Bupati Berjalan di Dalam Banjir Guna”Tengok” Warga

MENDAPAT informasi ada rumah warga yang terdampak banjir di beberapa desa dalam Kecamatan Payaraman dan Tanjung Batu, Bupati Ogan Ilir (OI), Panca Wijaya Akbar, SH langsung turun ke lokasi banjir. Bupati termuda di Sumsel ini mengunjungi beberapa rumah dengan cara “meradak” (bahasa suku Penesak, yang artinya berjalan dengan separuh badan di dalam air). Melihat Bupati Panca Wijaya Akbar basah-basahan seperti itu, maka seluruh rombongan juga ikut “meradak.” Diantaranya terlihat Camat Payaraman, Yarkudu dan Kapolsek Tanjung Batu, Sondi Fraguna.

Sebelum turun ke dalam air, Bupati Panca dengan membonceng Kades setempat terlebih dahulu naik sepeda motor, mengitari desa. Setelah itu baru ia terjun langsung ke dalam air yang lagi pasang karena curah hujan cukup tinggi.
Selain meninjau langsung, Bupati Panca Wijaya Akbar juga memberikan bantuan kepada warga korban banjir. Untuk di Desa Seri Kembang I dan Seri Kembang II tercatat masing-masing ada lebih dari 100 rumah terdampak banjir. Di Desa Seri Kembang III ada 80-an rumah. Selain itu Desa Seri Tanjung 160 rumah warga,

Menurut Bupati Panca, ia bersama camat dan kepala dinas terkait berjalan di tengah genangan air setinggi lutut hingga dada orang dewasa, sekaligus memberikan bantuan untuk warga korban banjir. “Selain meninjau banjir, saya memberikan langsung bantuan kepada warga berupa Sembako dan perlengkapan tidur,” tukasnya.
Ditambahkannya, Pemkab Ogan Ilir akan mendirikan Posko dan Dapur Umum di empat desa tersebut.

Tiga dapur umum diprioritaskan bagi wanita, Lansia dan anak-anak. Selama terjadi banjir, setiap dapur umum menyediakan 1.350 porsi makanan per hari, tutur bupati.
Pemkab Ogan Ilir akan terus berupaya menanggulangi banjir, termasuk dampak-dampak yang ditimbulkan.
“Saya instruksikan kepada dinas-dinas terkait, serta camat agar memastikan semua yang terdampak banjir harus terpenuhi sembako dan vitamin. Yang rumahnya terendam dan tidak bisa tidur, dialihkan ke tempat pengungsian ujar Bupati. (ica)
