Kalikajar Pertahankan Gelar Juara PPDI Cup 2026 di Wonosobo Lewat Adu Penalti

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Laga final PPDI Cup 2026 di Alun-alun Wonosobo berlangsung ketat. PPDI Kecamatan Kalikajar dan PPDI Kecamatan Kertek harus bermain hingga adu penalti setelah skor 1-1 bertahan sampai waktu normal berakhir, Kamis (1/10/2026).
Dalam drama adu penalti, Kalikajar tampil lebih tenang dan memastikan kemenangan dengan skor 4-1. Hasil tersebut sekaligus mengantarkan Kalikajar mempertahankan gelar juara yang diraih pada kompetisi tahun sebelumnya.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat yang menyaksikan pertandingan menilai pelaksanaan PPDI Cup 2026 tidak hanya menjadi kompetisi antarpemerintah desa, tetapi juga mempererat persaudaraan dan silaturahmi.
Menurut Afif, suasana tersebut terlihat sejak pertandingan dimulai hingga laga final. Para pemain tetap menjaga sportivitas meski beberapa kali terjadi benturan di lapangan.
“Dari awal sampai akhir, pertandingan relatif berlangsung kondusif. Ketika ada benturan antar pemain, mereka langsung saling menyapa karena sudah dilandasi pemahaman bahwa kita semua bersaudara. Ini contoh baik dalam penyelenggaraan turnamen sepak bola,” ujar Afif.

Ia berharap kegiatan olahraga seperti PPDI Cup dapat terus dikembangkan sebagai ruang interaksi positif bagi aparatur pemerintahan desa sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat.
Pemilihan Alun-alun Wonosobo sebagai lokasi pertandingan juga dinilai memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menyaksikan pertandingan secara langsung sekaligus ikut meramaikan kawasan tersebut.
Pada laga final, Kalikajar sempat tertinggal lebih dahulu. Namun, mereka mampu menyamakan kedudukan hingga pertandingan berakhir dengan skor 1-1. Penentuan juara akhirnya harus dilakukan melalui adu penalti.
Atas keberhasilannya mempertahankan gelar, PPDI Kecamatan Kalikajar menerima trofi dan uang pembinaan sebesar Rp4 juta. Sementara PPDI Kecamatan Kertek sebagai runner-up memperoleh hadiah sebesar Rp3 juta.
Kapten PPDI Kalikajar, Ardi, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan timnya kembali menjadi juara. Menurutnya, gelar tersebut menjadi juara kedua secara beruntun setelah Kalikajar memenangkan kompetisi yang sama pada 2025.
“Alhamdulillah, kami bisa mempertahankan juara. Kami sempat tertinggal, tetapi akhirnya bisa menyamakan skor dan unggul dalam adu penalti,” kata Ardi.
Ia menambahkan, Kalikajar telah tiga kali tampil di partai final. Komposisi tim juga relatif tidak banyak berubah dalam dua tahun terakhir.
Selain perangkat desa, tim Kalikajar diperkuat aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Kecamatan Kalikajar serta seorang anggota Polsek Kalikajar.

Sementara itu, Ketua PPDI Kabupaten Wonosobo Eko Purwanto mengatakan PPDI Cup 2026 merupakan kompetisi pertama yang diselenggarakan secara mandiri oleh PPDI. Sebelumnya, kompetisi serupa digelar oleh pemerintah daerah dengan nama Piala Kemerdekaan.
Menurut Eko, penyelenggaraan tahun ini masih memiliki sejumlah catatan yang perlu dievaluasi, terutama karena persiapannya dilakukan dalam waktu terbatas. Evaluasi tersebut akan menjadi bahan perbaikan untuk penyelenggaraan kompetisi berikutnya.
“Harapannya, kompetisi ini tidak hanya menjadi pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten, sekaligus memberikan hiburan bagi masyarakat,” ujarnya.
PPDI Cup 2026 pun ditutup dengan kemenangan Kalikajar sekaligus mempertahankan gelar juara. Di luar hasil pertandingan, turnamen tersebut menjadi ruang pertemuan bagi aparatur pemerintahan desa, kecamatan, dan kabupaten dalam suasana yang lebih santai melalui olahraga. (Diskominfo Wonosobo/Aris)

