15 Oktober 2026

TMMD di Sitiharjo Wonosobo, 619 Meter Jalan Dibeton untuk Dukung Akses Petani

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat memperkuat sinergi pembangunan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026. Program tersebut resmi dibuka Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat di Desa Sitiharjo, Kecamatan Garung, Selasa (13/10/2026).

Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pedesaan sekaligus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Bupati Afif Nurhidayat mengatakan, TMMD memiliki peran lebih luas daripada sekadar pembangunan sarana fisik. Program tersebut menjadi ruang kolaborasi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan warga sekaligus memperkuat semangat kebersamaan.

“TMMD bukan sekadar program pembangunan infrastruktur, melainkan perwujudan komitmen bersama antara TNI, pemerintah, dan masyarakat untuk menjawab kebutuhan warga sekaligus memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah,” tegas Bupati.

Menurut Afif, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar pelaksanaannya berjalan optimal dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, aparat desa, dan warga dinilai menjadi salah satu kunci dalam menghadapi tantangan pembangunan.

“Ketika pemerintah, TNI, Polri, aparat desa, dan masyarakat berjalan dalam irama yang sama, maka tantangan pembangunan sebesar apa pun dapat kita hadapi bersama,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan pembangunan yang berangkat dari kebutuhan masyarakat. Karena itu, perangkat kecamatan, pemerintah desa, dan warga diminta terlibat aktif selama program berlangsung, mulai dari koordinasi hingga pengawasan kegiatan.

Afif turut mengajak masyarakat menjaga dan merawat hasil pembangunan agar infrastruktur yang dibangun melalui TMMD dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Dalam TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 ini, sasaran pembangunan fisik meliputi betonisasi jalan penghubung Dusun Topengan dan Dusun Suruhan sepanjang 619 meter, dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 12 sentimeter. Program tersebut juga mencakup pembangunan senderan sepanjang 50 meter.

Peningkatan akses jalan diharapkan dapat menunjang mobilitas warga, terutama petani yang membutuhkan jalur penghubung menuju lahan pertanian. Infrastruktur yang lebih baik juga diharapkan memperlancar distribusi hasil pertanian dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

“Melalui pembangunan jalan ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat, khususnya petani menuju lahan pertanian, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta menunjang kegiatan ekonomi warga. Peningkatan kualitas jalan juga diharapkan memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat yang melintasi jalur penghubung antardusun,” terangnya.

Selain pekerjaan fisik, TMMD turut menyasar peningkatan pengetahuan dan kualitas hidup masyarakat melalui kegiatan nonfisik. Sejumlah agenda yang disiapkan di antaranya penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan hukum dan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas), edukasi kesehatan lingkungan, pelayanan kesehatan, pelayanan keluarga berencana (KB), hingga pelayanan administrasi kependudukan.

Sementara itu, Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno, S.Sos., menyampaikan bahwa TMMD merupakan bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat melalui percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah pedesaan.

Ia menegaskan, keberhasilan program tidak cukup diukur dari penyelesaian pekerjaan fisik. Partisipasi masyarakat, terpeliharanya semangat gotong royong, serta keberlanjutan manfaat pembangunan setelah program berakhir juga menjadi bagian penting dari pencapaian TMMD.

“Pelaksanaan TMMD menjadi momentum untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, Polri, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Melalui program ini, pembangunan di Desa Sitiharjo diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat sekaligus memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah, TNI, Polri, pemerintah desa, dan warga.

“Semangat gotong royong yang terbangun tidak berhenti ketika kegiatan selesai, tetapi terus menjadi modal bersama dalam menjaga hasil pembangunan, mengembangkan potensi desa, dan mewujudkan Wonosobo yang semakin maju serta sejahtera,” pungkasnya. (Diskominfo Wonosobo/Aris)