Basnaz Sumsel Raih Penghargaan ‘Basnaz Award 2023’ Kategori 4 Terbaik Nasional

JAKARTA | Koranrakyat.co.id — Badan Amil Zakat Nasional (Basnaz) Provinsi Sumsel, menerima penghargaan berupa “Bansnaz Award 2023” dengan kategori 4 Terbaik secara nasional, dari Kepala Baznas RI Prof KH Noor Ahmad, di Puri Agung Hotel Grand Sahid Jakarta, Selasa (21/3/2023).
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Basnaz Sumatera Selatan, H. Najib Haitami, bersamaan dengan beberapa Ketua Baznas daerah lainnya, termasuk pemberian penghargaan kepada sejumlah Kepala Daerah yang dinilai sangat mendukung pengelolaan zakat di daerah masing-masing. Salah satunya adalah Walikota Palembang, Harnojoyo, dengan kategori Walikota Pendukung Utama Pengelolaan Zakat terbaik di Indonesia.
Acara pemberian Basnaz Award 2023 ini, dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI, K.H. Ma’ruf Amin dan dihadiri seluruh kepala daerah serta seluruh utusan Basnaz di Indonesia, dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-22 Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Dalam acara tersebut, Wapres Ma’ruf Amin juga berpartisipasi dalam Program Menulis Al-Qur’an sebagai Tarhib menyambut Ramadan 2023.
Najib Haitami, kepada koranrakyat melalui kontak whatapps, mengatakan adapun prestasi yang dinilai dan melatari perolehan Basnaz Award 2023 antara lain, berupa penilaian terhadap laporan keuangan, kinerja . laporan operator, serta penggunaan teknologi digital.
Selain itu, sebelumnya Bansnaz Sumsel juga menerima penghargaan Award dari Gubernur Sumsel H. Herman Deru sebagai pemdukung utama pengelolaan zakat di Sumsel. Dan yang tak kalah penting adalah, pemberian penilaian Wajar Tanpa Pengeculian (WTP) terhadap kinerja keuangan dari akuntan publik pada tahun 2022 lalu.
Peduli Sosial
Selain mengelola dana zakat, Basnaz Sumsel secara rutin melakukan kegiatan sosial berupa membagikan santunan kepada masyarakat yang terkena musibah. Seperti yang dilakukan baru-baru ini, menurut Najib Haitami, pihaknya menyalurkan bantuan pangan dan pakaian kepada korban banjir di Kabupaten Lahat. Bahkan, mendirikan beberapa dapur umum untuk para korban yang tertimpa musibah.
Tahun 2022 lalu, Basnaz Sumsel juga telah membagikan 35.000 paket Sembako untuk mustahiq. Bantuan tersebut diserahkan kepada unit pengelola zakat (UPZ) di dinas-dinas provinsi, BUMD dan BUMN.
Dikatakan, tahun ini Basnaz Sumsel akan membagikan paket bantuan lebih besar lagi. Sasaran bantuan diberikan kepada panti asuhan, rumah tahfiz, dan kaum dhuafa lainnya. ”Kita bagikan beras 5 kg dan beberapa jenis bahan pangan lainnya sebanyak 3.650 paket,” ujarnya.
Najib juga mengatakan pihaknya, agak sedikit berhati-hati dalam menyalurkan bantuan, karena sekarang ini memasuki tahun politik. Penyaluran bantuan akan dilakukan sedikit selektif, dan kami setiap tahun diaudit akuntan publik dari Jakarta. Tahun lalu kita juga membagikan 4.000-an paket tapi memang kita tidak publikasikan,” ujarnya
Berbicara mengenai program, Najib menjelaskan Basnaz Sumsel memiliki 5 program. Yakni program pendidikan (Sumsel Cerdas), Program Kesehatan (Sumsel Sehat ), Sumsel Peduli (berupa pemberian paket, bedah rumah, bantuan bencana alam ). Sumsel Taqwa (Kegamaan) seperti membantu marbot, medjid, da’i pedesaan, muallaf pondok, dan program Sumsel Makmur (modal usaha, dll). Ke lima peogram tersebut merujuk ke asnab 8.
Setiap hari Basnaz Sumsel juga melayani warga tidak mampu yang sakit. Terhtiung sudah 7 warga yang sakit dibantu dirujuk ke RSCM Jakarta. Alhamduliiah 6 org sehat, tapi seorang meninggal dunia. Selain itu Basnaz juga membantu mahasiswa yang benar-benar miskin.
”Minggu tadi mahasiswa dari OKU selesai seleksinya, besok dibawa ke Palembang untuk tes di UIN Jakabaring, lanjut jum’at tes wawancara. Jika lulus baru dibantu untuk biaya kuliahynya sampai 8 semester.” urai Najib.
Ekosistem
Sementara itu, Wapres Ma’ruf Amin dalam sambutannya, mengatakan ibarat makhluk hidup Baznas memerlukan ekosistem yang baik. “Dengan Baznas Award penghimpunan, pengelolaan dan penyaluran kebermanfaatan zakat diharapkan semakin meningkat,” ujarnya.
Wapres Ma’ruf Amin juga menekankan bahwa semua aktivitas zakat sudah seharusnya dikelola secara profesional dan amanah. Sebagai lembaga pengelola zakat nasional sudah seharusnya Baznas berperan aktif dalam mengoptimalkan ekosistem dan pengelolaan zakat secara nasional.

Ia juga berpesan agar Baznas mampu berkolaborasi dan bersinergi dengan masing-masing komponen ekosistem zakat dan stakeholder lainnya guna penguatan pengelolaan zakat nasional. “Pemerintah sudah berkomitmen dengan mendorong pelaksana zakat melalui Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS),” imbuh Ma’ruf Amin.
Ketua Baznas RI KH Noor Achmad menyampaikan, Baznas Award merupakan upaya untuk mengapresiasi aktivitas perzakatan yang ada di Indonesia. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden dan Wakil Presiden RI yang telah ikut mensosialisasikan zakat ke berbagai daerah sehingga menghasilkan peningkatan zakat antara 30-35%.
Noor menambahkan, selama pandemi covid-19, peningkatan masyarakat berinfak dan bersedekah begitu luar biasa bahkan melebihi 40%, dan kebanyakan dari kalangan anak-anak muda.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para muzaki di seluruh Indonesia. Zakat, infak, dan sedekah mereka dinantikan oleh masyarakat yang membutuhkan. Jika kita bersama-sama meningkatkan zakat, kita bisa mengentaskan kemiskinan ekstrem di Indonesia,” pungkasnya. (hm)
