Gedung Badan Intelijen Israel Jadi Sasaran Rentetan Rudal Iran : Sebagai Serangan Ganas

KoranRakyat.co.id —Gedung badan intelijen Israel jadi sasaran target dari rentetan Rudal Iran yang dilepas dan dinilai sebagai serangan terganas.
Dilansir Tribunnews.com, gedung milik badan intelijen Israel Mosaad diserang oleh pasukan Iran dengan rentetan rudal pada Selasa (17/6/2025).
“Gedung Mossad di kota pesisir Herzliya dilaporkan terkena rudal,” kantor berita Iran Tasnim melaporkan.
Iran juga melancarkan serangan rudal terhadap pusat logistik intelijen militer Israel di wilayah pangkalan militer Glilot, yang terletak di pinggiran kota Tel Aviv, demikian laporan penyiar SNN Iran.
Garda Revolusi Iran mengatakan gelombang rudal baru yang “lebih kuat” baru-baru ini diluncurkan menuju Israel, menurut kantor berita resmi IRNA.
“Gelombang baru serangan ganas oleh angkatan bersenjata, terutama pasukan darat, dengan senjata baru dan canggih telah dimulai dan akan meningkat dalam beberapa jam mendatang,” kata Kiomars Heidari, komandan Pasukan Darat.

Sementara itu sekutu Israel, Presiden AS Donald Trump angkat bicara terkait serangan Iran terhadap kepentingan AS di kawasan tersebut.
Trump mengatakan “kami akan bertindak sangat keras jika mereka melakukan sesuatu terhadap rakyat kami”.
“Kalau begitu, mereka tidak perlu khawatir. Saya pikir mereka tahu untuk tidak menyentuh pasukan kita,” imbuhnya.
Ketika ditanya apakah Trump menginginkan gencatan senjata antara Iran dan Israel, ia menjawab: “Akhir, bukan gencatan senjata. Menyerah sepenuhnya. Menyerah sepenuhnya.”
Beberapa jam sebelumnya dilaporkan, Iran bersiap melakukan serangan sangat besar terhadap Israel dalam beberapa jam kedepan.
Informasi tersebut dikeluarkan oleh kantor berita Iran Fars pada Senin (16/6/2025) malam, mengutip sumber senior di dinas keamanan negara itu.
“Iran siap melakukan serangan besar-besaran terhadap Israel,” kata sumber itu.
Saluran berita SNN melaporkan bahwa Iran akan menyerang Israel dalam beberapa jam ke depan.
Pihak berwenang Iran mengeluarkan pernyataan yang memperingatkan penduduk Israel untuk mengungsi, kata laporan itu.
Laporan itu menambahkan bahwa tentara Iran akan melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer Israel di wilayah tersebut.
Dalam laporan terbaru, setidaknya tiga orang tewas dalam serangan rudal terbaru Iran di Israel tengah, Times of Israel melaporkan, mengutip layanan ambulans Israel Magen David Adom (MDA).
Menurut surat kabar tersebut, sedikitnya 67 orang dirawat di rumah sakit akibat serangan Iran dengan empat rudal balistik di Israel tengah.

Mendengar kabar Israel akan diserang kembali oleh Iran, Presiden AS Donald Trump akan meninggalkan KTT G7 di Kanada lebih awal dari yang dijadwalkan.
Trump tampak gelisah dan buru buru kembali ke AS karena situasi di Timur Tengah, kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt.
Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan Dewan Keamanan Nasional AS untuk bersiap mengadakan pertemuan di Ruang Situasi Gedung Putih sekembalinya ke Washington dari Kanada, Fox News melaporkan pada Senin.
Pada dini hari Jumat, Israel melancarkan operasi terhadap Iran, menuduhnya menjalankan program nuklir militer rahasia yang diduga mendekati titik yang tidak bisa dikembalikan.
Di antara target serangan udara dan sabotase adalah fasilitas nuklir, pejabat militer senior, ilmuwan nuklir, pangkalan udara, pertahanan udara, dan rudal permukaan-ke-permukaan.
Iran, yang membantah membangun bom nuklir, membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke target militer dan industri pertahanan Israel.
Israel mengatakan lebih dari 20 orang tewas dan lebih dari 600 orang terluka akibat serangan Iran.
Iran mengatakan lebih dari 220 orang tewas dan lebih dari 1.200 orang terluka.(*)
