27 September 2022

Roadshow Bupati Natuna Temui Menkses Untuk Naikan Type RSUD Menjadi Type ” B”

 KR Natuna= Bupati Natuna , Wan Siswandi memprioritaskan sektor pelayanan  kesehatan bagi masyarakatnya. Hal ini terlihat dari keinginannya untuk menjadikan RSUD Natuna menjadi tipe “B ” agar sarapras menjadi lebih lengkap.

Untuk mencapai target tersebut, Wan Siswandi didampingi Sekda Natuna, Boy Wijanarko dan Kadis Kesehatan Hikmat Aliansah membawa pengajuan tersebut dan disampaikan langsung kepada Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi dan Sesdirjen Yankes, Azhar Jaya di Kantor Kemenkes Jakarta, Kamis (2/6).

Dalam pertemuan tersebut, Wan Siswandi mengutarakan kepada Menkes, bahwa Natuna yang letak geografisnya berada di perbatasan wilayah NKRI  dan jauh dari kota lain hanya memiliki Rumah Sakit daerah dengan tipe C berkapasitas 100 tempat tidur dan kekurangan dokter spesialis.

“Harapan kami, RSUD Natuna menjadi tipe B, yang lengkap dengan sarana dan prasarana medis, agar masyarakat Natuna dapat berobat di Natuna saja tanpa harus dirujuk ke luar daerah,” ungkap Wan Siswandi kepada Menkes Budi Gunadi.

Untuk menjadikan RSUD Natuna dari tipe C menjadi tipe B, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh RSUD Natuna, seperti penambahan ruang inap pasien dari 100 tempat tidur menjadi 200 tempat tidur, kelengkapan peralatan kesehatan, obat-obatan dan yang terpenting adanya beberapa dokter spesialis.

“Oleh sebab itu saya menjumpainya bapak Menkes Budi Gunadi untuk meminta pihak Kemenkes membantu memenuhi syarat-syarat yang diperlukan oleh RSUD agar bisa menjadi tipe B. Kalau sudah tipe B, masyarakat yang sakit parah tidak perlu harus jauh-jauh dirujuk di rumah sakit lain,” ungkapnya.

Selain itu, kata Wan Siswandi, hal ini juga untuk persiapan kedepan mengingat akan bertambahnya prajurit TNI yang bertugagas di Natuna, sehingga RSUD harus memadai untuk mendukung sektor pertahanan tersebut.

“Alhamdulillah, apa yang kami ajukan disambut baiik oleh Pak Menteri, dan hal ini menjadi program prioritas Kemenkes untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah-wilayah terluar NKRI,” terang Wan Siswandi.

Untuk tenaga medis, Bupati Natuna juga minta sharing dengan anggaran Kemenkes agar tidak terlalu menjadi beban daerah.

Berikut ini perbedaan type Rumah Sakit A,B, C, dan D.

Rumah sakit dikelompokkan berdasarkan fasilitas dan kemampuan pelayanan menjadi tipe umum dan khusus.

Semua hal tentang pembagian tipe rumah sakit telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 340/Menkes/Per/III/2010.

Mengenal Tipe Rumah Sakit Umum. Masih dalam peraturan yang sama di Pasal 4 disebutkan klasifikasi rumah sakit umum dibagi menjadi berdasarkan fasilitas dan kemampuan pelayanannya, yaitu Rumah Sakit Umum Kelas A, Rumah Sakit Umum Kelas B, Rumah Sakit Umum Kelas C, Rumah Sakit Umum Kelas D.

1. Rumah Sakit Umum Kelas A.

Untuk rumah sakit kelas A harus memiliki fasilitas dan kemampuan pelayanan medik, paling sedikit 4 medik spesialis dasar, 5 spesialis penunjang medik, 12 medik spesialis lain, dan 13 medik subspesialis.

Selain itu, peralatan radiologi dan kedokteran nuklir harus memenuhi standar sesuai dengan ketentuan undang-undang.

