Porkab Petakan Potensi Atlet dan Upaya Pembinaannya

Catatan : Drs H Iklim Cahya, MM (Wartawan/ Pemerhati Politik dan Sosial)
PEKAN Olahraga Kabupaten (Porkab) IV Kabupaten Ogan Ilir (OI) yang diselenggarakan KONI OI, Minggu 24 Desember 2023 berakhir, dan ditutup Wabup H Ardani, SH, MH dalam upacara penutupan (closing ceremony) di Stadion Caram Seguguk KPT Tanjung Senai, Indralaya.
Turut hadir Ketua KONI, H Aswan Mufti dan jajaran, Perwakilan Polres OI, sebagian kecil Kepala OPD, sejumlah camat, Anggota TKPP, dan “pengawal” tetap wabup, Hj Faizah yang juga Ketua I TP PKK.

Porkab IV yang berlangsung sejak 20 Desember 2023, mempertandingkan 13 cabor, sekitar 1/3 dari jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan di ajang Porprov Sumsel. Jalannya pertandingan selama Porkab IV berjalan lancar, hanya ada sedikit “kekisruhan” saat final cabor sepakbola antara Indralaya vs Indralaya Utara. Namun alhamdulillah dapat teratasi dengan baik.
Porkab kali ini merupakan yang ke empat. Dua kali dilaksanakan di era KONI OI dipimpin oleh H Aswan Mufti, ST, M.Si saat ini, yakni Porkab III tahun 2022, dan Porkab IV tahun 2023. Sementara Porkab I tahun 2016 dan Porkab II tahun 2018, dilaksanakan di era KONI OI dipimpin Drs H Iklim Cahya, MM.
Porkab kelihatannya termasuk hal urgen dilaksanakan, karena mampu mendorong prestasi atlet saat mengikuti Porprov. Buktinya saat KONI OI dipimpin H Jauhari, SE (periode 2019 – 2021), yang karena berbagai faktor tidak melaksanakan Porkab, saat Porprov di OKU Raya tahun 2021, peringkat kontingen OI langsung anjlok di posisi 16 dari 17 kabupaten/kota peserta Porprov.
Bukti lainnya adalah setelah KONI OI yang dipimpin Aswan Mufti menggelar Porkab III tahun 2022 yang didahului gelaran Porcam I 2022 dan Porcam II tahun 2023, maka prestasi kontingen OI di Porprov Lahat tahun 2023, naik drastis ke posisi 7 besar. Itu artinya gelaran Porcam dan Porkab sangat urgen dalam menjaring atlet-atlet potensial, selain pembinaan pasca Porcam dan Porkab.

Selain pentingnya pelaksanaan Porcam dan Porkab tersebut, dari hasil Porkab IV juga dapat dilihat pemetaan kekuatan/potensi para atlet di kecamatan-kecamatan. Tentu hal ini bisa menjadi masukan/bahan bagi pengurus KONI dan pengurus Cabor, untuk titik berat dan lokasi pembinaan lebih lanjut.
Dari hasil Porkab IV terlihat bahwa untuk Sepakbola yang dijuarai kecamatan Indralaya, berarti menunjukkan bahwa potensi atlet sepakbola dominan di kecamatan ibukota Ogan Ilir tersebut. Tapi tentu tetap didukung oleh Kecamatan Indralaya Utara sebagai runner up, juga kecamatan lain seperti Indralaya Selatan, Tanjung Raja, Tanjung Batu dan Payaraman.
Begitu pula untuk cabor Bola Volly, Futsal, dan Bulutangkis, lebih dominan atlet dari Indralaya.
Sedangkan untuk cabor Bola Basket, terlihat Kecamatan Tanjung Raja yang lebih potensial. Begitu juga untuk Bilyard, atlet Rantau Alai dan Tanjung Raja lebih potensial.
Sementara untuk olahraga bela diri seperti Taekwondo, Karate, dan Pencak Silat, juga masih dominan atlet-atlet dari kecamatan Indralaya, Indralaya Utara, dan Indralaya Selatan.

Begitu juga untuk cabor Bulutangkis dan Tenis Meja, selain dari kecamatan Indralaya, juga dari kecamatan Tanjung Batu dan Payaraman.
Kemudian kendati tidak dipertandingkan pada Porkab IV ini, untuk cabor Sepak Takraw para atlet andalnya banyak berada di kecamatan Pemulutan Barat. Begitu juga untuk olahraga air seperti Dayung dan Renang, banyak berada di Pemulutan Raya, selain di Desa Soakbatok Kecamatan Indralaya Utara.
Dari gambaran pemetaan kekuatan cabor-cabor tersebut, terlihat bahwa demosili pelatih atau lokasi aktifitas pelatih, sangat menentukan potensi para atlet. Karena umumnya para pelatih tersebut tidak begitu menyebarkan ‘sayap’ karena keterbatasan waktu dan ekonomi.

Sudah saatnya juga KONI OI menganggarkan honor pelatih dan upaya peningkatan kapasitas pelatih, supaya mereka lebih focus dan menyebarkan sayap untuk mencari para atlet potensial.
Kemudian juga koordinasi antara pihak Dinas Dikbud OI dan KONI OI lebih diintensifkan, guna kerja bareng membina para atlet belia di SD/MI dan SMP/MTs sebagai sumber atlet utama.
Dan bagi Pemerintah Daerah sudah saatnya untuk menambah fasilitas olahraga. Dan yang sudah mendesak adalah membangun GOR dan Kolam Renang di kawasan Tanjung Senai/Teluk Seruo.
Adapun yang masih menjadi kelemahan Porkab, selain jumlah cabor yang masih sedikit, juga kurangnya sebaran atlet, terutama atlet-atlet bela diri dan olahraga yang belum familier. Para atlet masih banyak terpusat di Kecamatan Indralaya dan Indralaya Utara saja. Hal ini ke depan tentu menjadi tantangan pengurus KONI dan Cabor. (ica)
