Peresmian Infrastruktur 2025, Pemkab Wonosobo Dorong Konektivitas dan Ekonomi Warga

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Pemerintah Kabupaten Wonosobo meresmikan hasil pembangunan Tahun Anggaran 2025 di Plataran Seroja, Desa Tlogo, Kecamatan Garung, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Satu Detak, Membangun Bersama Masyarakat” tersebut menjadi bentuk pertanggungjawaban kepada publik sekaligus penegasan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, transparan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Acara peresmian dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo, jajaran Forkopimda, perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, para kepala desa, serta warga Desa Tlogo dan Desa Jengkol yang ikut berkontribusi melalui hibah lahan untuk mendukung pembangunan.
Dalam sambutannya, Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari upaya memastikan hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Hari ini kita ingin memastikan bahwa kerja-kerja pembangunan hadir secara nyata di tengah masyarakat. Bukan hanya tentang apa yang dibangun, tetapi bagaimana proses itu dilakukan dengan melibatkan masyarakat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari besar kecilnya anggaran maupun banyaknya program, tetapi sejauh mana dampaknya mampu memudahkan kehidupan warga, mempercepat aktivitas ekonomi, serta meningkatkan akses terhadap layanan dasar.
Salah satu infrastruktur yang diresmikan adalah ruas jalan Jengkol–Tlogo sepanjang 1,67 kilometer. Jalan tersebut dibangun dalam dua tahun anggaran, yakni 2024 hingga 2025, dan diharapkan mampu memperkuat konektivitas wilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian, sekaligus menunjang pengembangan kawasan wisata Telaga Menjer.
“Dengan akses yang semakin baik, kita berharap pergerakan ekonomi masyarakat akan semakin tumbuh dan berkembang,” kata Bupati.
Pembangunan ruas jalan itu juga menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Sebanyak 100 bidang tanah dihibahkan warga secara sukarela, terdiri dari 68 bidang dari Desa Tlogo dan 32 bidang dari Desa Jengkol.
Afif mengapresiasi dukungan masyarakat tersebut dan menilai pembangunan sejatinya lahir dari kebersamaan serta rasa memiliki bersama.
“Yang kita bangun bukan hanya jalan, tetapi juga kepercayaan dan harapan. Inilah kekuatan utama pembangunan kita,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga dan merawat hasil pembangunan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Menutup sambutannya, Afif menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Wonosobo akan terus melanjutkan pembangunan secara merata dan berkesinambungan di seluruh wilayah.
“Kita ingin memastikan setiap wilayah memiliki akses yang sama terhadap pembangunan. Dengan semangat kebersamaan dan niat yang tulus, kita optimistis Wonosobo akan semakin sejahtera, adil, dan makmur,” pungkasnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Wonosobo, Mohamad Kristijadi, dalam laporannya menyebut total anggaran pembangunan infrastruktur Tahun Anggaran 2025 mencapai Rp164,6 miliar yang bersumber dari DAK Fisik, Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Tengah, DAU, serta sumber pendanaan lainnya.
Dana tersebut dialokasikan ke berbagai sektor, di antaranya infrastruktur dasar sebesar Rp91,9 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi jalan, jembatan, irigasi, air minum, sanitasi, serta penataan kawasan publik. Bidang pendidikan dan olahraga mendapat Rp26,1 miliar untuk sarana pendidikan mulai PAUD hingga pondok pesantren serta fasilitas olahraga.
Selain itu, sektor kesehatan menerima Rp20,4 miliar untuk peningkatan fasilitas layanan kesehatan, termasuk RSUD KRT Setjonegoro. Sektor perumahan, permukiman, dan perhubungan memperoleh Rp21,6 miliar untuk pengembangan lingkungan, penerangan jalan, marka jalan, serta jalur sepeda.
Kemudian sektor pertanian dan peternakan mendapatkan Rp963 juta untuk rehabilitasi irigasi usaha tani dan infrastruktur produksi. Sementara sektor kewilayahan dialokasikan Rp3,5 miliar guna pembangunan fasilitas umum seperti ruang terbuka hijau dan balai warga.
Rangkaian acara peresmian turut dimeriahkan dengan touring hemat energi, kegiatan jalan santai bersama masyarakat, serta pembagian berbagai doorprize seperti sepeda motor listrik, mesin cuci, kulkas, dan televisi. Sekitar 1.000 peserta dari berbagai kalangan mengikuti kegiatan tersebut.
Pemilihan Plataran Seroja sebagai lokasi acara dinilai strategis karena berada dekat dengan ruas jalan yang diresmikan sekaligus mendukung pengembangan destinasi wisata di sekitarnya.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Wonosobo tidak hanya menampilkan capaian pembangunan daerah, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat bahwa pembangunan dijalankan secara terbuka, partisipatif, dan berorientasi pada kesejahteraan warga. (Diskominfo Wonosobo/Aris)
