Hanny Bibit Potensial Cabang Tahfiz 30 Juz

LUBUKLINGGAU | KoranRakyat co.id – TEPUK tangan secara spontan dari sejumlah pengunjung lomba cabang Tahfiz Al-Qur’an 30 juz STQH XXVII Provinsi Sumsel di Masjid Al-Baari’ Lubuklinggau, takjub atas penampilan Hanny Virginia Anggraini (10 tahun).
Hanny putri kedua dari pasangan Bapak Iwan Susanto dan Ibu Indira, ikut STQH tingkat provinsi untuk pertama kali. Ia berasal dari Desa Penandingan Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muaraenim. Hanny diutus mengikuti STQH Provinsi Sumsel di Kota Lubuklinggau ini, setelah memenangkan cabang tahfiz 30 juz tingkat Kabupaten Muaraenim. Ia merupakan utusan Kabupaten Muaraenim.
Menurut sang ayahanda, anak keduanya tersebut belajar menghafal Alquran langsung dengan dirinya, yang bertindak sebagai guru. Iwan mengaku dulu pernah mondok di Ponpes Nurul Islam Desa Sribandung Kabupaten Ogan Ilir (OI).
Menurutnya Hanny mulai menghapal Alquran sejak umur 7 tahun, dan alhamdulillah dalam kurun waktu 2 tahun, ia telah hapal 30 juz. Saat ini setiap hari, Hanny selalu mengulangi bacaannya 3 juz per hari, ujar Iwan.
Menurut Iwan yang hadir mendampingi Hanny di arena lomba, saat ini anaknya tersebut masih sekolah umum, SD. Belum mondok. Tapi selepas SD, Hanny baru direncanakan untuk mulai belajar di pondok pesantren.
Sekretaris LPTQ Sumsel, Ust H Agus Jaya, Lc, M.Hum yang sempat menyaksikan penampilan Hanny, bersyukur karena Hanny dinilainya sangat potensial. “Bacaannya bagus, tajwid dan fashahanya masuk,” ujar Agus.
Agus Jaya sangat gembira, karena kehadiran Hanny semakin memperkaya bibit-bibit cabang Tahfiz Quran di Sumsel. Apalagi kendati usianya masih tergolong anak-anak, tapi mampu dan pede bersaing dengan mereka yang lebih tua, ujar Agus Jaya. (ica)
