20 Mei 2024

Serine Iran Meraung Tanda Resmi Serang Israel, Drone Bunuh Diri Diluncurkan

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), default quality

KoranRakyat.co.id—Pemerintahan Iran ternyata tidak hanya main gertak terhadap Israel yang selama ini tidak mengabaikan imbauan dunia agar menghentikan serangan terhadap Gaza.

Dilansir SERAMBINEWS.COM, Iran Resmi menyerang Israel pada Minggu (14/4/2024) dini hari WIB.

Ternyata Iran benar-benar menepati sumpahnya untuk balas dendam atas serangan Konsulatnya di Damaskus, Suriah.

Serangan ke Konsulat dilakukan oleh Israel hingga jenderal Iran ikut menjadi korban.

Pantauan Serambinews dari X (sebelumnya bernama Twitter) dan media-media asing, mengabarkan kepastian Iran serang Israel.

Dikutip dari Reuters, Iran meluncurkan puluhan drone ke arah Israel pada hari Sabtu waktu setempat atau Minggu dini hari WIB.

Disebutkan drone tersebut memerlukan waktu berjam-jam untuk mencapai sasarannya, kata militer Israel.

Sebuah serangan yang dapat memicu eskalasi besar antara musuh bebuyutan regional tersebut.

Disisi lain, AS berjanji untuk mendukung Israel.

Dua sumber keamanan di Irak mengatakan puluhan drone terlihat terbang dari Iran menuju Israel di atas wilayah udara Irak.

Serangan Drone yang disebut oleh Iran Press TV sebagai “serangan drone ekstensif” oleh Garda Revolusi.

Iran telah bersumpah akan membalas serangan Israel terhadap konsulatnya di Damaskus pada 1 April yang menewaskan tujuh petugas Garda Revolusi termasuk dua komandan senior.

Israel tidak membenarkan atau membantah bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Permintaan Presiden AS

Presiden AS Joe Biden, yang pada hari Jumat memperingatkan Iran agar tidak menyerang Israel setelah mengatakan skenario seperti itu akan segera terjadi, telah berjanji untuk mendukung Israel melawan Iran, kata Gedung Putih.

Seorang pensiunan jenderal Israel, Amos Yadlin, mengatakan kepada berita Channel 12 bahwa drone Iran masing-masing dilengkapi dengan 20 kg (44 pon) bahan peledak.

Militer Israel mengatakan sirene akan berbunyi di daerah mana pun yang terancam dan pertahanannya siap menghadapinya.

Israel dan negara tetangganya, Yordania, yang terletak di antara Irak dan Israel, mengatakan mereka menutup wilayah udara mereka pada Sabtu malam.

Perang Gaza antara Israel dan Hamas, yang kini memasuki bulan ketujuh, telah meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.

Bahkan menyebar ke garis depan dengan Lebanon dan Suriah dan memicu serangan jarak jauh ke sasaran-sasaran Israel dari jauh seperti Yaman dan Irak.

Sita kapal

Sebelumnya pada hari Sabtu, kantor berita IRNA yang dikelola pemerintah Iran melaporkan bahwa sebuah helikopter Garda Revolusi telah menaiki dan membawa kapal MSC Aries berbendera Portugal ke perairan Iran.

MSC, yang mengoperasikan Aries, membenarkan bahwa Iran telah menyita kapal tersebut dan mengatakan pihaknya bekerja sama “dengan pihak berwenang terkait” untuk mengembalikan kapal tersebut dengan selamat dan kesejahteraan 25 awaknya.

MSC menyewa Aries dari Gortal Shipping, afiliasi Zodiac Maritime, Zodiac mengatakan dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa MSC bertanggung jawab atas semua aktivitas kapal.

Zodiac sebagian dimiliki oleh pengusaha Israel Eyal Ofer. (*/Sar)