14 Juli 2026

BAZNAS Wonosobo Salurkan Bantuan Rp830 Juta Lewat Empat Program Prioritas

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Wonosobo menyalurkan bantuan senilai sekitar Rp830 juta kepada masyarakat melalui empat program prioritas pada kegiatan Pentasyarufan BAZNAS Triwulan II Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Selatan Kabupaten Wonosobo, Senin (13/7/2026). Penyaluran tersebut mencakup bidang pendidikan, kesehatan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi sebagai bagian dari upaya memperkuat pemanfaatan zakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama juga dilaksanakan Sosialisasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan BAZNAS, serta penyerahan BAZNAS Awards sebagai bentuk apresiasi kepada muzaki, Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dan berbagai pihak yang berperan aktif dalam mendukung pengelolaan zakat di Kabupaten Wonosobo.

Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo, yang membacakan sambutan Bupati Wonosobo, menyampaikan bahwa zakat, infak, dan sedekah memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui penguatan kepedulian sosial masyarakat.

“Di tengah berbagai tantangan pembangunan, kita tidak hanya mengandalkan anggaran dan program pemerintah. Ada kekuatan besar yang tumbuh dari masyarakat, yaitu kepedulian dan gotong royong. Zakat, infak, dan sedekah merupakan wujud nyata dari kekuatan tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan zakat yang dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel akan memperluas manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat solidaritas sosial. Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga terus mendorong kolaborasi dengan BAZNAS agar potensi zakat dapat dioptimalkan sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.

“Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama BAZNAS ingin memastikan semangat berbagi yang tumbuh di tengah masyarakat dapat dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel sehingga benar-benar memberikan manfaat yang luas dan tepat sasaran,” katanya.

Ia juga mengajak aparatur sipil negara, pelaku usaha, lembaga, Unit Pengumpul Zakat, hingga masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS, termasuk melalui mekanisme payroll system bagi ASN. Semakin besar partisipasi masyarakat, menurutnya, semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Wonosobo, H. Priyo Purwanto, menjelaskan bahwa pentasyarufan triwulan kedua difokuskan pada empat program utama yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, terutama bertepatan dengan momentum tahun ajaran baru.

Melalui Program Wonosobo Cerdas, BAZNAS menyalurkan 1.185 paket perlengkapan sekolah bagi siswa SD dan SMP. Setiap paket senilai Rp470 ribu berisi tas, seragam sekolah, sepatu, alat tulis, kaus kaki, dan perlengkapan penunjang belajar lainnya.

Menariknya, distribusi bantuan melibatkan sekitar 60 pengemudi ojek daring yang mengantarkan paket langsung ke sekolah pada hari pertama masuk. Seluruh perlengkapan telah disiapkan berdasarkan data kebutuhan masing-masing siswa sehingga dapat diterima sesuai ukuran dan kebutuhan penerima.

Selain bidang pendidikan, BAZNAS juga menyalurkan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni melalui Program Wonosobo Peduli. Sebanyak 11 rumah memperoleh bantuan masing-masing Rp20 juta untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat yang membutuhkan.

Pada sektor kesehatan, Program Wonosobo Sehat memberikan bantuan kepada 157 penderita tuberkulosis (TBC) di 22 puskesmas. Bantuan berupa paket senilai Rp500 ribu tersebut berisi kebutuhan gizi, termasuk susu berprotein tinggi sebagai pendamping proses pengobatan selama enam bulan sesuai rekomendasi Dinas Kesehatan.

Adapun melalui Program Wonosobo Makmur Sejahtera, BAZNAS memberikan dukungan kepada dua pelaku usaha warung kelontong melalui program Z-Mart. Masing-masing penerima memperoleh bantuan Rp8 juta yang dimanfaatkan untuk penambahan stok dagangan sekaligus penataan dan penguatan identitas usaha.

Priyo mengatakan masih banyak permohonan bantuan dari masyarakat yang belum dapat dipenuhi sehingga peningkatan penghimpunan zakat menjadi salah satu fokus utama BAZNAS ke depan.

“Hari ini total pentasyarufan mencapai sekitar Rp830 juta untuk periode April sampai Juni 2026. Program-program ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun karena setiap triwulan memiliki prioritas sasaran yang berbeda sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, prioritas penyaluran pada setiap triwulan disesuaikan dengan kondisi masyarakat. Jika pada triwulan pertama bantuan lebih banyak diberikan kepada kelompok fi sabilillah menjelang Idulfitri, maka pada triwulan kedua sasaran diperluas kepada pelajar, keluarga kurang mampu, penderita TBC, pelaku usaha mikro, hingga santunan bagi 250 anak yatim bertepatan dengan momentum Tahun Baru Islam.

Hingga akhir Juni 2026, penghimpunan zakat BAZNAS Kabupaten Wonosobo telah mencapai sekitar Rp4,6 miliar atau lebih dari separuh target tahunan sebesar Rp8 miliar. Capaian tersebut diharapkan terus meningkat melalui dukungan pemerintah daerah, para muzaki, dunia usaha, ASN, serta masyarakat.

Melalui sinergi yang terus diperkuat antara Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan BAZNAS, zakat diharapkan tidak hanya menjadi sarana penyaluran bantuan, tetapi juga mampu menjadi instrumen pemberdayaan yang mendorong peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta kemandirian masyarakat. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, zakat diharapkan semakin berperan dalam memperkuat solidaritas sosial dan mendukung terwujudnya masyarakat Wonosobo yang lebih sejahtera. (Diskominfo Wonosobo/Aris)