1 Mei 2026

Dorong Pengembangan Panas Bumi di Bengkulu, PGE Serahkan Dokumen Teknis PLTP Bukit Daun ke PLN  

Jakarta|KoranRakyat.co.id —– PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) kembali mencatatkan tonggak penting dalam pengembangan panas bumi nasional melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Bukit Daun berkapasitas 2×25 megawatt (MW) dan 2×5 MW. PGE telah menyerahkan dokumen teknis proyek kepada PT PLN (Persero) di Jakarta, Selasa (24/2/2026), sebagai bagian dari tahapan menuju realisasi proyek.

Dalam rilis yang disampaikan ke meja Redaksi KoranRakyat.co.id, penyerahan dokumen ini menjadi fase krusial dalam pengembangan PLTP Bukit Daun, sekaligus menandai kesiapan PGE untuk melangkah ke tahap konstruksi dan operasi komersial. Dokumen tersebut merupakan persyaratan utama dalam proses evaluasi PLN untuk pembelian tenaga listrik dari pembangkit Energi Baru dan Terbarukan (EBT) melalui skema total proyek yang dituangkan dalam Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL). Melalui tahapan ini, proyek Bukit Daun memasuki proses penilaian menyeluruh dari sisi teknis, keekonomian, hingga kesiapan integrasi ke sistem kelistrikan.

Langkah ini sekaligus menegaskan kontribusi PGE dalam mendukung target perluasan kapasitas pembangkit berbasis EBT hingga 76 persen pada periode 2025–2034 sebagaimana tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). PLTP Bukit Daun juga termasuk dalam daftar potensi panas bumi yang tengah memasuki tahapan kajian lanjutan, sehingga pengembangannya menjadi bagian penting dalam memperkuat bauran energi bersih nasional.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Edwil Suzandi mengatakan, PLTP Bukit Daun akan memperkuat keandalan sistem kelistrikan Bengkulu dan sekitarnya, sekaligus mendukung peningkatan bauran energi bersih nasional.

“PGE terus mendorong percepatan pengembangan potensi panas bumi Bukit Daun sebagai bagian dari komitmen memperluas pemanfaatan energi bersih di Indonesia. Sejak 2017, proses eksplorasi di area ini telah berjalan untuk mengoptimalkan sumber daya di area Hululais. Dengan semakin kuatnya dorongan pemerintah terhadap peningkatan bauran EBT, kami menilai momentum saat ini tepat untuk melakukan akselerasi pengembangan. Kami optimistis langkah ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga meningkatkan pendapatan daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui multiplier effect yang nyata bagi masyarakat. Ini sejalan dengan visi kami dalam menjadi world leading geothermal producer dan geothermal center of excellence,” ujar Edwil.

Selanjutnya, PGE bersama PLN akan melanjutkan evaluasi teknis dan komersial secara lebih mendalam, mencakup kajian reservoir, perancangan fasilitas produksi, hingga skema interkoneksi ke sistem kelistrikan regional. Tahapan ini menjadi fondasi penting untuk memastikan proyek berjalan secara ekonomis, andal, serta berkelanjutan dalam jangka panjang.

Proyek PLTP Bukit Daun berada di dalam Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Hululais yang mencakup Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Kawasan tersebut merupakan salah satu potensi panas bumi strategis di Sumatra yang berada pada sistem gunung berapi nonaktif dengan karakteristik geologi yang mendukung terbentuknya sumber daya panas bumi. Di wilayah yang sama, PGE juga tengah mengembangkan PLTP Hululais Unit 1 dan 2 berkapasitas 110 MW sebagai bagian dari penguatan portofolio dan komitmen jangka panjang Perseroan dalam transisi energi nasional.

aat ini, PGE mengelola kapasitas terpasang sebesar 727 MW yang tersebar di enam wilayah operasi serta mengembangkan sejumlah proyek strategis lainnya, termasuk proyek co-generation bersama PLN Indonesia Power dengan total kapasitas mencapai 230 MW.

Lebih Rinci Tentang PT Pertamina Geothermal Energy Tbk

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) merupakan bagian dari Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang eksplorasi, eksploitasi, dan produksi panas bumi. Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang sebesar 1.932 MW, terbagi atas 727 MW yang dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE dan 1.205 MW dikelola dengan skema Kontrak Operasi Bersama. Kapasitas terpasang panas bumi di wilayah kerja PGE berkontribusi sekitar 70% dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, dengan potensi pengurangan emisi CO2 sebesar sekitar 10 juta ton CO2 per tahun.

Sebagai world class green energy company, PGE ingin menciptakan nilai dengan memaksimalkan pengelolaan end-to-end potensi panas bumi beserta produk turunannya serta berpartisipasi dalam agenda dekarbonasi nasional dan global untuk menunjang Indonesia net zero emission 2060. PGE memiliki kredensial ESG yang sangat baik dengan 18 penghargaan PROPER Emas sejak 2011 sampai 2025 dalam penghargaan kepatuhan lingkungan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Peringkat & Keterlibatan ESG. (*)