Tim Reskrim Muara Enim Bekuk 3 Tersangka Pembunuh Pemuda Ujan Mas

MUARA ENIM | Koranrakyat.co.id – Naas dialami Khisrah Fianzah (21), pemuda asal Ujan Mas, Sabtu pekan lalu, sekitar pukul 03.00 Wib. Ia tewas dikeroyok sejumlah pemuda, dengan luka tusuk di bagian dada.

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono SIK MH dalam konferensi pers di Mapolres Muara Enim, selasa (28/1/2020) menjelaskan, peristiwa bermula ketika Khisrah Fianzah hendak pergi menonton orgen tunggal, di sebuah pesta pernikahan di Desa teluk lebuk kecamatan Gunung Megang Kabupaten Muara Enim. Saat itu korban bertemu para tersangka dan terjadi cekcok mulut lalu terjadilah perkelahian.

Karena perkelahian tak imbang, korban pun diseret para pelaku ke depan rumah Kades Teluk Lubuk tepatnya di teras depan rumah Kades. Disinilah korban ditusuk salah seorang pengeroyok menggunakan senjata tajam jenis pisau. Pelaku diketahui bernama Jumuah (43).

Lebih jauh Kapolres Afner mengatakan korban sempat dibawa warga yang melihat kejadian, ke Puskes Cinta Kasih untuk dilakukan perawatan. Namun nyawa korban tidak tertolong lagi dan korban di nyatakan meninggal dunia. Ungkapnya.

Atas kejadian tersebut Lanjut Afner, tim rajawali Reskrim Polres Muara Enim bersama tim Trabazz Polsek gunung megang akhirnya bergerak cepat dan berhasil mengungkapkan 4 pelaku pembunuh dan mengaman 3 pelaku dan 1 DPO Burhan (21) aktor utama pengeroyokan yang menyebabkan korba Khisrah Fianzah meninggal dunia.

Para pelaku yang berhasil diamankan berinisial RA (17 tahun), KBRS (16 tahun), AEP (16 tahun) Jumuah (43 tahun), serta
Para tersangka akan kita kenakan pasal 170 KUHP tentang kekerasan menyebabkan kematian dengan ancaman 12 tahun penjara, ungkap Kapolres dengan melati dua di pundaknya tersebut.

Afner kembali menegaskan, kepada DPO Burhan agar segera meyerahkan diri di kepolisian terdekat untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, “apa bila tidak segera menyarahkan diri maka kami akan mengambil tindakan secara tegas”, tegasnya.

Afner pun menghimbau, “kami akan berkerja sama stekholder pemerintah kabupaten Muara Enim akan menertibkan batasan terhadap hiburan malam, supaya kejadian ini tidak terulang kembali”, ungkapnya. ( Deri zulian).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *