20 Mei 2026

Gedung Badan Intelijen Israel Jadi Sasaran  Rentetan Rudal Iran : Sebagai Serangan Ganas

KoranRakyat.co.id —Gedung badan intelijen Israel jadi sasaran target dari rentetan Rudal Iran  yang dilepas dan dinilai sebagai serangan terganas.

Dilansir Tribunnews.com, gedung milik badan intelijen Israel Mosaad  diserang oleh pasukan   Iran dengan rentetan  rudal  pada Selasa (17/6/2025).

“Gedung Mossad di kota pesisir Herzliya dilaporkan terkena  rudal,” kantor berita  Iran Tasnim melaporkan.

Iran juga melancarkan serangan rudal terhadap pusat logistik intelijen militer Israel di wilayah pangkalan militer Glilot, yang terletak di pinggiran kota Tel Aviv, demikian laporan penyiar SNN Iran.

Garda Revolusi Iran mengatakan gelombang  rudal baru yang “lebih kuat” baru-baru ini diluncurkan menuju Israel, menurut kantor berita resmi IRNA.

“Gelombang baru serangan ganas oleh angkatan bersenjata, terutama pasukan darat, dengan senjata baru dan canggih telah dimulai dan akan meningkat dalam beberapa jam mendatang,” kata Kiomars Heidari, komandan Pasukan Darat.

 Gambar yang diambil dari kantor berita The Iranian News pada Selasa (17/6/2025) menunjukkan serangan rudal Iran ke Israel. Rezim Israel telah meminta Iran, melalui mediator barat, untuk menghentikan serangan balasannya. (Tribunnews.comX/)

Sementara itu sekutu Israel, Presiden AS Donald Trump angkat bicara terkait serangan  Iran terhadap kepentingan AS di kawasan tersebut.

Trump mengatakan “kami akan bertindak sangat keras jika mereka melakukan sesuatu terhadap rakyat kami”.

“Kalau begitu, mereka tidak perlu khawatir. Saya pikir mereka tahu untuk tidak menyentuh pasukan kita,” imbuhnya.

Ketika ditanya apakah Trump menginginkan gencatan senjata antara Iran dan Israel, ia menjawab: “Akhir, bukan gencatan senjata. Menyerah sepenuhnya. Menyerah sepenuhnya.”

Beberapa jam sebelumnya dilaporkan, Iran bersiap melakukan  serangan sangat besar terhadap Israel dalam beberapa jam kedepan.

Informasi tersebut dikeluarkan oleh kantor berita Iran Fars pada Senin (16/6/2025) malam, mengutip sumber senior di dinas keamanan negara itu.

“Iran siap melakukan serangan besar-besaran terhadap Israel,” kata sumber itu.

Saluran berita SNN melaporkan bahwa Iran akan menyerang Israel dalam beberapa jam ke depan.

Pihak berwenang  Iran mengeluarkan pernyataan yang memperingatkan penduduk Israel untuk mengungsi, kata laporan itu.

Laporan itu menambahkan bahwa tentara Iran akan melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer Israel di wilayah tersebut.

Dalam laporan terbaru, setidaknya tiga orang tewas dalam  serangan  rudal terbaru Iran di Israel   tengah, Times of Israel melaporkan, mengutip layanan ambulans  Israel Magen David Adom (MDA).

Menurut surat kabar tersebut, sedikitnya 67 orang dirawat di rumah sakit akibat serangan  Iran dengan empat rudal balistik di  Israel tengah.

Rudal Iran berhasil menghantam sebuah gedung di Tel Aviv, Selasa pagi. (SERAMBINEWS.COM/Tasnim News)

Mendengar kabar Israel   akan diserang kembali oleh  Iran, Presiden AS Donald Trump akan meninggalkan KTT G7 di Kanada lebih awal dari yang dijadwalkan.

Trump tampak gelisah dan buru buru kembali ke AS karena situasi di Timur Tengah, kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt.

Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan Dewan Keamanan Nasional AS untuk bersiap mengadakan pertemuan di Ruang Situasi Gedung Putih sekembalinya ke Washington dari Kanada, Fox News melaporkan pada Senin.

Pada dini hari Jumat, Israel melancarkan operasi terhadap  Iran, menuduhnya menjalankan program nuklir militer rahasia yang diduga mendekati titik yang tidak bisa dikembalikan.

Di antara target serangan udara dan sabotase adalah fasilitas nuklir, pejabat militer senior, ilmuwan nuklir, pangkalan udara, pertahanan udara, dan rudal permukaan-ke-permukaan.

Iran, yang membantah membangun bom nuklir, membalas dengan meluncurkan  rudal dan drone ke target militer dan industri pertahanan Israel.

Israel mengatakan lebih dari 20 orang tewas dan lebih dari 600 orang terluka akibat  serangan Iran.

Iran mengatakan lebih dari 220 orang tewas dan lebih dari 1.200 orang terluka.(*)