Ada 23 Titik Balon Udara, Pemkab Wonosobo Pastikan Festival Mudik 2026 Aman

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) kembali menghadirkan agenda tahunan yang dinanti-nanti masyarakat, yaitu Festival Mudik 2026.
Acara ini menampilkan penerbangan balon udara sebagai kegiatan utama, yang akan dilaksanakan di 23 titik di seluruh wilayah Kabupaten Wonosobo pada 22–29 Maret 2026.
Kepala Disparbud Wonosobo, Fahmi Hidayat, menjelaskan bahwa festival ini bukan hanya sekadar hiburan bagi masyarakat atau para pemudik, melainkan juga bagian dari tradisi yang telah melekat dalam budaya warga Wonosobo.

Pernyataan itu disampaikannya dalam konferensi pers bertajuk “Mudik Aman, Wonosobo Nyaman–Sinergi Persiapan Arus Lebaran dan Festival Mudik 2026” yang berlangsung di Media Center Diskominfo Wonosobo, Rabu (4/3/2026).
“Festival Mudik Balon Udara bukan sekadar tontonan, tetapi warisan budaya yang terus kami jaga dan lestarikan. Seluruh kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB, sehingga kami mengimbau masyarakat dan para pemudik untuk hadir lebih awal agar dapat menyaksikan proses penerbangan balon udara secara optimal,” ujarnya.
Penyelenggaraan di 23 titik desa bertujuan untuk pemerataan kunjungan wisata di seluruh Wonosobo. Kegiatan ini juga diharapkan mendorong partisipasi aktif warga desa serta meningkatkan perputaran ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku UMKM selama libur Lebaran.
Puncak acara festival akan digelar pada 29 Maret 2026 mulai pukul 06.00 WIB di Alun-Alun Wonosobo dengan konsep “Tradition in The Sky and Celebration on The Ground.” Puluhan ribu pengunjung diperkirakan akan memadati pusat kota pada puncak acara tersebut.
Berbagai persiapan teknis pun tengah dimatangkan. Fahmi Hidayat menekankan pentingnya kesiapan penerbangan balon tradisional, akurasi titik koordinat lokasi, serta pelaporan jumlah kunjungan wisatawan secara real-time.
Ia juga menyoroti manajemen lalu lintas dan parkir, pengendalian balon liar, serta penataan UMKM agar ekonomi lokal dapat bergerak optimal.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (Disperkimhub) Wonosobo, Agus Susanto, menekankan pentingnya aspek keselamatan. Ia mengingatkan bahwa pengendalian balon udara telah diatur melalui Surat Edaran Bupati Wonosobo Nomor 000.1.10/430 Tahun 2026.

Dalam aturan tersebut, balon udara wajib ditambatkan dengan minimal tiga tali, tinggi maksimal 150 meter, dan ukuran maksimal 7 meter tinggi serta 4 meter diameter.
Penggunaan bahan berbahaya seperti api atau petasan dilarang, sementara penerbangan hanya diperbolehkan dari matahari terbit hingga terbenam, di area yang luas dan jauh dari permukiman maupun SPBU.
Penyelenggara juga diwajibkan melaporkan rencana kegiatan kepada kepolisian atau pemerintah daerah minimal tiga hari sebelumnya.
Agus Susanto memastikan Disperkimhub siap mendukung penuh jalannya festival, termasuk pengaturan lalu lintas, rekayasa parkir, dan pengamanan lokasi. Koordinasi intensif dengan AirNav Indonesia juga dilakukan untuk menjamin penerbangan balon udara tidak mengganggu jalur penerbangan nasional.
“Kami siap mengawal dan berkoordinasi dengan AirNav agar kegiatan ini berjalan aman, tertib, serta tidak mengganggu keselamatan penerbangan. Kepada masyarakat Kami himbau untuk segera melapor kepada pihak berwenang apabila terjadi balon terlepas tanpa kendali,” tegasnya.
Adapun pelaksanaan penerbangan balon udara sebagai kegiatan utama Festival Mudik 2026 akan berlangsung di sejumlah desa, yaitu:
- Gemblengan (22 Maret 2026) di Lapangan Gelora Blok Siaren Desa Gemblengan, Kecamatan Garung.
- Wonolelo (22 Maret 2026) di halaman parkir Stadion Gelora Pancasila Desa Wonolelo, Kecamatan Wonosobo.
- Lumajang (22 Maret 2026) di Lapangan Dusun Deles, Desa Lumajang, Kecamatan Watumalang.
- Tanjungsari Land (22–25 Maret 2026) di Kecamatan Sapuran.
- Kembaran (22–25 Maret 2026) di Stadion Ronggolawe, Desa Kembaran, Kecamatan Kertek.
- Butuh (22–23 Maret 2026) di Lapangan Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar.
- Sumberdalem (23 Maret 2026) di Lapangan Desa Sumberdalem, Kecamatan Kertek.
- Karangluhur (23–24 Maret 2026) di Lapangan Desa Karangluhur, Kecamatan Kertek.
- Semayu (23–24 Maret 2026) di Lapangan Randu Mas, Desa Semayu, Kecamatan Selomerto.
- Mendolo, Bumireso (23–24 Maret 2026) di Stadion Kyai Bumi Mendolo, Kelurahan Bumireso, Kecamatan Wonosobo.
- Simbang (23–26 Maret 2026) di Lapangan Desa Simbang, Kecamatan Kalikajar.
- Mudal (24 Maret 2026) di Gelora Lurah Sudarto Dusun Limbangan, Kelurahan Mudal, Kecamatan Mojotengah.
- Candiasan (24–26 Maret 2026) di Lapangan Desa Candiyasan, Kecamatan Kertek.
- Mirombo (25–26 Maret 2026) di Lapangan Mirombo, Kelurahan Rojoimo, Kecamatan Wonosobo
- Sukoharjo (25 Maret 2026) di Lapangan Sukoharjo, Kecamatan Sukoharjo.
- Mangunrejo (25 Maret 2026) di Lapangan Desa Mangunrejo, Kecamatan Kalikajar.
- Bojasari (25–26 Maret 2026) di Lapangan Kartika Buana, Desa Bojasari, Kecamatan Kertek.
- Kalibeber (26 Maret 2026) di Lapangan Kalimojo, Kalibeber, Kecamatan Mojotengah.
- Lamuk (26–28 Maret 2026) di Lapangan Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar.
- Gondang (27–28 Maret 2026) di Lapangan Desa Gondang, Kecamatan Watumalang.
- Tempelsari (27–28 Maret 2026) di Lapangan Desa Tempelsari, Kecamatan Kalikajar.
- Tumenggungan (28 Maret 2026) di Lapangan Desa Tumenggungan, Kecamatan Selomerto.
- Puncak Festival di Alun-Alun Wonosobo (29 Maret 2026).
Festival ini diharapkan kembali menjadi daya tarik wisata sekaligus momentum pelestarian tradisi balon udara yang telah menjadi identitas budaya masyarakat Wonosobo. (Diskominfo Wonosobo/Aris)
