Uang Jasa Pelayanan Mau di Kurangi, Tenaga Kesehatan RSUD Natuna Resah

KR Natuna- Sejumlah tenaga kesehatan di Rumahsakit Umum daerah kabupaten Natuna resah dengan kabar adanya pengurangan uang jasa pelayanan ynag akan diberlakukan majemen RSUD Natuna.
” Kami bingung kenapa kami yang dikorbankan, kami ini kan sudah sing malam kerja meberika oekayann ynag terbaik, dan uanag jasa pelayanan itulah reward kami, kalau hak kami ii dipotong lagi dan dikurangi dari ynag selama ini waaah, itu sangat tiak adil, tentu kami dan teman-teman menjadi resah” terang salah satu perawat kepada pewarta.
Kabar ini cepat menyebar dalam group whattsap dan media sosial, dan sejumlah erwakila menyamaikan keberatannya keada manajemen RSUD Natuna secara lisan dan tulisan,
” Kami menunggu jawaban dari pimpinan RSUD Natuna, jika kebijakan ibni diberlakuakn ya kamai mungkin akan mogok kerja” jelas salah sat erwakilan tenaga kesehatan.
Pewarta masih berupaya mengkonfirmasi Direkturudan pihak manajemen RSUD Natuan tetapi belum menerima jawaban.
Dalam keterangan yang beredar dijelaskan jika sebelumnya porsi uang Jasa pelayanan (JP)ini 50.50 maka pihak manajemen akan menyesuaikan di 2024 menjadi 40 JP untuk tenaga kesehatan dan 60 untuk jasa RSUD Natuna
Misalnya tarif BPJS yanag dibayarkan sebesar Rp 856.200 maka sesuai prosi yanag lama 550;50 maka jasa RSUD Rp428.100 dan JP Rp 48.100
Sedangkan dengan aturan baru dari manajemen yang akan di terapkan di 2024 menjadi meningkat sebesar 513720 sementara untuk JP hanya RP. 342.380
Penurunan sebesar 10 persen inilah yang dianggaop memberatkan bagi tenaga kesehatan di RSUD Natuna
” uang Jp kami ini sering tertunda pembayarannya, tidak selalu lancar tiap bulan, ini malah dikurangi
, Tahun 2023 ini yang bulan januari sampai Februai 2024 saja hingga kini belum kamai terima, eeeh malah ada kabar mau dikurangi, bikin resah aja kabar ini” jelas tenaga ksehatan lainnya.
Berikut besaran Jasa pelayanan tahaun desemberv 2023

angka jas medis per januaru 2024 menjadi 60: 40 ynag meresahkan

Bupati Natuna belum lama eval;uasi manajemen RSUD Natuna
Bupati dan Wakil Bupati Natuna, Wan Siswandi – Rodhial Huda tahun lalu melakukan Sidak ke RSUD Kabupaten Natuna, Senin (31/10/2023 ).n Untuk memastikan kebenaran informasi terkait buruknya pelayanan kesehatan di RSUD Natuna, baik dari media sosial maupun sejumlah awak media yang mendengar informasi tersebut.
“Sidak ini bertujuan untuk memeriksa fasilitas pelayanan RSUD Kabupaten Natuna. Beberapa ruangan yang menjadi fokus pemeriksaan adalah ruangan ICU, ruang rawat bedah dan ruangan operasi,”

“Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kesehatan menjadi salah satu prioritas pembangunan, kita sudah bertemu menteri untuk mengajukan fasilitas kesehatan. Insyallah tahun depan RSUD akan diberikan bantuan alat CT Scan. Upaya lain yang kita sudah lakukan adalah bekerjasama dengan beberapa rumah sakit di kota Batam, ” Ujar Wan Siswandi di hadapan awak media.
Namun kata Wan Siswandi, kalau seluruh upaya keras Bupati dan Wakil Bupati untuk meminta anggaran pusat guna peningkatan pelayanan publik tidak didukung oleh Kepala OPD terkait, maka hal tersebut tidak akan maksimal. Apalagi yang berkenaan dengan pelayanan publik.
“Karena pelayanan publik adalah wajah Bupati dan wakil bupati. Kalau pelayanan mereka tak baik kepada masyarakat, maka itu tamparan bagi muka saya dan wakil bupati,” ungkap Wan Siswandi.

Oleh karenanya, dirinya dan Rodhial Huda akan mengevaluasi kinerja Direktur RSUD Natuna dan juga Direktur PDAM yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan miring di kalangan masyarakat.
dan tak lama berselang Direktur RSUD Natuna diganti (red)
