Antisipasi Post Power Syndrome, BKD Wonosobo Gelar Pembekalan bagi Calon Pensiunan ASN

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) memberikan pembekalan kewirausahaan kepada calon pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan Batas Usia Pensiun (BUP) tahun 2028 dan 2029.
Kegiatan yang berlangsung di Dieng Creative Hub, Senin (25/5/2026) tersebut digelar sebagai upaya mempersiapkan ASN agar tetap produktif dan mandiri saat memasuki masa purna tugas.
Sebanyak 110 ASN mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta merupakan calon pensiunan yang telah dipetakan berdasarkan minat usaha masing-masing melalui polling yang dilakukan BKD Wonosobo. Pada tahap ini, pembekalan difokuskan bagi ASN yang memiliki ketertarikan di bidang peternakan.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dalam arahannya menyampaikan bahwa program pembekalan menjadi bentuk perhatian sekaligus penghargaan pemerintah daerah kepada ASN yang telah mengabdikan diri selama bertahun-tahun.
“Pensiun bukanlah akhir dari perjalanan hidup, melainkan sebuah langkah baru yang penuh dengan peluang. Oleh karena itu, kami ingin memastikan bahwa para ASN yang memasuki masa pensiun dapat mempersiapkan diri secara mental, finansial, dan sosial untuk menghadapi kehidupan setelah tidak lagi aktif dalam pemerintahan,” ungkapnya.
Afif juga mengingatkan bahwa masa pensiun merupakan tahapan yang pasti dialami setiap ASN sehingga perlu dipersiapkan sejak dini tanpa mengurangi semangat kerja dan profesionalisme selama masa pengabdian.
“Harapan kami, pembekalan ini dapat membantu ASN dalam menjalani massa purna tugas, sehingga tetap bahagiadan sejahtera dengan tetap menjaga kinerja danprofesionalisme sebagai abdi negara,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BKD Wonosobo Iwan Widayanto mengatakan kesiapan mental dan keterampilan menjadi hal penting yang harus dimiliki ASN sebelum memasuki masa pensiun. Menurutnya, pembekalan kewirausahaan diharapkan mampu membantu ASN tetap aktif dan produktif setelah tidak lagi bertugas di pemerintahan.
“Masa pensiun bukanlah akhir dari produktivitas, melainkan awal dari babak baru dalam kehidupan. Melalui pembekalan ini, kami ingin memastikan para calon pensiunan memiliki bekal yang cukup untuk tetap aktif dan mandiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembekalan dilakukan dua tahun sebelum masa pensiun agar peserta memiliki kesiapan yang matang, baik secara psikologis maupun ekonomi. Langkah tersebut juga menjadi upaya mengantisipasi kondisi post power syndrome yang kerap dialami sebagian pegawai ketika memasuki masa purna tugas.
“Terkadang ketika seseorang memasuki usia pensiun ada rasa kaget, karena selama menjadi ASN berada di zona nyaman dengan gaji dan tunjangan yang diterima rutin. Karena itu kami ingin membantu agar bapak ibu ASN memiliki kesiapan dan perencanaan sejak dini,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, BKD turut menghadirkan narasumber dan praktisi yang telah berhasil menjalani masa pensiun secara produktif. Salah satunya merupakan mantan pejabat pemerintah yang kini sukses mengembangkan usaha di bidang peternakan.
Selain peternakan, BKD Wonosobo juga memetakan sejumlah minat usaha lain yang diminati ASN, seperti pertanian, perdagangan, hingga usaha mandiri lainnya. Pendekatan berbasis minat tersebut dinilai penting agar usaha yang dijalankan setelah pensiun dapat berkembang sesuai potensi masing-masing peserta.
“Kalau passion dan minatnya tidak di situ lalu dipaksakan, tentu akan sulit berkembang. Karena itu kami gali terlebih dahulu minat para ASN agar pembekalan yang diberikan tepat sasaran,” tambahnya.
Melalui pembekalan kewirausahaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap para calon pensiunan ASN tetap mampu berkarya, mandiri secara ekonomi, serta terus berkontribusi bagi keluarga maupun lingkungan masyarakat setelah memasuki masa purna tugas. (Diskominfo Wonosobo/Aris)
