13 Juni 2026

Calon Kades Harus Siap Kalah

INDRALAYA| KoranRakyat co.id – SEBELAS hari menjelang pelaksanaan Pilkades serentak gelombang I di Kabupaten Ogan Ilir (OI), yang dijadwalkan tanggal 15 Oktober 2022, sebanyak 588 orang calon kepala desa (Cakades) dari 172 desa di OI, mengikuti Deklarasi Pilkades Damai yang dipusatkan di halaman depan Mapolres OI, Selasa 4 Oktober 2022.

Selain dihadiri Bupati Panca Wijaya Akbar dan Kapolres AKBP Andi Baso Rahman, juga dihadiri pejabat OI lainnya. Tema dan tagline yang dimasyarakatkan saat Apell Cakades ini adalah ” Calon Kades Harus Siap Kalah dan Siap Menerima Kekalahan.”

(ist)

Bupati Panca Wijaya Akbar meminta panitia Pilkades dan seluruh calon kades bersama para pendukungnya, untuk menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga Pilkades dapat berlangsung lancar dan sukses. ” Jaga nama baik keluarga, desa dan daerah,” harap Bupati.

Untuk itu Panca juga menekankan kepada panitia, supaya menjaga netralitas dan menjalankan tugas sebaik-baiknya. Apa yang menjadi larangan selama proses Pilkades harus dicegah dan ditangkal sedini mungkar, pinta Bupati termuda di Sumsel ini.

Ia juga minta kepada cakades dan timnya supaya tidak melakukan money politic, memobilisasi massa, kampanye hitam dan mekakukan intimidasi terhadap masyarakat. Hal-hal inilah yang bisa memicu keributan, tegasnya.

Sementara Kapolres OI, Andi Baso Rahman mengatakan, pihaknya menyiapkan 360 personel untuk mengamankan Pilkades yang dilaksanakan serentak di 172 desa dalam wilayah OI. Adapun personel tersebut berasal dari Polres OI, BKO dari Polres terdekat, Brimbo, dan juga dari Polsek.

Kapolres juga berharap peran dari tokoh-tokoh masyarakat, untuk ikut membantu sehingga jalannya Pilkades aman dan sukses. Kapolres minta kalau ada indikasi yang dapat membuat suasana tidak kondusif supaya segera memberitahukan kepada pihaknya.

Menurut catatan Koran Rakyat co.id, kendati belum tentu terkait proses Pilkades, sudah ada dua kejadian yang menjadi perhatian publik. Pertama terbunuhnya Arpani, cakades di Desa Betung II Kecamatan Lubukkeliat yang sampai sekarang belum terungkap. Lalu yang kedua dianiayanya salah seorang eks panitia pilkades di Kecamatan Pemulutan Selatan. Pelakunya sudah ditangkap oleh pihak kepolisian.

Terkait pernyataan Bupati Panca Wijaya Akbar, yang meminta agar Cakades dan tim tidak melakukan money politic (politik uang), Mantan Ketua DPRD OI, Drs H Iklim Cahya MM menyarankan, supaya sejak sekarang dilakukan pemantauan dan pengawasan secara ketat di desa-desa yang akan melaksanakan Pilkades. Pengawasan ini dengan melibatkan anggota Polri, TNI, Pemerintah Kecamatan, Dinas PMD, Bawaslu, Toga/Tomas, serta relawan yang bersedia. Supaya terarah maka sebaiknya dikoordinir oleh Kapolsek setempat, ujar Iklim. (ica)