22 Mei 2026

Pantau Karhutla Bupati Rela Naik Sepeda Motor

MASALAH Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang akhir-akhir ini banyak terjadi di Bumi Caram Seguguk Kabupaten Ogan Ilir (OI), mendapat perhatian maksimal dari Bupati Panca Wijaya Akbar, SH.

Berulang kali bupati termuda di Sumsel ini turun ke lapangan, memantau hot spot (titik api), bahkan ikut memadamkan kobaran api. Kemudian juga berulang kali menggelar rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait, supaya Karhutla dapat dihentikan.

Petugas lapangan pemadam api rutin diturunkan, baik dari BPBD, Damkar/PBK, Manggala Agni, TNI/Polri, Relawan dan Pemdes. Dan terkadang mereka harus pulang larut malam bahkan sampai dini hari.

Kemudian upaya lain juga dilakukan dengan mengajak komponen.masyarakat, termasuk para alim ulama melaksanakan sholat Istisqo (sholat minta hujan). Tujuannya tiada lain sebagai ikhtiar supaya hujan turun, sehingga Karhutla yang menyumbang asap dan mengganggu lingkungan dapat berhenti.

Tak cukup hanya itu, sang Bupati muda ini, juga turun lapangan termasuk menelusuri jalan setapak, yang hanya bisa dilintasi sepeda motor. Seperti pada hari Selasa 19 September 2023 lalu, setelah mengikuti Sholat Istisqo di Lapangan upacara Pemkab OI di Tanjung Senai, Bupati Panca Wijaya bersama Kapolres AKBP H Andi Baso Rahman, dan Perwira Penghubung Kodim, Mayor Jauharu, dengan didampingi Kadis Damkar dan Penyelamatan, Sunarto, Kalaksa BPBD, Edi Rahmat, Kadishub, Erwin Sani dan jajaran lainnya melakukan monitoring/pemantauan dan edukasi secara langsung ke desa-desa dalam kecamatan yang rawan Karhutla.

Mereka berkeliling menggunakan kendaraan roda dua menyusuri lokasi di desa-desa dalam Kecamatan yang rawan Karhutla yakni di Kecamatan Indralaya Selatan, Tanjung Batu, Indralaya Utara, Pemulutan dan Pemulutan Barat.

Hal ini dilakukan mengingat masih terpantau ada titik api di wilayah Kabupaten Ogan Ilir, baik yang disebabkan oleh oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab maupun oleh orang yg sengaja masih menggunakan metode lama dalam mengolah dan membuka lahannya, yaitu dengan cara membakar lahan. Tanpa disadari hal tersebut mengakibatkan pencemaran udara yang akhir-akhir ini sangat menganggu.

“Dalam situasi yang mendekati El Nino cuaca semakin panas seperti saat ini, terkait hal tersebut saya berharap agar masyarakat tetap waspada untuk mengantisipasi Karhutla di sekitar mereka,” pinta bupati.

Kepada seluruh masyarakat, Bupati minta untuk tidak membakar lahan dengan sengaja, karena dengan kondisi kering seperti ini, sekecil apapun api yang dibuat akan mudah menyebar.

Dalam kesempatan ini juga, Kapolres OI secara tegas langsung melakukan upaya penindakan kepada oknum masyarakat yang kedapatan masih melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar lahan. Bahkan Kapolres juga langsung turun secara bersama tim Sabara dan Reserse yang siap dan sigap melakukan penindakan di tempat.

Dalam sela-sela monitoring dan meninjau lokasi kebakaran, bersama Kapolres Ogan Ilir, AKBP Andi Baso Rachman menekankan bahwa Kepala Desa harus proaktif dan akan dimintai klarifikasi serta pertanggung jawabannya, jika masih ada kedapatan warganya yang membakar lahan. Dengan demikian diharapkan Kades benar-benar proaktif dalam upaya pencegahan lahan di wilayahnya masing-masing.

Adapun rute peninjauan dan monitoring Karhutla melalui 4 Kecamatan yang dilakukan bupati dan rombongan, dimulai dari Tanjung Senai, terus menelusuri jalan menuju ke Desa Sejaro Sakti, Tebing Gerinting, Tanjung Lubuk, Beti, Meranjat Ilir, Meranjat 1, Burai, Tanjung Baru, Payakabung, Parit, Lorok- Pulau Kabal- Tanjung Pule- Sungai Rambutan, hingga ke wilayah Kecamatan Pemulutan dan Pemulutan Barat. (ica)