Balon Udara Wonosobo Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia di Festival Internasional Meksiko

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Komunitas Balon Udara Wonosobo kembali mengukir prestasi di tingkat internasional. Untuk pertama kalinya, komunitas tersebut dipercaya menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia dalam Festival del Globo Tahmek Yucatán 2026 yang akan digelar pada 22–23 Agustus 2026 di Yucatán, Meksiko.
Keikutsertaan Wonosobo bukan melalui proses pendaftaran, melainkan berdasarkan undangan resmi dari panitia penyelenggara sebagai bentuk apresiasi terhadap eksistensi dan reputasi Balon Udara Wonosobo yang telah dikenal hingga mancanegara. Festival tersebut akan diikuti enam negara, yakni Meksiko, Prancis, Kolombia, Brasil, El Salvador, dan Indonesia.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, mengatakan kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus kesempatan untuk memperkenalkan budaya, kreativitas, dan potensi pariwisata Wonosobo kepada masyarakat internasional.
“Balon Wonosobo mendapatkan undangan untuk hadir dan tampil di Festival del Globo Tahmek di Yucatán, Meksiko. Ini menjadi sebuah kebanggaan bagi Wonosobo karena melalui kesempatan tersebut kita dapat mempromosikan potensi budaya, kreativitas, dan pariwisata Wonosobo kepada masyarakat internasional,” ujarnya kepada awak media di Wonosobo, Senin (3/8/2026).

Menurut Fahmi, Balon Udara Wonosobo telah berkembang menjadi ikon budaya yang tidak hanya hidup sebagai tradisi masyarakat, tetapi juga menjadi atraksi wisata yang memiliki nilai budaya dan kreativitas tinggi.
Pada festival tersebut, delegasi Wonosobo akan menerbangkan dua balon udara tradisional. Salah satunya mengusung desain perpaduan budaya Indonesia dan Meksiko sebagai simbol persahabatan kedua negara, sedangkan balon lainnya menampilkan identitas budaya serta destinasi wisata unggulan Kabupaten Wonosobo.
“Melalui desain balon yang akan diterbangkan nanti, berbagai potensi wisata dan budaya Wonosobo akan diperkenalkan kepada masyarakat dari berbagai negara, termasuk di kawasan Amerika Latin. Ini merupakan salah satu upaya memasarkan pesona Wonosobo di panggung internasional,” lanjut Fahmi.
Indonesia akan diwakili oleh Ketua Komunitas Balon Udara Wonosobo, Agam Setyobudi, bersama Arma Deni Kurniawan dari Around Me. Selain mengikuti festival, Arma juga akan mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan sebagai materi promosi Balon Udara Wonosobo.
Agam mengatakan undangan tersebut merupakan pengakuan internasional terhadap tradisi Balon Udara Wonosobo.
“Indonesia yang diundang hanya diwakili oleh Wonosobo. Bagi kami, ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Balon Udara Wonosobo memiliki kualitas, kreativitas, dan nilai budaya yang layak dikenal secara internasional,” kata Agam.
Ia mengungkapkan, undangan itu berawal dari rekomendasi peserta asal Brasil yang pernah mengikuti Festival Mudik Wonosobo pada 2025. Dari pertemuan tersebut, panitia Festival del Globo Tahmek mengenal Balon Udara Wonosobo dan kemudian mengundang komunitas tersebut secara langsung.
“Kami tidak mendaftar. Undangan datang langsung dari panitia di Meksiko setelah mereka mengenal Balon Udara Wonosobo melalui jejaring internasional. Hal ini menjadi bukti bahwa tradisi balon udara Wonosobo telah mendapat perhatian dunia,” ungkapnya.
Sebagai persiapan, sekitar 20 pegiat balon dari berbagai komunitas di Wonosobo bergotong royong membuat dua balon yang akan diterbangkan di Meksiko. Sementara itu, pelaksanaan penerbangan nantinya akan dibantu kru lokal yang disiapkan panitia.
Agam menjelaskan, konsep festival di Meksiko berbeda dengan penyelenggaraan balon udara di Wonosobo. Di Indonesia, balon diterbangkan menggunakan sistem tambat sesuai regulasi keselamatan penerbangan. Sementara di Meksiko, balon diterbangkan secara bebas menggunakan metode modern dan berlangsung menjelang sore hingga malam hari.
“Semoga keikutsertaan ini semakin memperkenalkan Balon Udara Wonosobo kepada masyarakat dunia dan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus melestarikan tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Wonosobo mendukung penuh partisipasi tersebut melalui pendanaan dan fasilitasi komunikasi dengan berbagai pihak. Mengingat besarnya biaya perjalanan menuju Meksiko, Bupati Wonosobo juga telah menjalin komunikasi dengan sejumlah kementerian, lembaga pemerintah, serta PT Pertamina (Persero) untuk mendukung keberangkatan delegasi.
“Kami memberikan dukungan sesuai kemampuan daerah dan terus membangun komunikasi dengan berbagai pihak agar misi budaya ini dapat terlaksana dengan baik. Delegasi yang berangkat bukan hanya membawa nama Wonosobo, tetapi juga mewakili Indonesia di forum internasional,” jelas Fahmi.
Fahmi berharap keikutsertaan tersebut tidak hanya memperluas promosi budaya dan pariwisata daerah, tetapi juga membuka peluang kerja sama internasional serta mendorong pengembangan wisata balon di Wonosobo.
“Mudah-mudahan keikutsertaan ini membawa dampak positif terhadap pengembangan Balon Wonosobo sebagai salah satu daya tarik wisata kelas dunia,” ujar Fahmi.
Keikutsertaan di Festival del Globo Tahmek juga menjadi semakin istimewa karena berlangsung pada tahun yang sama ketika Budaya Balon Udara Tradisional Wonosobo resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dan memperoleh pengakuan sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK).
Dengan bekal pengakuan tersebut, Balon Udara Wonosobo diharapkan semakin dikenal sebagai ikon budaya Indonesia yang mampu menjadi media diplomasi budaya sekaligus memperkuat posisi Wonosobo sebagai destinasi wisata budaya berkelas dunia. (Diskominfo Wonosobo/Aris)
