5 Agustus 2026

Bupati Cik Ujang Hadiri Peringatan Harlah Satu Abad NU

LAHAT | Koranrakyat.co.id – Peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU), Minggu ( 19/02/2023), digelar di Masjid Agung Al Muttaqien Kabupaten Lahat. Kegiatan  harlah ini disekaligus memperingati Isra Mi’raj 1444 H.  Ribuan Nahdiyin dari berbagai penjuru desa dan kecamatan di Lahat tampak hadir memeriahkan suasana.

Di panggung perhelatan tampak pula Bupati lahat Cik Ujang SH, Ketua PKK nyonya Lidyawati, Sekda Chandra ,SH.,MM.Ketua Pimpinan Cabang NU Lahat, Des H Taufikurrahman, kepala Badan, Kepala Dinas, dan para tamu undangan

Ketua Pimpinan Cabang (PC) NU Kabupaten Lahat, Drs H Taufikurrahman mengatakan, khususnya para ulama atas bantuan dari Bupati Lahat, Cik Ujang SH yang telah diserahkan sumbangsih seragam kepada pengurus NU di seluruh kecamatan.

Perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat terhadap organisasi NU, begitu tinggi sekali dan ini akan terus menyelaraskan terhadap program kerja,”

Kemudian kontribusi nyata bagi berlangsungnya kemerdekaan RI dan pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia, termasuk membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan Undang-undang Dasar (UUD) 1945.

Sambung H Taufikurrahman, para santri dapat menjelma sebagai warga Nahdayin dalam ikut berpartisipasi, membantu pembangunan khususnya di Kabupaten Lahat.

Bergerak dan berkontribusi dalam memajukan Lahat dan penjuru Indonesia, untuk menjaga Ukhuwah Islamiah dan bersinergis kepada Pemkab Lahat,” ujarnya

Dirinya berharap, kedepan nya PC NU Kabupaten Lahat akan semakin besar dan terdepan, untuk membantu Bumi Seganti Setungguan lebih baik lagi.

Dari program kerja inilah kader PC NU Lahat, mampu mengerakkan motor kehidupan berbangsa dan bernegara,” harapannya

Sementara itu, Bupati Lahat, Cik Ujang SH mengemukakan, mewujudkan Lahat berdaya saing, maju dan sejahtera serta Lahat Bercahaya.

NU senantiasa konsisten membela UUD 1945, NKRI, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika ditengah perubahan jaman,” katanya

Peran strategis para kiyai, sambung dia, para santri ikut membantu dalam pembangunan, begitu terlihat nyata sekali, sehingga mengerakkan roda perekonomian.

Santri tidak hanya paham agama semata, melainkan melek digital, berusaha untuk memanfaatkan peluang sebaik mungkin,”

Cik Ujang menambahkan, saat ini jaman digital jangan sampai ketinggalan, lukisan pesantren ada di Singapura untuk membuka teknologi informasi. Terpenting dapat bersaing dengan negara maju.

Jiwa nasionalisme untuk ditingkatkan membantu Indonesia, lihat saja, jalur ponpes diterima di TNI, Polri dan BUMN, sehingga mereka bisa membantu keluarga khususnya di Kabupaten Lahat,” tutupnya. (Sistri)