16 Juli 2026

UIN Raden Fatah Jalin Kerjasama dengan VNU, Perkuat Kerja Sama Internasional

Palembang|KoranRakyat.co.id — Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang jalin kerjasama dengan Vietnam National University (VNU) dalam rangka memperkuat kerja sama Internasional.

dok

Mengutip laman radenfatah.ac.id yang menyebutkan Universitas Islam Negeri (UIN) melalui Pusat Layanan Internasional (PLI) resmi menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Vietnam National University sebagai langkah penguatan kerja sama internasional yang mencakup pengembangan kurikulum berstandar internasional, publikasi ilmiah bersama pada jurnal bereputasi, pertukaran akademik, hingga program pemberdayaan masyarakat lintas negara.

Kegiatan ini bertempat di Grand Atrium Kota Kasablanca, Jakarta, Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan ini bertepatan dengan rangkaian acara Jakarta Marketing Week 2026 yang turut menghadirkan peluncuran buku terbaru karya Dr. Dao Cam Thuy bersama pakar pemasaran Indonesia, Hermawan Kartajaya.

Penandatanganan dilakukan secara langsung oleh Kepala PLI, Susi Herti Afriani, Ph.D dan Wakil Direktur Institut Administrasi Bisnis di Universitas Ekonomi, Vietnam National University, Dr. Dao Cham Thuy.

dok

Susi Herti Afriani menjelaskan bahwa hubungan antara kedua institusi sebenarnya telah terjalin sejak tahun 2025. Penandatanganan LoI menjadi langkah lanjutan untuk memperkuat implementasi kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kerja sama ini diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, baik melalui pertukaran mahasiswa dan dosen, riset bersama, maupun pengembangan program internasional lainnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dao Cam Thuy juga menyampaikan bahwa kerja sama dengan UIN Raden Fatah Palembang menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi akademik internasional, khususnya pada bidang ekonomi, bisnis, dan komunikasi di kawasan Asia Tenggara.

“UIN Raden Fatah memiliki potensi besar sebagai mitra strategis dalam pengembangan pendidikan, riset, dan kolaborasi internasional yang inklusif di Asia Tenggara,” ucapnya. (*)