen.

Pada fase terakhir, blokade Jalur Gaza akan diakhiri sepenuhnya.

Sebagai imbalannya, Israel diperkirakan akan membebaskan tahanan Palestina dalam jumlah yang tidak ditentukan, menarik pasukannya dari wilayah tertentu di Jalur Gaza, dan mengizinkan warga Palestina melakukan perjalanan dari selatan wilayah tersebut ke utara.

Sementara negara-negara di kawasan ini, termasuk Qatar, Mesir, dan Turki, menyambut baik penerimaan proposal Hamas, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu justru mengatakan bahwa Israel terus melanjutkan invasi ke Rafah.

“Invasi ke Rafah perlu dilakukan untuk menerapkan tekanan militer terhadap Hamas, dengan tujuan mencapai kemajuan dalam pembebasan sandera dan tujuan perang lainnya,” kata Netanyahu.

 Tentara Israel saat melakukan operasi militer di Gaza, Palestina   VIVA Militer/AP

Sebagai informasi, Israel selama berbulan-bulan telah mengatakan bahwa mereka berencana untuk menyerang Rafah, kota paling selatan di Jalur Gaza, tempat lebih dari satu juta warga Palestina melarikan diri sejak dimulainya perang Israel di Gaza pada bulan Oktober.

Israel mengatakan invasi tersebut akan membantu mencapai tujuannya untuk melenyapkan Hamas, karena Israel mengklaim terdapat empat batalion Hamas di kota tersebut.

Arab Saudi Kecam Israel Soal Serangan Darat di Rafah Arab Saudi memperingatkan Israel agar tidak menargetkan Rafah dalam serangan darat dan menyebut serangan Tel Aviv bertujuan untuk mengusir paksa warga Palestina dari Gaza.(*/Sar)