8 Oktober 2026

Lidyawati Cik Ujang Dorong Perempuan Sumsel Perkuat Ketahanan Keluarga Hadapi Dampak Kabut Asap Karhutla  

Palembang|KoranRakyat.co.id  –– Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Sumatera Selatan, Lidyawati Cik Ujang, mendorong organisasi wanita di Sumsel untuk aktif mengedukasi masyarakat dalam menjaga kesehatan dan ketahanan keluarga di tengah dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

ist

Kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Selatan menjadi perhatian serius BKOW Sumsel. Menurut Lidyawati, sebagai wadah berhimpunnya organisasi wanita di Sumsel, BKOW memiliki peran penting dalam mendampingi masyarakat, khususnya kaum perempuan, dalam menghadapi dampak karhutla.

Lidyawati mengatakan, perempuan memegang peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan keluarga. Ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap, ibu menjadi salah satu pihak yang paling merasakan dampaknya terhadap anak dan anggota keluarga lainnya.

ist

“Sebagai wadah organisasi wanita di Sumsel, BKOW Sumsel bertugas mendampingi masyarakat dalam menjaga kesehatan dan ketahanan keluarga dalam mengatasi dampak karhutla,” ujar Lidyawati di Gedung Perjuangan Wanita, Kamis (8/10/2026).

Ia juga menekankan pentingnya edukasi mengenai penggunaan alat pelindung diri yang tepat, terutama untuk melindungi saluran pernapasan dari paparan asap. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah menggunakan masker standar, bukan sekadar masker kain biasa.

“Di antaranya dengan menggunakan masker standar untuk melindungi pernapasan, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia yang rentan terpapar ISPA akibat asap,” jelasnya.

ist

Selain penggunaan masker, Lidyawati mengajak seluruh organisasi wanita yang tergabung dalam BKOW untuk aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga daya tahan tubuh, memperbanyak konsumsi air putih, menjaga kebersihan lingkungan rumah, serta membatasi aktivitas di luar ruangan saat kabut asap tebal.

Melalui langkah edukasi tersebut, Lidyawati berharap kewaspadaan masyarakat semakin meningkat. Upaya ini sekaligus diharapkan dapat memperkuat ketahanan keluarga di Sumatera Selatan dalam menghadapi dampak karhutla. (*)