20 Mei 2024

Joe Biden Dikritik Peserta Buka Puasa di Gedung Putih  Gara-gara Dukung Israel

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), default quality

KoranRakyat.co.id  — Sebagai Negara non-muslim Amerika Serikat (AS) menggelar buka bersama dengan komunitas Muslim di Gedung Putih.

Sebagaimana diwartakan  TRIBUNNEWS.COM  bahwa  Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, menggelar acara buka bersama dengan komunitas Arab dan muslim di Gedung Putih pada Selasa (2/4/2024).

Banyak undangan Arab dan Muslim, termasuk para dokter, mengundurkan diri dari acara buka puasa bersama di Gedung Putih yang diserukan oleh Presiden Joe Biden.

Dokter Thaer Ahmed, yang kembali dari Gaza dan mengikuti acara tersebut memilih pergi sebagai protes atas dukungan AS atas agresi Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.

“Saya tidak bisa tinggal pada kesempatan ini sementara orang-orang terbunuh di Gaza,” kata Dokter Thaer Ahmed kepada Joe Biden.

Setelah itu, dia menyampaikan pesan kepada Joe Biden dan Wakil Presiden AS, Kamala Harris, dari Hadeel Al-Najjar, seorang anak Palestina yang mengungsi ke Rafah setelah kehilangan keluarganya dalam agresi Israel.

Surat gadis tersebut dikirimkan oleh Dokter Thaer Ahmed kepada Presiden dan Wakil Presiden AS.

Dalam surat tersebut, Hadeel Al-Najjar menceritakan kepada Joe Biden tentang pembunuhan keluarganya oleh serangan Israel.

Kini, dia mengungsi di Rafah dan takut jika tentara Israel akan menyerbu kota tersebut, yang penuh dengan lebih dari 1,4 juta pengungsi Palestina.

Setelah menyampaikan pesan gadis kecil tersebut, Dokter Thaer Ahmed mengatakan ia dan rekan-rekannya akan kembali ke Gaza pada akhir April ini untuk membantu tim medis yang bekerja di Jalur Gaza, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Joe Biden Janji akan Tolak Operasi Israel di Rafah

 Sementara itu, Washington Post melaporkan mereka yang diundang untuk menghadiri buka puasa tersebut meminta pertemuan dengan Presiden AS untuk membahas perang di Jalur Gaza dan kebijakan pemerintah AS terhadap agresi Israel.

Joe Biden dianggap gagal menggelar acara buka bersama dengan tenang, setelah banyak pemimpin komunitas Arab dan Islam di AS menolak menghadiri undangan Gedung Putih sebagai protes terhadap agresi Israel di Gaza.

Banyak undangan mengatakan mereka tidak nyaman berbuka puasa dengan Presiden Joe Biden saat warga Palestina menghadapi perang dan kelaparan di Jalur Gaza.

Sesaat acara dilaksanakan, Joe Biden mengundang banyak peserta ke pertemuan yang diperluas di Gedung Putih untuk membahas lebih lanjut pandangan mereka mengenai perang Israel.

Joe Biden mengklaim ia akan melakukan segala kemampuannya untuk mencegah lebih banyak kematian warga Palestina di Jalur Gaza.

Gedung Putih meyakinkan hadirin bahwa posisinya jelas dalam menolak operasi Israel di Rafah yang tidak memperhitungkan pengungsi.

Namun, banyak hadirin yang memilih pergi setelah mendengarkan pidato Joe Biden.

 Jumlah Korban

Sementara itu, tercatat jumlah kematian warga Palestina meningkat menjadi 32.916 jiwa dan 75.494 lainnya terluka sejak Sabtu (7/10/2023) hingga Rabu (3/4/2024), dan 1.147 kematian di wilayah Israel, dikutip dari Xinhua News.

Sebelumnya, Israel mulai membombardir Jalur Gaza setelah gerakan perlawanan Palestina, Hamas, meluncurkan Operasi Banjir Al-Aqsa untuk melawan pendudukan Israel dan kekerasan di Al-Aqsa pada Sabtu (7/10/2023).

Israel memperkirakan, ada kurang lebih 136 sandera yang masih ditahan Hamas di Jalur Gaza, setelah pertukaran 105 sandera dengan 240 tahanan Palestina pada akhir November 2023.

Sementara itu, ada lebih dari 8.000 warga Palestina yang berada di penjara-penjara Israel, menurut laporan The Guardian pada Desember 2023 lalu. (*/Sar)