19 September 2026

Polres Wonosobo Gandeng Perangkat Desa Kawal Kondusivitas Pilkades Serentak

Wonosobo|KoranRakyat.co.id ––Menjaga situasi tetap kondusif menjadi perhatian Polres Wonosobo menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak November 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat komunikasi dengan perangkat desa yang dinilai memiliki posisi penting dalam membaca dinamika masyarakat di tingkat desa.

Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja, S.I.K., M.H. menyampaikan hal tersebut saat menghadiri sarasehan bersama Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Wonosobo di Lavanya Coffee & Eatery Wonosobo, Jumat (18/9/2026).

Pertemuan yang berlangsung pukul 14.30 hingga 16.45 WIB itu turut dihadiri Wakapolres Wonosobo Kompol Nana Edi Sugito, S.H., Kabag SDM Kompol Nuryawan Eko Ramdani, S.Pd., M.Tr.AP., Kasat Intelkam AKP H. M. Nurhasan, S.H., M.H., Ketua PPDI Kabupaten Wonosobo Eko Purwanto, Wakil Ketua PPDI Kumpul Priyo Sunarko, serta para koordinator kecamatan PPDI se-Kabupaten Wonosobo.

Ketua PPDI Kabupaten Wonosobo Eko Purwanto mengatakan sarasehan tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi sekaligus membuka ruang komunikasi antara perangkat desa dan kepolisian.

Menurut Eko, komunikasi yang berjalan baik diperlukan agar informasi mengenai perkembangan di tengah masyarakat dapat disampaikan secara cepat dan menjadi bahan koordinasi, terutama ketika tahapan Pilkades mulai berlangsung.

“Kami berharap hubungan dan komunikasi dengan Polres Wonosobo semakin intens dan harmonis, sehingga perangkat desa mendapatkan arahan dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat,” ujar Eko.

Ia menambahkan, PPDI berkomitmen ikut menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Para koordinator kecamatan juga diminta menyampaikan perkembangan di wilayah masing-masing secara objektif dan terbuka berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan.

Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja menempatkan pemerintah desa sebagai salah satu mitra strategis kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah.

Peran tersebut, kata Ricky, tidak terbatas pada persoalan keamanan dan ketertiban. Pemerintah desa juga bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan sosial, ekonomi, budaya, hingga aktivitas keseharian masyarakat.

“Fungsi desa itu sangat luas. Karena itu, Polri harus senantiasa bermitra dengan pemerintah desa,” kata Ricky.

Memasuki tahapan Pilkades, ia meminta komunikasi antarpihak terus dibangun. Setiap perkembangan yang berpotensi mengganggu jalannya tahapan pemilihan perlu segera dikoordinasikan agar dapat dilakukan langkah pencegahan.

Menurutnya, pengamanan Pilkades tidak dapat hanya mengandalkan kepolisian. Keterbatasan jumlah personel dibandingkan luas wilayah dan jumlah masyarakat yang dilayani membuat kerja sama dengan perangkat desa, BPD, pemerintah kecamatan, serta unsur lainnya menjadi bagian penting dalam pengamanan.

“Kami titip anggota kami yang bertugas di lapangan kepada para perangkat desa. Mari kita bersama-sama menjaga agar seluruh tahapan Pilkades berjalan aman dan kondusif,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, para koordinator kecamatan turut menyampaikan perkembangan situasi di wilayah masing-masing. Secara umum, kondisi di sejumlah wilayah masih dilaporkan kondusif.

Meski demikian, beberapa dinamika lokal tetap menjadi perhatian. Di antaranya persaingan antarpeserta dan pendukung, persoalan administrasi, perkembangan pendaftaran calon, serta potensi gesekan sosial.

Informasi tersebut digunakan Polres Wonosobo sebagai bahan pemetaan untuk menentukan langkah pencegahan. Hal itu tidak serta-merta dimaknai sebagai adanya gangguan keamanan yang telah terjadi.

Ricky menegaskan setiap persoalan yang muncul dalam tahapan Pilkades harus diselesaikan berdasarkan aturan yang berlaku. Jika terdapat dugaan pelanggaran, proses penanganannya dilakukan melalui mekanisme yang telah ditentukan, dengan tetap mengutamakan pendekatan persuasif serta dokumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau ada pelanggaran, dokumentasikan dan buat berita acara. Kita kedepankan pendekatan persuasif dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Ricky.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak untuk memahami aturan resmi Pilkades, termasuk ketentuan mengenai hak, kewajiban, larangan, hingga mekanisme penanganan apabila ditemukan pelanggaran.

Persiapan menghadapi tahapan Pilkades pada 28 September 2026 turut menjadi pembahasan dalam sarasehan. Pada tanggal tersebut akan berlangsung tahapan sesuai ketentuan, termasuk proses seleksi pada desa-desa yang jumlah pendaftarnya membutuhkan mekanisme penyaringan.

Kapolres meminta masyarakat maupun pihak yang terlibat tidak mengambil tindakan hanya berdasarkan informasi yang belum memiliki dasar resmi. Setiap perkembangan perlu dikomunikasikan dengan panitia Pilkades, pemerintah daerah, dan instansi terkait.

Kasat Intelkam Polres Wonosobo AKP H. M. Nurhasan mengatakan perangkat desa dapat membantu kepolisian dalam mengawal tahapan Pilkades sejak persiapan hingga proses pelantikan.

“Yang terpenting adalah bagaimana seluruh pihak dapat bekerja sama sehingga tahapan Pilkades berjalan aman, lancar, dan sesuai aturan,” kata Nurhasan.

Para koordinator kecamatan juga diminta menyampaikan perkembangan situasi secara berjenjang. Informasi tersebut selanjutnya menjadi bahan koordinasi dalam menentukan kebutuhan pengamanan di masing-masing wilayah.

Polres Wonosobo menyiapkan pola pengamanan dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah dan tahapan Pilkades. Jika diperlukan, dukungan personel dari satuan kewilayahan lain akan dikoordinasikan untuk memperkuat pengamanan.

Selain aspek pengamanan, Ricky mengingatkan pentingnya menjaga suasana selama Pilkades agar tetap sejuk. Imbauan tersebut ditujukan kepada perangkat desa, panitia, peserta, pendukung, maupun masyarakat.

Perbedaan pilihan, menurutnya, merupakan bagian dari proses pemilihan. Namun, perbedaan tersebut perlu tetap disikapi dengan menjaga hubungan baik di tengah masyarakat.

“Kita ingin Pilkades berjalan sebagai proses demokrasi di tingkat desa yang aman, tertib, dan tetap menjaga persaudaraan,” ujar Ricky.

Dalam kesempatan yang sama, PPDI Kabupaten Wonosobo menyampaikan rencana pelaksanaan PPDI Cup. Kegiatan olahraga tersebut dirancang sebagai sarana silaturahmi yang melibatkan perangkat desa, kepala desa, dan unsur aparatur lainnya.

Rencana tersebut mendapat sambutan dari Kapolres. Kepolisian menyatakan siap memberikan dukungan sepanjang seluruh persyaratan dan aspek keamanan kegiatan terpenuhi.

Sarasehan ditutup dengan komitmen untuk memperkuat koordinasi menjelang, selama, hingga seluruh rangkaian Pilkades selesai. Polres Wonosobo juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi serta tetap menjaga persatuan dan keamanan lingkungan masing-masing. (Aris)