13 Mei 2026

Wonosobo Pastikan Mudik Aman dan Kondusif Lewat Operasi Ketupat Candi 2026

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Kesiapan pengamanan arus mudik dan Idulfitri 1447 H mulai dimatangkan Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersama jajaran TNI-Polri dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Hal itu ditandai dengan keikutsertaan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor Bidang Operasional Tingkat Menteri terkait Operasi Ketupat Candi 2026 yang digelar secara virtual melalui Zoom, Senin (2/3/2026), dari Aula Endra Dharma Laksana Polres Wonosobo.

Rakor tersebut terhubung langsung dengan Kapolri dan sejumlah menteri. Hadir di lokasi Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Albar Bantilan, Dandim Wonosobo, Kajari Wonosobo, serta unsur pemangku kepentingan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Afif Nurhidayat menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi fondasi penting dalam memastikan pengamanan Lebaran berjalan optimal. Ia menyebut, Operasi Ketupat Candi tidak semata berbicara soal kelancaran lalu lintas, tetapi juga menyangkut keamanan tempat ibadah, pusat aktivitas masyarakat, jalur wisata, hingga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

Dengan perencanaan yang terintegrasi, ia berharap potensi gangguan dapat dipetakan dan dicegah sejak awal.

“Momentum Idulfitri adalah waktu yang penuh makna bagi masyarakat. Kita ingin memastikan setiap warga dapat mudik, bersilaturahmi, dan beribadah dengan rasa aman,” tambahnya.

Senada dengan itu, Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Albar Bantilan menyampaikan bahwa pengamanan Idulfitri merupakan agenda besar yang tidak bisa dipandang sebagai rutinitas tahunan semata. Tingginya mobilitas masyarakat saat Lebaran, menurutnya, menuntut kesiapan maksimal seluruh unsur terkait.

“Perayaan Idulfitri bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga telah menjadi tradisi sosial masyarakat yang memicu mobilitas secara masif. Oleh karena itu, pengamanan arus mudik merupakan tugas besar yang memerlukan perencanaan dan koordinasi secara komprehensif,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan Operasi Ketupat Candi 2026 sangat ditentukan oleh kekompakan seluruh instansi.

“Pengamanan Idulfitri tidak dapat dilaksanakan secara parsial atau sektoral. Diperlukan sinergi, koordinasi, dan kolaborasi yang erat antar instansi. Dengan komitmen yang kuat, kita optimistis masyarakat dapat merayakan Idulfitri 1447 H dalam suasana aman, nyaman, dan kondusif,” tegasnya.

Secara nasional, Operasi Ketupat 2026 akan dilaksanakan pada 13 hingga 26 Maret 2026. Pengamanan difokuskan tidak hanya pada arus mudik dan arus balik, tetapi juga menjamin situasi tetap kondusif selama Ramadan hingga perayaan Idulfitri.

Dalam arahannya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menekankan perlunya langkah mitigasi bencana yang terintegrasi serta respons cepat di lapangan. Perhatian khusus diberikan pada keselamatan pengendara sepeda motor yang dinilai paling rentan saat arus mudik.

Ia juga menegaskan pentingnya pelayanan yang mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, dan pendekatan humanis, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, dan lansia. Koordinasi antarinstansi, lanjutnya, harus berbasis data aktual serta dibarengi pengecekan langsung di lapangan, termasuk menjaga kondisi kesehatan personel yang bertugas.

“Langkah-langkah pengamanan, pengaturan, dan pelayanan masyarakat harus disiapkan secara terstruktur dan antisipatif. Kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penentu keberhasilan operasi ini,” tegasnya.

Operasi Ketupat 2026 mencakup tiga fokus utama, yakni kesiapan infrastruktur dan kolaborasi antara Polri, Kementerian Perhubungan, serta pemerintah daerah guna menjamin keselamatan perjalanan; penguatan pengamanan dan penegakan hukum melalui patroli dan penindakan pelanggaran; serta manajemen lalu lintas dan kesiapsiagaan darurat, termasuk antisipasi kecelakaan dan potensi bencana.

Untuk wilayah Wonosobo, langkah konkret yang disiapkan meliputi pendirian pos pengamanan dan pos pelayanan di jalur mudik, penyediaan layanan kesehatan dan pertolongan pertama, pengamanan jalur dari potensi kriminalitas, kemacetan, maupun kecelakaan, pengaturan serta rekayasa lalu lintas, hingga antisipasi ancaman terorisme dan radikalisme.

Seluruh unsur yang terlibat sepakat bahwa kehadiran aparat di tengah masyarakat selama periode Lebaran menjadi faktor utama dalam menciptakan rasa aman. Operasi Ketupat Candi 2026 pun diharapkan mampu memastikan masyarakat dapat menjalani mudik, beribadah, dan merayakan Idulfitri dengan tenang dan penuh kebahagiaan. (Diskominfo Wonosobo/Aris)