PLN ULP Indralaya Semakin Responsif

INDRALAYA | KoranRakyat co.id – KONDISI listrik yang “byar pet” di wilayah kerja Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Indralaya Kabupaten Ogan Ilir (OI) masih saja terjadi, kendati frekwensinya terus berkurang. Hal ini dikarenakan ULP Indralaya yang daerah kerjanya meliputi sebagian besar wilayah OI, terus berbenah dengan semakin responsif bila ada laporan masyarakat mengenai padamnya aliran listrik.
Seperti terpantau di gruf Waths App PLN – Pers, setiap ada informasi mengenai listrik padam/mati, Kepala ULP PLN Indralaya, Dedi Mulyadi dan Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Indralaya, Sanggam P Sinaga beserta stafnya, langsung respon melakukan pengechekkan dan mengirim petugas ke lokasi. Ada yang segera teratasi, namun ada juga yang menunggu agak lama. Pelayanan yang semakin responsif ini, mendapat apresiasi positif dari anggota gruf WA tersebut.
Menurut Manajer PLN UP3 Indralaya, Sanggam P Sinaga, pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan, diantaranya responsif atas informasi yang masuk. Memang di beberapa daerah masalah keandalan listrik masih menjadi tantangan pihaknya, ujar Sanggam beberapa waktu lalu.
Hal yang sama juga dikatakan Dedi Mulyadi. Ditambahkan Dedi, ULP Indralaya daerah kerjanya meliputi sebagian besar wilayah OI yakni Kecamatan Indralaya, Indralaya Selatan, dan Indralaya Utara termasuk beberapa desa dalam Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muaraenim.
Kemudian juga meliputi sebagian besar Kecamatan Pemulutan Barat, sedangkan Kecamatan Pemulutan masuk wilayah kerja PLN Palembang. Selanjutnya Kecamatan Pemulutan Selatan, Rantau Panjang, Tanjung Raja, Rantau Alai dan Lubukkeliat. Lalu Kecamatan Tanjung Batu, Payaraman, Muarakuang, dan sebagian Kecamatan Rambang Kuang, ujar Dedi.
Sedangkan untuk Kecamatan Sungai Pinang dan Kandis masuk daerah kerja PLN Kayuagung. Begitu juga untuk beberapa desa dalam Kecamatan Rambang Kuang seperti Desa Tanjung Miring, Kayuara, Tangai dan Desa Sukananti masuk daerah kerja PLN Prabumulih, ujar Dedi lagi.
Menurut Dedi guna memberikan pelayanan kepada masyarakat bila ada gangguan listrik, pihaknya telah membentuk 5 tim yang anggotanya 2 – 3 orang. Tim tersebut menempati Posko di Indralaya, Sungai Lebung Pemulutan Selatan, Tanjung Raja, Tanjung Batu dan Muarakuang.
Baik Sanggam maupun Dedi bertekad untuk senantiasa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Karena itu keduanya mengharapkan kerjasama, dengan memberikan informasi yang akurat dan cepat bila ada gangguan listrik. Laporan pelanggan tersebut bisa menggunakan PLN Mobile, ujar Dedi.
Menurut mereka, pemadaman listrik tersebut, ada yang memang dilakukan karena ada pemeliharaan jaringan. Dan untuk pemadaman kategori ini ada pemberitahuan/pengumuman, dengan waktu yang telah ditentukan. Di luar itu juga ada padamnya listrik karena gangguan, baik akibat alam maupun oleh hal lainnya. (ica)
