Danau Toba Makin Menawan

Sisi Lain HPN 2023
Oleh : Drs H Iklim Cahya, MM (Wartawan Sumsel)
PERINGATAN Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2023 di Medan Sumatera Utara, 7 – 10 Februari 2023, bukan hanya mengupas soal perkembangan dunia jurnalistik terkini. Seperti menyangkut soal harapan dan tantangan pers, tapi juga ada sisi lain yakni mempromosikan potensi Provinsi yang saat ini dipimpin oleh Gubernur Edy Rahmayadi itu.
Seperti HPN sebelum-sebelumnya, selain para wartawan dari seluruh penjuru tanah air, sejumlah pejabat penting juga hadir disini. Tentu ini menjadi daya tarik HPN setiap tahunnya. Presiden Jokowi pun tak ketinggalan, bahkan presiden mengajak sejumlah tokoh pers untuk makan durian Medan di “Si Bolang Durian”, tempat makan durian paling ramai dan enak di Kota Medan. Tentu bukan sekadar makan durian, namun Presiden Jokowi pun mendengar masukan seputar dunia pers dan pembangunan di Sumut dan Kota Medan. Suasana pun berlangsung cair ala Jokowi.
Bukan hanya Presiden Jokowi yang makan durian bersama jurnalis di tempat ini. Tapi juga banyak pejabat lainnya, termasuk Bupati Ogan Ilir (OI) Sumsel, Panca Wijaya Akbar SH yang “menjamu” wartawan asal OI yang ikut hadir di Medan merayakan HPN. Kehadiran Bupati Panca Wijaya Akbar yang datang ke HPN Medan, menunjukkan bahwa ia termasuk pejabat yang dekat dengan insan pers.
Selain makan durian di *Si Bolang Durian”, Bupati Panca Wijaya juga menjamu wartawan OI sarapan Soto khas Medan.
Selain sisi “serius” menyangkut perkembangan pers terkini. Panitia HPN juga merancang pers tour ke Danau Toba (Toba Lake), danau terbesar dan indah di Asia Tenggara. Alhamdulillah saya bersama sejumlah wartawan dari berbagai daerah di Indonesia, bisa ikut dalam pers tour yang dikomandoi langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari.
Perjalanan dari Medan ke Danau Toba, di tempuh sekitar 4 jam menggunakan bus dengan kecepatan sedang. Berangkat pukul 14.30 Wib dari Hotel Mercure Medan, dan tiba pukul 19.30 di hotel Khas Parapat, yang terletak di tepian Danau Toba. Waktu tempuh sekitar 4 jam ini sudah dikurangi waktu rehat di dua tempat sekitar 1 jam.
Perjalanan dari Medan hingga ke Tebing Tinggi melalui jalan tol. Selepas Kota Tebing Tinggi, bus melewati jalan biasa, karena tol Tebing Tinggi – Toba belum selesai.
Di Pematang Siantar bus berhenti di sebuah toko merk “Paten”, tokooleh-oleh khas Siantar, yang namanya rada aneh…Tong-tong, Ting-ting, Tung-tung, Teng-teng. Para penjual bila dilihat dari wajahnya adalah WNI keturunan. Namun produk yang dijual ini ada label halal dari MUI. Produk makanan tersebut kebanyakan terbuat dari sagu/gandum dan kacang-kacangan. Aku pun ikut mencicipi makanan tersebut.
Setelah Siantar, jalan yang dilalui menuju Danau Toba, mulai berliku dan naik turun. Disini pengemudi dituntut ekstra hati-hati. Di beberapa kawasan yang dilalui juga terlihat warung makan, diantaranya terlihat tulisan BPK, B2 dan B1. ” Kalau yang ada tulisan seperti itu, itu bukan untuk orang muslim,” ujar Endro, gaet yang mendampingi di bus yang saya tumpangi.
Endro pun menjelaskan kepanjangan dan maksud tulisan tersebut. Kami memang beruntung ditemani guide seperti Endro, karena wawasannya luas dan punya joke-joke segar yang mengundang tawa.
Sesampai di hotel Khas Parapat Kecamatan Parapat Kabupaten Simalungun, yang terletak di tepi Danau Toba, rombongan pers tour disambut dengan tarian khas Tapanuli (Batak), dan tak lupa dikalungi ulos (selendang). Setelah itu lanjut jamuan makan malam, yang diiringi musik dengan lagu-lagu Tapanuli dan nasional. Salah seorang teman kami, Bang Reza yang juga ada darah Bataknya, sempat membawakan dua buah lagu, dan tentu ia didampingi penyanyi setempat yang cukup cantik.
Setelah menginap satu malam, usai makan pagi, kami diajak naik kapal wisata ke Pulau Samosir yang termasuk Kabupaten Samosir. Perjalanan di kapal tersebut sekitar satu jam, sampai di Pelabuhan Siallagan Desa Ambarita.
Sebagai informasi Danau Toba yang memiliki panjang 100 Km dan lebar 30 Km, dengan kedalaman sekitar 508 meter, wilayahnya meliputi beberapa kabupaten, antara lain Simalungun, Toba, dan Samosir.
Di Samosir ini masih di wilayah kampung Siallagan, kami diajak ke objek wisata budaya yang terdiri dari rumah-rumah adat Samosir. Area ini dulu dihuni Raja dan di tempati ini juga ada tempat penyekapan dan persidangan, atas orang-orang yang melanggar hukum. Seorang yang mengelola objek wisata budaya ini, menjelaskan detail sejarah lokasi yang dikenal dengan nama Huta Siallagan ini. Di akhir acara, rombongan pers tour diajak menari bersama tari Sigale-gale.
Danau Toba yang termasuk kawasan Bukit Barisan ini, terlihat terus berbenah dan makin menawan, karena danau ini termasuk ke dalam program super prioritas nasional untuk dikembangkan. Sejumlah pentas dan kegiatan berskala nasional dan internasional, digelar di danau yang berair tawar nan jernih ini. Termasuk dalam waktu dekat, 24 – 26 Februari 2023, digelar F1PowerBoat…semacam balap motor boat tingkat dunia.
Alhamdulillah kedatangan saya di Danau Toba ini, untuk yang kedua kalinya, setelah yang pertama tahun 2008. Danau Toba merupakan danau terbesar di negeri kita bahkan di Asia Tenggara. Cocok untuk berlibur, bersantai, dan refreshing bersama keluarga, patner, serta teman dan kolega. Tentu juga disini bisa untuk melakukan olahraga air, untuk jogging, dan juga untuk seminar, selain berlibur ria. Setiap tahun banyak agenda yang digelar di danau toba seperti festival bunga, festival tenun ulos, dan Samosir music festival. Juga disini banyak sekali spot-spot indah untuk dinikmati seperti air terjun, taman bunga, dan wisata budaya. Karena itu sempatkanlah untuk datang ke Danau Toba.(Iklim Cahya, wartawan Sumsel).
