14 Mei 2026

Tentara Israel yang Duduki Tepi Barat Diserang Warganya Sendiri

KoranRakyat.co.id —Pasukan keamanan dan kendaraan militer serta instalasi keamanan Israel yang berada  di luar pangkalan tentara di Tepi Barat yang diduduki diserang oleh warga sipil Israel. Kekerasan meningkat di Tepi Barat sejak dimulainya perang Gaza.

“Puluhan warga sipil Israel berkumpul di pintu memasuki pangkalan brigade pada Minggu (29/6/2025) malam,” kata militer dalam sebuah pernyataan Senin (29/6/2025).

Menurut media Israel yang dilansir Inilah.com, para pemukim menargetkan komandan pangkalan Brigade Regional Binyamin di Tepi Barat bagian tengah, dan menyebutnya sebagai pengkhianat. Perwira itu termasuk di antara pasukan yang diserang sehari sebelumnya saat mencoba menghentikan para pemukim memasuki zona militer tertutup di dekat Desa Palestina Kafr Malik. Enam warga sipil ditangkap setelah bentrokan tersebut.

“Pertemuan tersebut berubah menjadi kekerasan dan sejumlah warga sipil di lokasi kejadian menyerang pasukan keamanan, menyemprotkan merica ke arah mereka, dan merusak kendaraan militer,” tambahnya.

“IDF (militer), polisi, dan penjaga perbatasan turun tangan untuk membubarkan pertemuan tersebut,” pernyataan itu menambahkan, seraya mencatat seorang warga negara Israel terluka dalam konfrontasi tersebut.

Dalam pernyataan lain beberapa jam kemudian, militer mengatakan bahwa warga sipil Israel membakar dan merusak lokasi keamanan berisi sistem yang membantu menggagalkan serangan teroris di dekat pangkalan tersebut.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengutuk keras segala bentuk kekerasan terhadap IDF dan pasukan keamanan. “Peristiwa seperti itu tidak dapat diterima dan pelakunya harus dihukum berat,” tulisnya di X.

“IDF dan pasukan keamanan bekerja siang dan malam untuk melindungi warga Israel dan memastikan keamanannya. Kita harus mendukung mereka, bukan menghalangi kegiatan mereka, dan tidak boleh menyerang mereka dalam keadaan apa pun,” imbuhnya.

Menteri keuangan sayap kanan Israel Bezalel Smotrich, pendukung setia pemukim yang menyerukan aneksasi Tepi Barat, juga mengutuk kekerasan terhadap pasukan keamanan dan perusakan properti, dengan mengatakan bahwa “garis merah” telah dilewati. Dalam postingannya di X, ia mendesak polisi menyelidiki insiden tersebut dan membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan.

Beberapa LSM hak asasi manusia telah mengecam meningkatnya kekerasan yang dilakukan para pemukim di Tepi Barat dan persepsi impunitas mereka. Kekerasan telah meningkat di Tepi Barat sejak dimulainya perang Gaza, yang dipicu oleh serangan gerakan Islam Palestina Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. (*)