Pasien bisa menikmati layanan pelayanan medik umum. Pelayanan gawat darurat, pelayanan medik spesialis dasar, pelayanan spesialis penunjang medik, pelayanan medik spesialis lain

Pelayanan medik spesialis gigi mulut, pelayanan medik subspesialis, pelayanan keperawatan dan kebidanan, pelayanan penunjang klinik, dan pelayanan penunjang non klinik.

2. Rumah Sakit Umum Kelas B.

Untuk rumah sakit kelas B, disediakan fasilitas dan kemampuan pelayanan medik paling sedikit 4 spesialis dasar, 4 spesialis penunjang medik, 8 spesialis lainnya, dan 2 subspesialis dasar.

Masyarakat bisa mendapatkan fasilitas seperti pelayanan medik umum, pelayanan gawat darurat, pelayanan medik spesialis dasar, pelayanan spesialis penunjang medik, pelayanan medik spesialis lain.

Kemudian pelayanan medik spesialis gigi mulut, pelayanan medik subspesialis, pelayanan keperawatan dan kebidanan, pelayanan penunjang klinik, serta pelayanan penunjang non klinik.

3. Rumah Sakit Umum Kelas C.

Rumah sakit umum kelas C lebih membatasi pelayanan mediknya, yang mana paling sedikit menyediakan 4 medik spesialis dasar dan 4 spesialis penunjang medik.

Masyarakat bisa menikmati pelayanan medik umum, gawat darurat, medik spesialis dasar, spesialis penunjang medik.

Kemudian medik spesialis gigi mulut, keperawatan dan kebidanan, serta pelayanan penunjang klinik dan non klinik.

4. Rumah Sakit Umum Kelas D.

Pada rumah sakit umum kelas D sedikitnya tersedia 2 pelayanan medik spesialis dasar, dengan fasilitas dan kemampuan pelayanan.

Meliputi pelayanan medik umum, gawat darurat, medik spesialis dasar, keperawatan dan kebidanan, serta pelayanan penunjang klinik dan non klinik.

Rumah sakit umum memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit. Sedangkan rumah sakit khusus memberikan pelayanan utama pada satu bidang atau jenis penyakit tertentu berdasarkan ilmu, golongan umur, organ atau jenis penyakit.

Selain itu, peralatan radiologi dan kedokteran nuklir harus memenuhi standar sesuai dengan ketentuan undang-undang.

Pasien bisa menikmati layanan pelayanan medik umum. Pelayanan gawat darurat, pelayanan medik spesialis dasar, pelayanan spesialis penunjang medik, pelayanan medik spesialis lain.

Pelayanan medik spesialis gigi mulut, pelayanan medik subspesialis, pelayanan keperawatan dan kebidanan, pelayanan penunjang klinik, dan pelayanan penunjang non klinik.

Bupati Natuna, usai bertemu Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa untuk meningkatkan tipe RSUD Natuna dari tipe C menjadi tipe B mendapat respon positip dari Kementerian Kesehatan.

” Alhamdulillah, apa yang kami ajukan disambut baik oleh Pak Menteri, ucapnya.

Bahkan, kata Siswandi, pengajuan ini menjadi program prioritas Kemenkes untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah-wilayah terluar NKRI.

Dia berharap, kepada Menteri Budi Gunawan agar RSUD Natuna cepat menjadi tipe B, agar masyarakat Natuna dapat berobat di Natuna saja tanpa harus dirujuk ke luar daerah, pintanya.

Menurut Siswandi, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, seperti penambahan ruang inap pasien dari 100 tempat tidur menjadi 200 tempat tidur.

Kelengkapan peralatan kesehatan, obat-obatan dan yang terpenting adanya beberapa dokter spesialis.

Dengan perubahan RSUD menjadi tipe B, juga akan mendukung persiapan kedepan mengingat ribuan prajurit TNI akan ditugaskan di Natuna.

Dengan fasilitas pelayanan kesehatan di RSUD jauh lebih layak dan memadai untuk mendukung sektor pertahanan di wilayah perbatasan NKRI. (red)

Lewat ke baris perkakas