Lomba TUB-BB Wonosobo 2026, Pemkab Tekankan Pembentukan Karakter Pelajar

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggelar Lomba Tata Upacara Bendera dan Baris-Berbaris (TUB-BB) 2026 bagi pelajar tingkat SD, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA. Kegiatan yang berlangsung di halaman Gedung Adipura, Senin (12/10/2026), ini menjadi salah satu upaya menanamkan kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, kekompakan, dan sportivitas kepada generasi muda.
Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husein, mengatakan bahwa lomba TUB-BB tidak seharusnya hanya berorientasi pada perebutan gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembentukan karakter pelajar agar memiliki bekal yang kuat dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Menurut Amir, prestasi akademik dan kecerdasan perlu diimbangi dengan karakter yang baik. Keberhasilan generasi muda, katanya, tidak cukup hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari sikap, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama dengan orang lain.

“Disiplin harus tumbuh dari kesadaran, bukan karena takut kepada hukuman. Disiplin berarti menghargai waktu, menaati aturan, dan melaksanakan tanggungjawab dengan sungguh-sungguh, termasuk ketika tidak ada orang yang mengawasi,” pesan Amir Husein.
Ia menyebut ada tiga nilai penting yang perlu dibangun melalui TUB-BB, yakni kedisiplinan yang lahir dari kesadaran diri, kekompakan dengan menghargai peran setiap anggota, serta sportivitas dalam berkompetisi.
“Dalam baris-berbaris setiap peserta harus memahamitugas dan menyelaraskan gerakan dengan anggota lainnya. Hal ini mencerminkan pentingnya kerja sama dalam mencapai keberhasilan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Amir juga menilai keberhasilan pendidikan karakter membutuhkan dukungan dari berbagai lingkungan. Guru, pembina, dan orang tua diharapkan dapat memberikan keteladanan serta menyelaraskan pendidikan karakter di sekolah dengan kebiasaan positif yang diterapkan di rumah.
Ia menambahkan, Pemkab Wonosobo berkomitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Upaya tersebut diarahkan untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga berintegritas, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mempunyai kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Kepada para pelajar, Amir berpesan agar mulai mempersiapkan masa depan melalui kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya dengan belajar tekun, menghormati guru dan orang tua, menjaga persahabatan, serta berani melakukan hal-hal yang benar.
Sementara itu, Kepala Bidang PAUD, Pendidikan Masyarakat, Pemuda dan Olahraga (PDPO) Disdikpora Wonosobo, Seno, menjelaskan bahwa lomba TUB-BB merupakan agenda tahunan untuk memperkuat pendidikan karakter melalui kegiatan yang menekankan kedisiplinan dan kerja sama tim.
Pelaksanaan kompetisi dilakukan secara bertahap sesuai jenjang pendidikan. Lomba tingkat SD telah berlangsung pada Sabtu (10/10/2026), sedangkan peserta tingkat SMP/MTs mengikuti kompetisi selama dua hari, Senin hingga Selasa (12–13/10/2026).
“Untuk kompetisi tingkat SMA/SMK/MA dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis, 14 Oktober mendatang,” terangnya.
Berdasarkan data panitia, terdapat 17 sekolah tingkat SD, 22 sekolah tingkat SMP/MTs, dan 18 sekolah tingkat SMA/SMK/MA yang mengikuti lomba tahun ini. Penilaian keterampilan baris-berbaris melibatkan juri dari Kodim, sementara aspek tata upacara bendera dinilai oleh para guru pembina.

Seno menegaskan, tujuan utama kegiatan tersebut bukan sekadar menentukan pemenang, melainkan menanamkan nilai-nilai positif kepada peserta didik sejak dini. Melalui TUB-BB, para pelajar dilatih untuk disiplin, bekerja sama, menjaga semangat, dan menghargai satu sama lain.
Menurutnya, pencapaian sebuah tim tidak dapat bergantung hanya pada kemampuan individu. Setiap anggota harus berkontribusi dan saling mendukung agar tim dapat meraih hasil maksimal.
“Sehebat apa pun seseorang, kalau hanya satu atau dua orang, tidak bisa mengangkat hasil kejuaraan. Ini membutuhkan kekompakan,” jelasnya.
Di sisi lain, pemerataan partisipasi sekolah masih menjadi perhatian dalam penyelenggaraan lomba TUB-BB tahun ini. Seno mengungkapkan, sejumlah sekolah dari kecamatan yang lokasinya relatif jauh belum mengirimkan peserta.
Beberapa wilayah tersebut meliputi Kecamatan Wadaslintang, Kepil, dan Kalibawang. Jarak serta sejumlah pertimbangan lain diduga menjadi kendala bagi sekolah-sekolah di wilayah tersebut untuk mengikuti kompetisi.
Ke depan, pihaknya berharap keterlibatan sekolah semakin luas, termasuk dari kecamatan yang belum berpartisipasi tahun ini. Dengan demikian, kesempatan bagi pelajar untuk mengembangkan kedisiplinan, keterampilan, dan karakter melalui kegiatan TUB-BB dapat menjangkau lebih banyak sekolah di Kabupaten Wonosobo. (Diskominfo Wonosobo/Aris)

