19 April 2026

LPTQ Kabupaten/Kota Diharap Sering Gelar Pelatihan Dewan Hakim

PALEMBANG | KoranRakyat co.id—-KADER Dewan Hakim MTQ/STQH idealnya merata di setiap kabupaten/kota, karena itu kepada Ketua LPTQ kabupaten/kota agar sesering mungkin melaksanakan pelatihan/training bagi calon dewan hakim MTQ/STQH di daerahnya. Pelatihan ini hendaknya dilaksanakan secara terpadu bersama Bagian Kesra dan Kakan Kemenag setempat.

Harapan tersebut disampaikan Ketua Harian LPTQ Sumsel, Drs KH Mudrik Qori, MA saat menyampaikan sambutan pada Pembukaan Training Of Trainer (TOT) Dewan Hakim dan Panitera MTQ Provinsi Sumatera Selatan di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Palembang, Jumat sore 22 Desember 2023.

TOT Dewan Hakim ini merupakan program LPTQ Sumsel tahun 2023, diikuti sebanyak 50 peserta utusan kabupaten/kota serta dari LPTQ Provinsi. TOT ini dibuka Karo Kesra Sumsel, Dr H Sunarto, S.Sos, M.Si dan dihadiri Kabid Penais Zawa Kanwil Kemenag Sumsel, Hj Evi Zulfiana Azom, SE, M.Pdi.

Menurut Kiai Mudrik Qori, TOT ini dilaksanakan untuk membekali para dewan hakim mengenai ilmu hakim/juri MTQ/STQH, sehingga mampu mengimplementasikan ilmunya sekaligus mentransfernya ke para calon dewan hakim di daerah kabupaten/kota.

Berdasarkan pengamatan Ki Mudrik Qori, saat ini jumlah dewan hakim di kabupaten/kota belum merata. Hal tersebut terlihat saat penyelenggaraan MTQ/STQH di daerah tersebut, masih banyak yang meminta dewan hakim dari provinsi. Menurut Ki Mudrik, idealnya dewan hakim yang diminta dari provinsi, jumlahnya tidak begitu banyak. Yang harus banyak adalah hakim setempat, harap Mudrik.

Training of trainer ini menampilkan tiga narasumber yakni KH Mudrik Qori dengan materi Penilaian Tilawah Al-Quran, kemudian Ust H Agus Jaya dengan materi penilaian sistem live scoring dan ketentuan interval nilai, serta Ust H Ahmad Iskandar Zulkarnaen dengan materi penilaian fahmil quran dan hadits.

Sementara Karo Kesra Sumsel, Dr H Sunarto memberi apresiasi atas dilaksanakannya kegiatan TOT tersebut. Menurut Sunarto, diharapkan mereka yang ikut training ini, nantinya dapat menularkan ilmunya kepada calon hakim di daerahnya masing-masing.

Ditambahkannya, dewan hakim yang berkualitas sangat diperlukan, karena akan berdampak juga terhadap pemenang lomba.

Hal tersebut juga akan mendorong, munculnya pemenang-pemenang atau para juara yang makin berkualitas, yang akan bersaing di tingkat nasional. (ica)