Proyek Talud dan Pelebaran Jalan di Banjarnegara Terus Dikebut

BANJARNEGARA |KoranRakyat.co.id| – Proyek pelebaran jalan dan pembangunan talud jembatan di Desa Klapa, Kecamatan Punggelan, Banjarnegara, Jawa Tengah telah terealisasi 30 persen. Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 ini ditargetkan selesai sebelum musim penghujan untuk mencegah longsor.
Proyek senilai Rp 765 juta tersebut ditargetkan rampung pada 5 Desember 2026. Anggota Komisi III DPRD Banjarnegara, Mohamad Sutardo saat sidak di lokasi mengatakan Jalan Desa Klapa merupakan jalur kabupaten penghubung Banjarnegara dan Purbalingga.
“Pelebaran jalan dari tiga meter menjadi empat meter lebih dilakukan dengan betonisasi kanan dan kiri karena menuju jembatan,” ujar Sutardo.
Ia mengatakan pelebaran jalan ini sangat penting karena jalur ini sangat vital dan untuk mendukung transportasi dan mobilitas warga.
Untuk talud, pembangunannya ditargetkan selesai sebelum turun hujan bertujuan untuk mencegah longsor akibat kikisan air sungai pada pondasi jembatan.
“Urgensi dibangun talud-talud ini satu untuk penahan badan jalan yang nanti mengakibatkan pada saat musim hujan bisa terjadi longsor dan lain sebagainya. Karena sudah dibangun jalan tapi talud-taludnya dibiarkan sehingga nanti akan cepat sekali rusak kalau pada musim hujan,” kata Sutardo.
Selain di Desa Klapa, pembangunan talud yang sudah mulai dikerjakan adalah di Kalikacangan penghubung Kecamatan Wanadadi dan Punggelan, kemudian pemasangan bronjong karena erosi di Kaligintung, Desa Jembangan Kecamatan Punggelan.
Sementara itu, Kepala Desa Klapa, Safrudin, mengaku bersyukur atas pelebaran jalan karena masyarakat memang membutuhkan. Sebab, sering terjadi kecelakaan di jalur tersebut karena ruas yang sempit.
Warga berharap pelebaran jalan dapat dilanjutkan hingga Danakerta supaya mencegah kecelakaan lalu lintas.
“Jembatan itu sudah lama sekali dibangun, itu juga perlu pelebaran karena itu sudah mungkin lebih 30 tahun itu dulunya. Kalau yang talud untuk penyangga daripada jembatan di situ sudah cukup riskan, apabila cuma pelebaran saja, jembatannya itu ya harusnya dikerjakan dengan taludnya yang di jembatan itu,” ungkap Safrudin.
Dewan juga telah mengajukan pemasangan bronjong di sejumlah titik pinggir sungai dan talud di daerah rawan bencana lainnya guna mencegah longsor untuk tahun anggaran 2027. (dar)

