Pramuka Wonosobo Masuki Babak Baru, Bidik Generasi Muda Berkarakter dan Adaptif

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Wonosobo memasuki periode kepengurusan baru 2026–2031. Indah Nuritasari resmi dipercaya memimpin Kwarcab Gerakan Pramuka Wonosobo setelah dilantik bersama jajaran Andalan/Pengurus Kwarcab, Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK), dan Dewan Kerja Cabang (DKC) di Pendopo Bupati Wonosobo, Rabu (2/9/2026).
Rangkaian pelantikan diawali dengan pengukuhan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat beserta jajaran sebagai Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Wonosobo. Setelah itu, prosesi dilanjutkan dengan pelantikan Ketua Kwarcab beserta jajaran kepengurusan untuk masa bakti 2026–2031.
Dalam kesempatan tersebut, Afif yang juga menjabat Ketua Mabicab menekankan posisi strategis Gerakan Pramuka dalam mendukung pendidikan generasi muda. Menurutnya, pendidikan kepramukaan tidak hanya menjadi pelengkap pendidikan formal, tetapi memiliki peran penting dalam membangun karakter.
“Gerakan Pramuka mengemban mandat luhur yang tidak hanya melengkapi pendidikan formal. Jika sekolah membekali anak-anak kita dengan ilmu pengetahuan, maka Pramuka hadir untuk membentuk watak, etika, dan moral mereka,” ujarnya.
Ia mengatakan, proses pembinaan melalui kegiatan Pramuka turut menanamkan sejumlah nilai dasar, seperti ketaatan kepada Tuhan, kesetiaan kepada negara, kepedulian terhadap sesama, dan kedisiplinan. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk tumbuh sebagai pribadi yang memiliki karakter dan budi pekerti.
“Dari Gerakan Pramuka inilah kita melatih calon-calon pemimpin masa depan yang nantinya akan melanjutkan pembangunan di Kabupaten Wonosobo,” lanjutnya.

Afif juga mengingatkan adanya tantangan baru dalam pembinaan generasi muda seiring perkembangan teknologi dan semakin terbukanya arus informasi. Kondisi tersebut dinilai ikut membentuk pola pikir dan perilaku anak muda sehingga Gerakan Pramuka perlu menyesuaikan metode pembinaannya.
Karena itu, ia mendorong Gerakan Pramuka Wonosobo untuk tidak berhenti pada pola kegiatan yang selama ini berjalan, tetapi terus melakukan inovasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendukung kegiatan organisasi maupun pembinaan peserta didik.
“Gerakan Pramuka harus adaptif, berani berinovasi, dan mampu memanfaatkan teknologi secara positif agar tetap relevan bagi tunas-tunas bangsa,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Wonosobo, lanjut Afif, juga berkomitmen memberikan dukungan terhadap keberlangsungan Gerakan Pramuka. Dukungan tersebut mencakup pembinaan, penguatan kelembagaan, hingga penyediaan sarana dan berbagai daya dukung yang dibutuhkan organisasi.
Menurutnya, keberpihakan terhadap Gerakan Pramuka pada dasarnya merupakan bagian dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Pemerintah daerah siap untuk terus hadir dan melangkah bersama, memastikan Pramuka memiliki pondasi yang kokoh untuk membina kaum muda kita,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar nilai Satya dan Darma Pramuka tidak berhenti sebagai materi yang dipelajari dalam kegiatan kepramukaan. Nilai tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga anggota Pramuka dapat menjadi pelopor berbagai gerakan positif di masyarakat.
Peran tersebut, antara lain, dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan, menghidupkan kembali semangat gotong royong, serta mengambil bagian dalam penyelesaian berbagai persoalan sosial yang ada di Kabupaten Wonosobo.
Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Kak Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Sc., menilai kekuatan utama Gerakan Pramuka berada pada kontribusinya dalam membentuk manusia yang memiliki karakter.
“Saya meyakini Gerakan Pramuka ini adalah ruang untuk menjadikan insan yang berkarakter. Karena itu, dukungan pemerintah diperlukan dalam setiap perkembangannya,”kata Budi.
Budi juga meminta agar persoalan keterbatasan anggaran tidak serta-merta menjadi alasan untuk menghentikan pengembangan kegiatan kepramukaan. Menurutnya, setiap daerah memiliki keleluasaan untuk menentukan program sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing.
Selain dukungan pemerintah, ia menilai pengabdian dalam Gerakan Pramuka juga membutuhkan ketulusan dari setiap anggotanya.
“Nilai tertinggi dari manusia adalah keikhlasan dan komitmen. Setitik bakti jauh lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa,” ujarnya.
Ia berharap kepengurusan baru Kwarcab Wonosobo dapat memperkuat organisasi sekaligus menjadikan Gerakan Pramuka semakin relevan sebagai ruang pembentukan karakter dan pengembangan kapasitas generasi muda.
Di sisi lain, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Wonosobo Masa Bakti 2026–2031, Indah Nuritasari, mengatakan amanah kepemimpinan yang diberikan akan menjadi motivasi bagi jajaran pengurus untuk bekerja secara sungguh-sungguh.
Pada tahap awal kepengurusan, Indah menyebut konsolidasi internal menjadi salah satu fokus utama. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan pembagian peran antarunsur organisasi berjalan jelas sekaligus membangun mekanisme kerja yang lebih terkoordinasi.
“Kita perlu menyelaraskan pembagian tugas sekaligus membangun alur kerja yang mantap di antara seluruh pengurus, sehingga program-program yang direncanakan dapat langsung berjalan efektif hingga ke tingkat GugusDepan,” jelasnya.
Selain membangun konsolidasi internal, kepengurusan baru juga akan melanjutkan berbagai program pembinaan yang dinilai telah berjalan dengan baik pada periode sebelumnya.
Indah menyebut capaian Kwarcab Wonosobo selama masa bakti 2021–2026 akan menjadi pijakan untuk melakukan pengembangan pada periode baru. Program yang telah berjalan akan dipertahankan sekaligus ditingkatkan agar memiliki jangkauan dan kualitas yang lebih baik.
Tantangan lain yang menjadi perhatian adalah perubahan karakter generasi muda di tengah perkembangan teknologi. Untuk menjawab kondisi tersebut, Kwarcab Wonosobo berencana menghadirkan kegiatan yang lebih kreatif dan dekat dengan kehidupan generasi saat ini.
“Anak-anak muda hari ini tumbuh di era digital. Karena itu, pendekatan kegiatan Pramuka harus dibuat lebih kreatif, menarik, dan relevan dengan keseharian mereka, tanpa sedikit pun mengurangi nilai dasar Satya dan Darma Pramuka,” ujarnya.
Menurut Indah, Gerakan Pramuka memiliki posisi penting sebagai mitra Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam membangun sumber daya manusia. Generasi muda yang dibutuhkan daerah, menurutnya, bukan hanya mereka yang unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki ketahanan mental, kejujuran, keberanian mengambil keputusan, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, ia menilai seluruh unsur organisasi perlu bergerak secara bersama-sama. Kolaborasi diperlukan mulai dari Mabicab, Kwarcab, pimpinan Satuan Karya, jajaran Mabiran dan Kwarran, hingga para pembina di Gugusdepan.
“Keberhasilan agenda ini membutuhkan kebersamaan seluruh komponen organisasi. Kerja sama yang erat menentukan hidupnya kegiatan Pramuka di tengah masyarakat,” katanya.

Indah menambahkan, pengabdian di Gerakan Pramuka merupakan bentuk kerja kerelaan yang membutuhkan ketulusan, komitmen, dan kekompakan. Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran pengurus baru untuk menjalankan amanah dengan semangat kebersamaan.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pengurus dan Andalan Kwarcab Masa Bakti 2021–2026 atas dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan, sekaligus fondasi organisasi yang telah dibangun selama periode sebelumnya.
Kepada jajaran Pengurus dan Andalan Kwarcab Masa Bakti 2026–2031, Indah mengajak agar amanah kepengurusan dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan semangat untuk saling menguatkan.
“Dengan berpegang teguh pada nilai Satya dan Darma Pramuka, saya meyakini Gerakan Pramuka Wonosobo akan terus tumbuh, semakin solid, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru tersebut, Kwarcab Gerakan Pramuka Wonosobo diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi, merespons perubahan zaman, serta memperluas kontribusinya dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat. (Diskominfo Wonosobo/Aris)

